MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 11 Juni 2019 23:33
Audit Lingkungan, Pemprov Akan Turunkan Tim
-

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Aktivitas ilegal dan melanggar aturan hingga merusak lingkungan yang diduga dilakukan oleh salah satu perusahaan besar sawit (PBS) di Kabupaten Seruyan, akhirnya menjadi sorotan Pemprov Kalteng. Pasalnya, penggiat lingkungan meminta agar pemprov melakukan audit lingkungan terhadap PBS perkebunan dan pertambangan. Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalteng dan Save Our Borneo (SOB) pun telah bekerja sama mendampingi warga di sekitar Danau Sembuluh, terkait dugaan aktivitas melanggar aturan atas keberadaan pabrik kelapa sawit (PKS) PT Salonok Ladang Mas (SLM).

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng H Fahrizal Fitri menegaskan, pihaknya akan menurunkan tim untuk memverifikasi seberapa jauh tindakan pencemaran yang telah dilakukan. “Kalau merugikan dan merusak lingkungan, pasti akan ada sanksinya,” tegasnya kepada Kalteng Pos, Senin (10/6).

Audit lingkungan, lanjut dia, bisa dilakukan. Namun, mesti ada laporan yang diterima terlebih dahulu. “Sebab di setiap kabupaten/kota memiliki Dinas Lingkungan Hidup dan pos pengajuan yang bisa menerima laporan soal pencemaran,” lanjutnya.

Apabila kabupaten/kota tidak bisa mengatasi, tambah dia, barulah dilaporkan ke provinsi untuk bersama-sama mencari solusi atau jalan keluar atas permasalahan yang dihadapi.

“Penanganan secara berjenjang. Terlebih dahulu ditangani oleh kabupaten. Kecuali jika kabupaten tidak memiliki pejabat yang berkompeten untuk melakukan pengawasan, maka silakan dilanjutkan kepada pemerintah provinsi,” tambahnya.

Menurut pria yang murah senyum ini, terkait evaluasi perizinan dan lainnya terhadap sektor perkebunan, pertambangan, dan perhutanan (3P) yang beroperasi di wilayah provinsi ini, meski dilihat dari berbagai sudut pandang. “Baik evaluasi penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, maupun kontribusi terhadap pembangunan daerah. Juga dinilai dari sisi lingkungan. Perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan, dan perhutanan harus memerhatikan lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kalteng Rawing Rambang mengungkapkan, pengawasan untuk sektor perkebunan menuntut koordinasi yang baik antara pemprov dan pemerintah kabupaten/kota. “Karena perizinan merupakan kewenangan kepala daerah (kabupaten/kota, red) setempat. Ketika izin dikeluarkan, maka menjadi tanggung jawab mereka. Gubernur bisa melakukan pengawasan secara berjenjang,” tuturnya.

Jika kepala daerah seperti bupati mengalami kekurangan perangkat dan lain-lain, lanjut Rawing, maka gubernur bersama perangkatnya akan turun tangan menyelesaikan permasalahan yang belum bisa ditangani kabupaten/kota.

Terpisah, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng Ermal Subhan mengutarakan, pengawasan tingkat kepatuhan PBS pertambangan sudah mulai membaik. “Memang, (untuk mengurai, red) dari karut-marut masalah menuju arah yang baik, tentu membutuhkan proses. Hal ini yang akan terus ditingkatkan ke depannya. Kami akan tetap memperketat pengawasan. Semua laporan yang diterima dari masyarakat akan kami tindak lanjut,” tegasnya.

Belakangan ini PT SLM menjadi perhatian serius penggiat lingkungan. Perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan diduga melakukan aktivitas ilegal dan melanggar aturan. Salah satunya, pada 2009-2010 perusahaan memindahkan lokasi pembangunan PKS ke lokasi baru yang tak sesuai analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Masih adanya dugaan pelanggaran dalam hal perizinan ini, mendorong para penggiat lingkungan mendesak agar aktivitas maupun perizinan perusahaan pertambangan dan perkebunan yang beroperasi di Kalteng ini dilakukan audit lingkungan. (nue/ce/ami)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 16:20

64 SUTT Terdampak Karhutla

Karhutla selain melumpuhkan penerbangan, transportasi darat, transportasi air, juga mulai…

Selasa, 17 September 2019 15:23

Bandara Lumpuh, Jalur Air Rawan

SAMPIT- Pemkab Kotim sudah menetapkan status tanggap darurat. Jarak pandang…

Selasa, 17 September 2019 15:17

Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut…

Senin, 16 September 2019 15:10

Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum

BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan…

Senin, 16 September 2019 13:50

Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan…

Senin, 16 September 2019 12:13

Warga Kalteng Memburu Udara Segar

BATITA itu duduk di pangkuan ibunya. Didekap hangat. Perawat berusaha…

Senin, 16 September 2019 01:13

Kalimantan Ditutupi Asap, Penerbangan Lumpuh

PALANGKA RAYA - Kabut asap akibatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…

Senin, 16 September 2019 01:10

Wali Kota Minta Maaf ke Warga, Lapor ke Presiden Lewat Media Sosial

PALANGKA RAYA – Semakin parahnya kondisi kebakaran hutan dan lahan yang…

Senin, 16 September 2019 01:06

Mulai Senin Ini, Jam Masuk Kerja ASN Dimundurkan

PALANGKA RAYA – Setelah meniadakan proses belajar mengajar atau meliburkan sekolah,…

Minggu, 15 September 2019 09:13

Prediksi Pilgub Kalteng, Selain Dari Parpol ada 1 Independen

PALANGKA RAYA-Pengamat Politik Kota Palangka Raya Dr Jhon Retei Alfri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*