MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Sabtu, 20 Juli 2019 12:06
TENANG..., Karhutla Tak Pengaruhi Pemindahan Ibu Kota

Bappenas Sebut Kalteng Memenuhi Syarat

Karhutla di Kalteng.

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Hari pengumuman ibu kota negara pengganti DKI Jakarta semakin dekat. Tiga provinsi di Kalimantan sama-sama menyatakan kesiapannya menjadi calon ibu kota baru, yakni Kalteng, Kalsel, dan Kaltim. Sebelum diumumkan Presiden RI Joko Widodo, Kementerian PPN/Bappenas RI melakukan dialog terkait pemindahan ibu kota ini. Terakhir dilaksanakan di Hotel Luwansa, Palangka Raya, kemarin (19/7).

Dialog tersebut bermaksud meminta pandangan dari pemerintah daerah dan para pakar, terkait rencana pemindahan ibu kota negara. Dialog yang dimulai pukul 07.00 WIB itu mengangkat tema "Kalimantan untuk Indonesia". Dialog nasional mendalami aspek kesiapan daerah yang menjadi salah satu lokasi ibu kota negara, perspektif lingkungan hidup, serta perspektif sosial dan budaya dalam perencanaan pemindahan ibu kota negara.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, Rudy S Prawiradinata mengungkapkan, isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak terlalu berdampak pada rencana penetapan pemindahan ibu kota. Hal terpenting adalah memerhatikan syarat dan penanganan yang dilakukan.

"Sebab, rencana pemindahan ibu kota bukan hanya kerja pemerintah pusat, tapi bagaimana membangun koordinasi yang baik dengan Bappeda sejak 2017 lalu dalam melakukan pengkajian-pengkajian penting," jelasnya kepada media di Hotel Luwansa, Jalan G Obos, Palangka Raya, kemarin.

Rudy menambahkan, isu permasalahan gambut menjadi hal serius. Perlu penanganan maksimal karena berkaitan dengan isu kebakaran hutan, isu banjir, dan lainnya. Oleh sebab itu, lanjut dia, adanya restorasi gambut dapat mengoptimalkan kekuatan Kalteng sebagai calon ibu kota negara. Apabila ini dioptimalkan, maka akan menjadi salah satu sumber daya yang akan terwujud bila dikelola secara baik dan benar.

"Dari sisi kriteria, Kalteng, Kaltim, dan Kalsel memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, perlu solusi untuk mengisi kekurangan tersebut," tambahnya.

Ditegaskannya, semua daerah di Kalteng memenuhi syarat sebagai lokasi calon ibu kota pemerintahan yang akan ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2019 ini. "Penentuan pengumuman calon ibu kota merupakan kewenangan presiden. Tim hanya mempersiapkan dari sisi teknisnya. Jadi, bukan kami yang menahan-nahan. Sepenuhnya adalah kewenangan presiden," pungkasnya.

Presiden akan cari waktu yang tepat dan tau persis dengan mempertimbangkan masalah sosial, tehnis, infrastruktur dan permasalahan lain-lain. "Dengan adanya dialog seperti itu untuk memastikan kepada masyarakat bagaimana perkembangan yang terjadi dari masing-masing calon ibu kota yang dimaksud,"terangnya lagi.

Kalteng memang memiliki wilayah yang sangat luas. Meski demikian, perlu mencari titik yang paling tepat yang dapat dioptimalkan untuk perencanaan pembanguna ibu kota pemerintahan ke depannya, baik dari sisi teknis mmaupun hal lainnya, dengan meminimalkan dampak yang mungkin bisa terjadi.

Ibu kota negara merupakan sebuah identitas bangsa. Karena itu, luasan hutan yang ada saat ini mesti dipersiapkan untuk mengisi kekurangan sekaligus menjadi salah satu sumber agar dapat membangun negara.

"Kami juga tak ingin terlalu membebani APBDN. Karena itu, harus bisa bekerja sama dengan dunia usaha swasta dan lain-lain," tuturnya.

Sementara itu, dalam sambutannya pada pembukaan dialog nasional tersebut, Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran kembali menegaskan kesiapan Kalimantan Tengah sebagai calon ibu kota negara yang baru.

"Kalteng memiliki sejumlah keunggulan dibanding beberapa daerah lain di Kalimantan. Terutama dari sisi sejarah dan luas wilayah yang dimiliki saat ini," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, gubernur juga mengingatkan sejumlah poin penting yang harus diperhatikan pemerintah pusat sebelum merealisasikan pemindahan ibu kota, apabila Kalimantan Tengah yang terpilih sebagai ibu kota negara yang baru.

“Setidaknya ada dua hal penting yang saya minta agar menjadi perhatian serius pemerintah pusat, yakni aspek ekonomi dan aspek sosial masyarakat Kalteng,” tuturnya. (nue/ce/ala)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 15:13

GAWAT..!! Karena Pekatnya Asap, Heli Water Bombing Lumpuh

SAMPIT- Helikopter Water Bombing tidak bisa melakukan pemadaman di Kabupaten…

Rabu, 18 September 2019 13:58

Diduga Cemburu, Suami Tuduh Istri Selingkuh hingga Bakar Rumah

SAMPIT - Kebakaran rumah terjadi di Jalan Podang, RT 20/RW…

Rabu, 18 September 2019 13:55

Di Palangka Raya, Satu Meninggal Akibat Asap Pekat

PALANGKA RAYA- Satu warga diduga menjadi korban pekatnya kabut asap…

Selasa, 17 September 2019 16:20

64 SUTT Terdampak Karhutla

Karhutla selain melumpuhkan penerbangan, transportasi darat, transportasi air, juga mulai…

Selasa, 17 September 2019 15:23

Bandara Lumpuh, Jalur Air Rawan

SAMPIT- Pemkab Kotim sudah menetapkan status tanggap darurat. Jarak pandang…

Selasa, 17 September 2019 15:17

Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut…

Senin, 16 September 2019 15:10

Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum

BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan…

Senin, 16 September 2019 13:50

Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan…

Senin, 16 September 2019 12:13

Warga Kalteng Memburu Udara Segar

BATITA itu duduk di pangkuan ibunya. Didekap hangat. Perawat berusaha…

Senin, 16 September 2019 01:13

Kalimantan Ditutupi Asap, Penerbangan Lumpuh

PALANGKA RAYA - Kabut asap akibatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*