MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 13 Agustus 2019 10:13
UDARA TAK SEHAT..!! TK, SD, dan SMP Libur, SMA Pangkas Jam Belajar
Udara di Palangkaraya sudah tak sehat. Kegiatan di luar rumah pun dikurangi, termausk aktivitas belajar mengajar.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA- Udara di langit Palangka Raya sudah masuk kategori berbahaya. Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memutuskan meliburkan aktivitas belajar mengajar bagi anak Taman Kanak-kanak, murid sekolah dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Berlaku mulai Senin (12/8).

“Melihat pekatnya asap di hari Minggu, maka kami tadi pagi (kemarin, red) meliburkan peserta didik,”ujar Kepala Disdik Kota Palangka Raya Sahdin Hasan.

Kondisi kabut asap fluktuatif, maka meliburkan para peserta didik tidak bisa dipastikan sampai kapan. “Sifatnya belajar di rumah saja, sebab tidak memungkinkan melihat kondisi kabut asap yang pekat,” ungkapnya.

Sumarti Koordinator kurikulum SDN 6 Palangka, mengungkapkan anak-anak memang dipulangkan dan sempat belajar pada pagi hari, karena dipulangkan dan dijemput sesuai instruksi dengan melihat kualitas udara berbahaya, sehingga dipulangkan.

“Sesuai dengan intruksi yang diterima hari ini dipulangkan tapi besok sekolah kembali namun jika kondisi udara masih sama mungkin akan sama seperti hari ini, kita menunggu intruksi saja besoknya,”ucapnya.

Langkah Disdik Kota Palangka Raya tak diikuti oleh Disdik Kalteng. Surat Kepala Dinas Pendidikan Prov Kalteng No 421/1391/Disdik/VIII/2019 kepada kepala sekolah SMA se-Kalteng, kabut asap yg pekat berada di wilayah Kota Palangka Raya dan sekitarnya, sedangkan di beberapa kabupaten kondisi aman terbebas dari kabut asap. Maka proses pembelajaran SMA/SMK/SLB di kota Palangka Raya diundur awal masuk belajarnya dimulai pukul 07.30 WIB, dan lama jam mata pelajaran 30-35 menit/

Selama siswa mengikuti proses pembelajaran harus memakai masker, dan di setiap ruangan diupayakan dipasang kipas angin, serta pintu jendela ditutup agar kabut asap tdk masuk ruang belajar.

"Kita tidak serta merta meliburkan. Tidak bermodal data sehari sebelumnya,"ujar Sekda Kalteng, Fakhrizal Fitri usai mengikuti rapat gabungan Satgas Karhutla, kemarin.

Apakah langkah dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya terlalu dini dan terkesan gegabah?

"Saya berharap koodinasi dengan kita. Karena satu lokasi, keputusan harus bersama,"katanya.

"Tidak ada koordinasi (Disdik Kota dengan Disdik Provinsi Kalteng, red),"tambahnya.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Pm10 mencapai 495, artinya kualitas udara di Kota Palangka Raya berbahaya dan jika terhirup dapat mengakibatkan Inspeksi Saluran Pernapasan (ISPA) bagi masyarakat yang mempunyai penyakit seperti Asma.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya enggan untuk menaikan status siaga menjadi tanggap darurat.

“Sementara untuk kondisi kabut asap di kota fluktuatif. Harus sesuai dengan SOP yang ada untuk menaikan tanggap darurat,” ujar Wakil Wali Kota Palangka Raya Umi Mastikah saat dibincangi usai rakor lintas lembaga di kantor BPBD Kota Palangka Raya, kemarin.

Umi menegaskan, dalam rapat itu pihaknya sedang mengkaji bagaimana mengatasi karhutla sebagai upaya dalam peningkatan sinergitas bersama dalam memberantas karhutla dan kabut asap.

Sementara itu Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya Supriyanto menjelaskan, jika untuk peningkatan status tanggap darurat diperlukan empat indikator yang menjadi faktor utama dalam penilaian pemerintah. Yang pertama adalah faktor kesehatan, ekonomi, transportasi dan pendidikan.

“Selama empat faktor ini belum terpenuhi, maka kenaikan status menjadi tanggap darurat belum bisa dilakukan. Saat ini meningkatkan kewaspadaan saja. Yang jelas aspek terganggunya penghidupan dan kehidupan masyarakat menjadi aspek utama kita juga,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Plt Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya Andjar H Purnomo mengatakan, walaupun kondisi asap cukup parah beberapa hari terakhir ini, pihaknya belum mau membagikan masker standar seperti N95 yang dirasakan cukup efektif untuk melindungi dari partikel debu.

 

 

 

SIAPKAN RUMAH AMAN

Sekda Kalteng Fakhrizal Fitri mengatakan,Pemprov Kalteng akan menyiapkan rumah aman, atau ruang oksigen. Pemprov sejatinya sudah siap dan sudah menyediakan di RSUD dr Doris Sylvanus. Tapi, nanti juga akan didirikan di Kantor Dinas Kesehatan Kalteng, Kantor Dinas Sosial, dan puskesmas. Akan ada petugas medis yang mendampingi.

"Petugasnya kami siapkan. Karena harus ada. Untuk mencegah keracunan, karena diberi oksegen maksimal 15 menit.

Sampai saat ini jumlah masker yang telah dibagikan Dinkes Kalteng adalah hampir 50.000 buah, baik yang dibagikan melalui komunitas masyarakat maupun melalui dinas kesehatan/kota.

“Masker ini merupakan buffer stock. Dinkes tidak membagikannya secara langsung ke masyarakat tetapi melalui komunitas dan dinkes sesuai permintaan,”kata dr Suyuti Syamsul kepada Kalteng Pos.

Terpisah, Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya drg Yayu Indriyatimengungkapkan jumlah penderita ISPA mengalami peningkatan hampir 50 persen dari bulan sebelumnya.

“Sehingga kita menyediakan rumah oksigen dengan enam bad di rumah sakit. Sebelumnya juga Dinas Sosial juga telah membuka rumah oksigen,”ungkapnya.

Keberadaan rumah oksigen tersebut untuk memfasilitasi kepada masyarakat yang membutuhkan layanan akibat sesak napas karena dampak dari kabut asap. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 12 Agustus 2019, pasien ISPA mengalami peningkatan. Jika sebelumnya untuk pasien ISPA rawat jalan 34 pasien dan rawat inap 10 pasien, maka penderita ISPA mencapai 51 orang untuk rawat jalan dan 15 orang rawat inap. (ari/ndo/nue/ram)


BACA JUGA

Selasa, 08 Oktober 2013 17:47

Pencemaran Udara Teru Meingingkat

<div> <div><strong>PALANGKA RAYA &ndash; </strong>Banyaknya terjadi kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*