MANAGED BY:
SENIN
25 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Rabu, 04 September 2019 10:04
DUH..!! Karhutla Muncul Lagi, Asap Kembali Menyengat

PT CKP Tak Membantah Kawasan HTI-nya Terbakar

foto ilustrasi

PALANGKA RAYA-Hampir dua pekan wilayah Palangka Raya diselimuti udara segar dan cuaca cerah. Namun kini masyarakat Kota Cantik kembali “disengat” asap. Sejak pagi hingga tadi malam, kabut asap kembali menyelimuti. Asap ini diduga disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi beberapa hari terakhir.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengakui kembali terjadi karhutla. Dan hingga saat ini, lanjutnya, Kalteng masih berstatus siaga darurat dan akan mengembangkan patroli untuk melakukan pencegahan.

“Saya juga mengeluarkan surat kepada setiap perangkat daerah (PD) untuk mengirimkan pasukan yang dapat di BKO-kan kepada tim satgas. Nanti BPBD yang akan mengatur,” kata Fahrizal Fitri kepada media, Selasa (3/9).

Berdasarkan informasi yang diterima, kata dia, dalam 24 jam terakhir sedikitnya ada 527 titik api yang muncul. Hal ini sangat memprihatinkan.

“Walaupun sudah ada bantuan helikopter, tetapi titik api menyebar cukup banyak. Saat ini di daerah barat cukup banyak jumlah hotspot, sehingga pergerakan helikopter untuk pemadaman diprioritaskan ke sana, terutama area yang mendekati taman nasional,” jelasnya.

Besok (hari ini) akan ada rapat di Kemenko Polhukam RI terkait penanganan karhutla. Kesempatan tersebut akan digunakan pihaknya untuk mengusulkan penambahan unit helikopter water booming dan rekayasa cuaca.

“Status kita (Kalteng) masih siaga darurat karhutla. Belum diturunkan atau dinaikkan. Kami menghitung sampai akhir Oktober,” tuturnya.Ditegaskan sekda, kebakaran hutan dan lahan lebih banyak terjadi di wilayah Kota Palangka Raya serta sebagian di wilayah Pulang Pisau dan daerah lainnya di Kalteng.

Berkenaan dengan musim kemarau yang diperkirakan puncaknya pada Desember, sekda mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran yang begitu tinggi.

“Oleh sebab itu, tidak boleh melakukan pembakaran. Kami sudah mengelurkan maklumat tentang larangan membakar lahan. Akan tetapi, kebakaran masih saja terjadi. Akhirnya berdampak pada semua orang,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, sekda juga membenarkan terjadinya kebakaran lahan hutan tanaman industri (HTI) yang terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

“Ya, saya sudah mendapatkan informasi dan memerintahkan untuk melakukan pengecekan terkait lahan HTI yang terbakar itu,” kata sekda kepada media di Hotel Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya.

Dijelaskannya, lahan HTI tersebut dikabarkan telah mengantongi izin, tapi tak ada kegiatan atau aktivitas lapangan. Karenanya kawasan itu disebut kawasan tanpa aktivitas dan pengelolaan.“Kami sudah koordinasikan dengan Danrem selaku Dansatgaskarhutla. Sedang dicari informasi soal pemilik lahan tersebut. Karena jika memiliki izin, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab terhadap kawasan itu,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga meminta sejumlah perkebunan yang berada di sekitar lokasi kawasan HTI untuk ikut membantu.

“Prosesnya akan dilihat seberapa jauh. Informasi yang diterima bahwa pemilik lahan tersebut yakni CKP. Kami belum berkomunikasi dengan KLHK, tetapi dengan Dinas Kehutanan sudah,” jelasnya lagi.

Mengenai luas lahan yang terbakar, Fahrizal belum bisa memastikan. Namun, dikatakannya bahwa api cukup besar. Oleh karena itu, sekda berharap kepada aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan, termasuk polisi hutan (polhut).

HTI sudah beroperasi sejak lama dan dikabarkan telah mendapatkan teguran. Tetapi begitu mendapatkan surat teguran ketiga, kemudian ada aktivitas yang dilakukan. Karena itu teguran dicabut. Akan tetapi, beberapa waktu kemudian tidak terlihat lagi aktivitas. Kemungkinan luas lahan mencapai 100 hektare.

“Seharusnya setiap usaha aktivitas yang dilakukan perusahaan, dinas teknis membuat laporan progres perkembangan. Kami belum mendapatkan laporan pastinya. Ke depan pemerintah akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi,” terang sekda.

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng Ir Rawing Rambang mengatakan, terkait kebakaran hutan dan lahan di kawasan HTI, pihaknya belum mendapat informasi.“Kalau kebun kami belum dapat informasi, soal yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalteng,” katanya kepada Kalteng Pos saat sedang berada di Jakarta.

Terpisah, Anggota DPRD Kalteng Brian Iskandar berharap semua pihak sigap dan tanggap terhadap kasus kebakaran yang diduga terjadi di area HTI perusahaan kayu yang beroperasi di wilayah Kotim tersebut.“Perlu ada kesinergisan antara pemda dan swasta, agar kebakaran di area perusahaan tidak terulang kembali,” ungkap politikus Partai NasDem itu.

Perlu diambil langkah cepat dan tepat sebelum kebakaran semakin meluas. Sebab, selain berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, lanjutnya, juga akan berdampak negatif bagi iklim ekomomi masyarakat Kotim.

PT Ceria Karya Pranawa (CKP) mengakui bahwa telah terjadi kebakaran hutan di area perusahaannya. Area HTI yang berada di Desa Pantai Harapan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur tersebut terbakar pada 16 Agustus lalu. 

Plt Kepala Unit PT CKP Agus Rihwan membenarkan bahwa pihaknya telah dipanggil Polsek Cempaga Hulu terkait kebakaran lahan tersebut. Pihaknya juga telah mengirim surat dengan nomor 002/CKP/VIII/2019, perihal laporan pemadaman kebakaran ke Polsek Cempaga Hulu, ditembuskan ke pihak Kecamatan Cempaga Hulu. 

Namun dalam surat tersebut, perusahaan HTI ini menyatakan bahwa dari hasil pemantauan terhadap hotspot melalui web.sipongi.menihk.go.id, telah terdeteksi adanya beberapa titik api yang berada di bagian timur area IUPHHK-HT PT CKP, yang kemudian merembet ke area perusahaan.

 “Memang asal mula kebakaran bukan dari wilayah kami, tapi dari area tambang yang lokasinya dekat dengan perusahaan kami (PT CKP). Lalu akhirnya merembet,” ungkap Agus ketika dihubungi Kalteng Pos. 

Sementara itu, Camat Cempaga Hulu Ubaidillah mengungkapkan, pada Senin (2/9) pihaknya bersama Polsek Cempaga Hulu melakukan pemanggilan terhadap PT CKP. Ubaidillah mengatakan, pihak perusahaan telah mengakui bahwa di areanya telah terjadi kebakaran lahan pada 16 -17 Agustus lalu. 

“Memang benar telah terjadi kebakaran di wilayah PT CKP. Dan hasil monitoring ini sudah kami disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kotim,” ungkapnya ketika dihubungi Kalteng Pos.

 

Dikatakan Ubaidillah, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan polsek dan perusahaan, guna memantau langsung lokasi kebakaran, sekaligus melihat langsung kegiatan perusahaan PT CKP, apakah benar telah ada penanaman sengon sebagaimana yang tertera dalam izin perusahaan. 

Ubaidillah berharap pihak perusahaan melakukan langkah antisipatif, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pasalnya, musim kemarau masih berlanjut. Ia juga berpesan kepada perusahaan perkebunan lainnya yang beroperasi di wilayah Kecamatan Cempaga Hulu, agar bersama-sama berupaya mencegah terjadinya kebakaran lahan di wilayah konsesi masing-masing. (nue/bud/ce/ala)


BACA JUGA

Senin, 18 Oktober 2021 13:58

Anggaran Food Estate Harus Diawasi, Warga Lokal Disebut Tak Dilibatkan Penggarapan

KUALA KAPUAS-Mega proyek food estate atau lumbung pangan di Desa…

Rabu, 13 Oktober 2021 11:55

Jangan Terlena Penurunan Covid-19 di Kalteng, Tetap Patuhi Prokes

PALANGKA RAYA-Kasus Covid-19 di Kalteng lebih dari sebulan terakhir ini…

Senin, 11 Oktober 2021 09:59

Bongkar Habis Jaringan Sabu Narapidana, Siap Razia Lapas dan Rutan se-Kalteng

PALANGKA RAYA – Terungkapnya sejumlah jaringan pengedar sabu yang dikendalikan…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:32
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Siswa dan Guru Bertaruh Nyawa Melawan Derasnya Arus, Patungan Beli Tanah untuk Bangun Ruang Guru

Akses jalan menjadi jantung kehidupan masyarakat. Terutama bagi peserta didik…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:13

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:05

Penerimaan PPPK, Minta Pertimbangan Khusus terhadap Guru yang Puluhan Tahun Mengabdi

PALANGKA RAYA-Informasi kelulusan peserta seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:45

Sidang Perdana Mantan Direktur PDAM Tanpa Didampingi Pengacara

PALANGKA RAYA-Kasus tindak pidana korupsi (tipikor) yang menjerat mantan Direktur…

Jumat, 08 Oktober 2021 10:43

Dinkes Dorong PTM Terbatas, Demi Mencetak Generasi Penerus yang Berkualitas

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng tengah mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:35

508 Peserta Tidak Hadir SKD

PALANGKA RAYA-Seleksi kompetensi dasar (SKD) yang dilaksanakan di Unit Pelaksana…

Kamis, 07 Oktober 2021 15:04
Terkait Dugaan Tipikor Kasus Dana Hibah Pilgub 2020

Geledah Kantor KPU Kapuas, Penyidik Kejaksaan Bawa Satu Koper dan 12 Boks

KUALA KAPUAS-Perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Komisi Pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers