MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Rabu, 19 Juni 2019 12:47
PT LAK Dinilai Tak Kooperatif

Korwil SBSI Kalteng Sebut Perusahaan Tak Mau Berunding

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS-Pengupahan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) di Kabupaten Kapuas menuai permasalahan. Perusahaan diduga melanggar sistem pengupahan, atau buruh menerima upah tak sesuai ketentuan. Menyikapi adanya persoalan ini, Korwil Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Kalteng diberikan kuasa untuk perjuangkan hak buruh.

Menurut Ketua Korwil SBSI Kalteng, Jasa Tarigan, pengurus Korwil SBSI Kalteng datang sebagai penerima kuasa dari para buruh yang bekerja di PT LAK, untuk beruding dan memberi pendampingan terhadap perselisihan industrial ini.

"Anehnya pertemuan justru dilaksanakan di PT LAK, padahal yang mengundang Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kapuas. Jelas ini tidak netral," ungkap Jasa Tarigan, Selasa (18/6).

Awalnya, lanjut Jasa, direncanakan akan ada perundingan. Namun, pertemuan tidak dilaksanakan karena perusahaan menolak kehadiran Korwil SBSI Kalteng. Padahal pihaknya sudah mendapat kuasa. Sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 21 Tahun 2000, maka tugas SBSI adalah mendampingi, membela kepentingan buruh, dan memerhatikan kesejahteraan buruh.

"Jadi tidak ada hasil, karena perusahaan tidak mau berunding. Buruh PT LAK berencana akan lakukan mogok kerja pada Rabu (19/6), karena perusahaan tak mau berunding," tegasnya.

Jasa menegaskan, pihaknya menilai bahwa PT LAK bertindak semena-mena dengan perampasan hak. Kesepakatan kerja tidak boleh dicabut secara sepihak melainkan kesepakatan kedua belah pihak. Persoalan ini muncul pada awal Mei 2019. Perusahaan mengeluarkan aturan soal upah baru. Kepurtusan itu dinilai tidak sesuai (tidak melalui proses musyarawah) dan dipaksakan untuk diterapkan.

"Menurunnya pengupahan karena adanya perubahan tersebut. Itu yang ditolak oleh para buruh," ucapnya.

Kehadiran Korwil SBSI Kalteng dalam mediasi ini sangatlah positif. SBSI tak ingin karyawan mogok dan hubungan kerja antara perusahaan dan buruh tetap baik. Untuk maksud itu, dibutuhkan musyarawah mufakat terkait pengupahan demi mendapatkan solusi terbaik. Perusahaan juga dianggap melanggar aturannya sendiri. Berdasarkan peraturan perusahaan, maka jam kerja para buruh adalah tujuh jam. Apabila lebih dari tujuh jam, maka akan dihitung sebagai lembur.

"Kita juga merunut Pasal 55 UU Nomor 13 Tahun 2013. Karena itu, perusahaan seharusnya mematuhi undang-undang ketenagakerjaan. Janganlah rampas hak buruh," pungkasnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, perwakilan dari PT LAK belum memberikan penyataan terkait tuntuan dari Korwil SBSI Kalteng selaku kuasa dari buruh perusahaan. (alh/ce/ala)

 


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 09:32

Diterjang Badai, Kapal Susur Sungai Angkut Wisman Tenggelam di DAS Kumai

PANGKALAN BUN – Kapal susur sungai wisata Rimba tenggelam di daerah…

Selasa, 19 November 2019 09:28

Ngaku Malu Dipulangkan, PSK Pilih Buka Usaha

MUARA TEWEH-Pemkab Barito Utara (Batara) sudah memastikan 26-28 November mendatang…

Selasa, 19 November 2019 09:27

Tak Tahu Diri, Nginap di Rumah Keluarga, eh Malah Maling

PULANG PISAU-Donny Putrawansah tak berkutik saat ditangkap polisi di warung…

Selasa, 19 November 2019 09:26

Jalan Sampit-Pangkalan Bun Amblas, Ini Upaya PUPR

PALANGKA RAYA - Ruas jalan yang menghubungkan Kota Sampit-Pangkalan Bun…

Senin, 18 November 2019 10:39

Lima Perampok yang Diamuk Massa, Spesialis Pencuri Sarang Walet

PANGKALAN BUN- Lima orang perampok yang menyatroni kediaman Mariyati ternyata…

Minggu, 17 November 2019 13:57

PARAH..!!! Banyak Bangunan Walet, Cuma 1 yang Taat Bayar Pajak

PURUK CAHU - Sekalipun bangunan gedung walet menjamur di Kabupaten Murung…

Kamis, 14 November 2019 10:26

Bupati Kapuas Kecewa, Pembahasan KUA-PPAS Belum Ada Titik Temu

KUALA KAPUAS-Pembahasan soal KUA-PPAS Kapuas tahun anggaran 2020, belum mendapatkan…

Rabu, 13 November 2019 10:19

Budaya Manugal Bisa Saja Punah, Ini Penyebab-Penyebabnya...

MUARA TEWEH-Bulan November tahun ini, merupakan kesempatan yang tepat bagi…

Rabu, 13 November 2019 10:18

Plisss..!! Jangan Sampai Orang Dayak Tersingkir dari Tanah Leluhurnya

KUALA KURUN-Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Gunung Mas menggelar musyawarah…

Minggu, 10 November 2019 10:47

Keluarga Yakini Kematian Tiga Nelayan Tak Wajar

PANGKALAN BUN - Hingga ditemukannya dua dari tiga nelayan yang hilang,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*