MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 10 Agustus 2019 20:35
Karena Hal Ini, Pemadaman Karhutla Makin Sulit
Semprotan air dari mobil Armoured Water Cannon (AWC) milik kepolisian membasahi lahan yang terbakar di Jalan Yos Sudarso, beberapa waktu lalu. (AGUS PRAMONO/KALTENG POS)

PROKAL.CO, DUGAAN pembakaran hutan dan lahan alias karhutla terus terjadi. Dilihat dari data luas kebakaran hingga Rabu 7 Agustus, Palangka Raya menduduki peringkat tertinggi karhutla seluas 789,15 hektare. Berbanding terbalik dengan Bartim yakni 0 hektare karhutla.

Laporan harian pos komando siaga darurat bencana asap akibat karhutla 2019, juga mencatatkan Palangka Raya terbanyak kejadian karhutla dengan 365 kali. Berbanding terbalik dengan Gunung Mas yang hanya terjadi 1 kali sejak Januari hingga Agustus 2019.

Karhutla yang masih merajalela, dikhawatirkan berlangsung mengiringi kemarau. Apalagi El Nino kembali terjadi tahun ini. Potensi asap pekat dampak karhutla bisa terjadi.

Sebagai salah satu upaya pencegahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng menyediakan sumur bor untuk pembasahan lahan gambut. Saat ini, tercatat 9.600 seumur bor telah dibangun di Kalteng.

"DLH memiliki fungsi mitigasi yakni pencegaha. Saat ini di Kalteng sudah memiliki 9.600 sumur bor yang berfungsi untuk pembasahan lahan gambut," kata Plt Kepala DLH Kalteng Norliani saat diwawancarai, belum lama ini.

Akan tetapi, yang menjadi persoalan bahwa saat ini karhutla tidak terjadi di area dekat bangunan sumur bor, melainkan sebaliknya. Meski demikian, pihak DLH optimistis bahwa pembangunan sumur bor ini sudah sangat membantu dalam menurunkan tingkat kebakaran dari tahun ke tahun.

"Kejadian kebakaran ini kan tak terduga. Ada kebakaran yang terjadi di area yang sudah terbangun sumur bor, tapi ada juga yang tidak. Sekarang ini sepertinya terjadi di daerah yang jauh dan belum terbangun sumur bor," ucapnya kepada Kalteng Pos.

Menurut Norliani, karhutla sangat dipengaruhi pola iklim yang terjadi di Kalteng. Sebagai contoh El Nino pada 2015 lalu. Saat ini El Nino kembali terjadi setelah berselang waktu empat tahun.

"Iya, karhutla memang dipengaruhi iklim. Apabila sudah masuk musim kemarau, maka rawan terjadi kebakaran di lahan gambut yang terkena api secara sengaja maupun tidak," bebernya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini sudah terbentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), yang membantu menjaga wilayah masing-masing agar tak terjadi kebakaran hutan maupun lahan. Seperti halnya menjaga sumur bor. Tanggung jawab itu diserahkan kepada MPA.

“Sampai saat ini sumur bor berfungsi dengan baik. Tiga atau enam bulan sekali rutin dilakukan pengurasan,” tegasnya.

Selain itu, DLH pun selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan penegak hukum maupun pihak-pihak terkait. (abw/ce/abe)


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 13:48

WADUH..!! Jembatan Tumbang Samba Terancam Diportal

“Kami Juga Akan Melakukan Upaya Hukum untuk Memperjuangkan Hak-Hak Kami”…

Kamis, 23 Januari 2020 12:46

Kasus Demam di Pulpis Akibat Virus Japanese Encephalitis...??

PALANGKA RAYA - Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng tidak berani memastikan…

Kamis, 23 Januari 2020 12:44

ISTIMEWA NIH..!! Taman Nasional Sebangau Bakal Dikunjungi Raja dan Ratu Belanda

PALANGKA RAYA- Camat Sebangau, Teguh mendampingi Sekretaris daerah Kalteng, Komandan…

Kamis, 23 Januari 2020 12:25

Di Tahanan, Terdakwa Pembakar Lahan yang Sudah Kai-Kai Itu Mengaku Gemetaran

MUARA TEWEH-Tak pernah terpikirkan sebelumnya, hari-hari pada masa tuanya dilalui…

Kamis, 23 Januari 2020 11:06

KASIHAN..!! 5 Peladang Divonis 5 Bulan Penjara dan Denda Rp50 Juta

NANGA BULIK - Dewis, hanya bisa duduk pasrah menyaksikan suaminya duduk di…

Rabu, 22 Januari 2020 13:42

Sepuluh Pemda CAT CPNS Mandiri

PALANGKA RAYA-Pelaksanaan tes penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di…

Rabu, 22 Januari 2020 01:15

Temuan Rp 12 M di Bank Kalteng, Kata Gubernur Sedang Diproses OJK, Ini Harus Dituntaskan

PALANGKA RAYA - Temuan Rp 12 Miliar di Bank Kalteng…

Selasa, 21 Januari 2020 11:20

Gubernur Minta Tuntaskan Soal Temuan Uang Rp 12 M di Bank Kalteng

“Nanti kami akan klarifikasi, yang pasti kami konsolidasi dengan komisaris…

Selasa, 21 Januari 2020 10:28

RAJA TEGA..!! Dicekoki "Banyu Bungul" Dulu, Lalu 5 Pria Ini "Gilir" 2 Gadis

TAMIANG LAYANG-Lima pelaku tindak pidana asusila berinisial ASM (22), KIP…

Selasa, 21 Januari 2020 10:22

Anak Tiri Ngigau, Celananya Tersingkap, Bapak Bejat Ini Langsung Nafsu, Selanjutnya Terjadilah....

KUALA PEMBUANG - Entah apa yang ada di benak pria 33…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers