MANAGED BY:
SABTU
19 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 23 Agustus 2019 10:59
Dewan Nasional Tetapkan Ibu Kota di Kalteng

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA–Jejak sejarah Kalteng sebagai lokasi ibu kota Indonesia, dibuktikan dengan keberadaan tugu dewan nasional di Museum Balanga, Jalan Tjilik Riwut km 2 Palangka Raya. Tugu setinggi kurang lebih lima meter dengan maskot sebuah guci itu menjadi gagasan awal pembangunan calon ibu kota masa depan oleh Soekarno.

Untuk mengingat kembali jejak sejarah pembangunan tugu dewan nasional itu, Yayasan Gerakan Bersatu Berbuat Manggatang Utus (GB2-MU) Kalteng mengunjungi halaman Museum Balanga, Kamis sore (22/8. Mereka menapaktilasi tugu dewan nasional yang menjadi cikal-bakal penanda Palangka Raya sebagai calon ibu kota baru menggantikan Jakarta.

Ketika menapaktilasi tugu dewan nasional, GB2-MU yang dipimpin oleh Lukas itu menyampaikan dari awal mengenai sejarah pembangunan monument tersebut. Lukas menyebutkan sejarah ini ada dalam buku berjudul Kronik Kalimantan dan pernyataan dari almarhum Prof Roeslan Abdulgani yang kala sebagai wakil dewan nasional dan menjadi atasan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut. Pernyataan tersebut diabadikan oleh Cucu Tjilik Riwut Clara Anindita.

“Penetapan calon ibu kota juga ditetapkan dalam sebuah rapat dewan nasional yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Tjilik Riwut yang kala itu adalah Gubernur Kalteng sebagai anggota dewan nasional,"ungkap Lukas kepada wartawan di kawasan tugu dewan nasional, kemarin.

Pada tahun 1958, Presiden Sokerno memerintahkan Prof Roeslan Abdulgani untuk meresmikan tugu dewan nasional itu. “(Tugu) ini sebagai penanda bahwa inilah tempat atau lokasi calon ibu kota negara dimasa depan. Dan sekarang sudah saatnya Kalteng akan menjadi ibu kota negara," tuturnya.

Sementara dalam video Prof Roeslan Abdulgani yang diabadikan oleh Cucu Tjilik Riwut Clara Anindita beberapa bulan sebelum meninggal, ia memisahkan bahwa Tjilik Riwut selalu memperjuangkan kepentingan daerah tetapi tetap dalam bingkai NKRI. Hal itu yang kemudian sangat dihargai Presiden Soekarno saat itu.

“Salah satu yang diusulkan Tjilik Riwut saat melakukan rapat di dewan nasional, menjadikan kota Jakarta menjadi kota yang baik. Karena kepentingan asing sudah banyak, maka ibu kota harus dipindahkan keluar Jakarta,” tutur Alm Prof Roeslan dalam video yang tadi malam sudah ditonton 4.492 kali itu.

Usulan dari Tjilik Riwut langsung diterima oleh seluruh dewan nasional. Kemudian Bung Karno membentuk panitia untuk menyelidiki hal itu karena sangat tertarik dengan usulan tersebut. “Ini merupakan gagasan yang sangat berani dan melihat masa depan. Namun sayangnya hal itu tidak dilanjutkan oleh kabinet dalam meneruskan gagasan pemindahan ibu kota tersebut,” sesalnya.

Terpisah, selaku salah satu putri dari Tjilik Riwut, Nila Riwut mengungkapkan keputusan yang akan diambil presiden kedepan merupakan kehendak dari Yang Maha Kuasa untuk memindahkan ibu kota baik di Kaltim dan di Kalteng.

"Kita melihat bahwa Kalteng sudah sangat siap untuk menjadi ibu kota negara, tetapi tentu membutuhkan proses yang cukup panjang,"ungkapnya sembari menyebut sebelum ada pernyataan resmi dari pemerintah pusat melalui presiden maka semua isu yang beredar belum dapat dipastikan alias hoaks. (nue/ala)

 

PENETAPAN IBU KOTA TUNGGU KAJIAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara tidak langsung membantah pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil, ?yang mengatakan pemindahan ini sudah ditetapkan di Kalimantan Timur (Kaltim). Pasalnya, sampai saat ini belum ditentukan lokasi tepatnya.

“Akan kita umumkan pada waktunya, masih nunggu kajian, tinggal satu atau dua kajian belum disampaikan kepada saya,” ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/8).

Jokowi mengatakan, pemindahan Ibu Kota ini masih memerlukan kajian yang matang. Sehingga belum bisa diputuskan di provinsi mana yang akan dijadikan ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta. “Jadi masih tunggu satu, dua kajian?,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil mengatakan, saat ini pemerintah memang telah mengkaji beberapa wilayah untuk menjadi ibu kota baru. Namun yang hampir pasti jadi lokasi baru ibu kota adalah Kaltim.

“Kalimantan timur, tapi lokasi spesifiknya yang belum,” ujarnya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (22/8).

Menteri asal Aceh itu memastikan kebutuhan lahan ibu kota baru untuk tahap pertama memerlukan tanah seluas 3.000 hektare yang akan dimanfaatkan guna pembangunan kantor pemerintahan. "Setelah itu luas perluasannya bisa 200-300 ribu ha, sehingga bisa bikin kota, dengan taman kota yang indah, banyak tamannya, orang bisa hidup sehat dan udara bersih. Kita harapkan jadi kota menarik buat dihidupi," kata Sofyan. (nue/ala/jpg)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*