MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 19 Mei 2019 11:37
Wacana Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan
Gubernur Usulkan Infrastruktur Mendukung Ibu Kota Baru
Pembangunan berbagai sektor usaha mulai dari perhotelan, proferty terus berkembang di Kota Palangka Raya menyusul masuk sebagai salah satu kandidat kuat calon ibu kota baru, tampak pemandangan Kota Cantik saat diabadikan dari atas. (DENAR/KALTENG POS)

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Beberapa hari setelah Presiden Joko Widodo melakukan peninjauan ke Kalteng sebagai kandidat pemindahan ibu kota, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran kembali menghadap ke Istana Negara, Selasa (14/5). Pertemuan dengan orang nomor satu di Indonesia itu dalam rangka menindaklanjuti rencana pemindahan ibu kota ke Bumi Tambun Bungai ini.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri membenarkan hal itu, pasalnya dalam pertemuan itu gubernur Kalteng melakukan koordinasi dan menyampaikan beberapa usulan kepada presiden secara langsung. Beberapa usulan tersebut yakni kegiatan dalam rangka menyiapkan infrastruktur mendukung ibu kota baru.

“Iya, pada Selasa lalu gubernur memang menghadap bapak presiden (Ir Joko Widodo) dalam rangka melakukan koordinasi terkait pemindahan ibu kota baru ke Kalteng,” ucapnya saat dikonfirmasi Kalteng Pos via telepon, Sabtu (18/5).

Beberapa infrastruktur yang menjadi usulan pembahasan di antaranya peningkatan jalan nasional trans Kalimantan, jalan menuju pelabuhan seperti di Pelabuhan Bahaur, Pelabuhan Sigintung dan Bagendang serta jalan menuju Pelabuhan Roro di Pangkalan Bun.

“Jalan lainnya yakni jalan yang menghubungkan antara Kalteng dengan Kalimantan Barat (Kalbar),” ucapnya mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

Selain usulan jalan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) juga mengusulkan terkait penyediaan food estate hingga usulan adanya pembangunan waduk. Menurutnya, waduk ini nantinya dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik serta pemenuhan sumber air dan pengairan pertanian di Kalteng. 

“Presiden merespon dan akan dibicarakan selanjutnya karena ada hal-hal lain yang juga bagus dan kami akan mengkomunikasikan lebih lanjut dengan Bappenas,” beber pria yang kerap mengenakan peci hitam ini.

Sementara itu, pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng ini menjamin bahwa pemindahan ibu kota ke Kalteng akan tetap memperhatikan sisi lingkungan. Seperti diketahui sebelumnya, Kalteng mendapat penghormatan sebagai paru-paru dunia.

“Tentu pembangunan kota nanti tetap memperhatikan sisi lingkungan, memang benar bahwa Kalteng mendapat gelar sebagai paru-paru dunia maka kami akan tetap mempertahankan itu,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan yang ditetakan sebagai paru-paru dunia salah satunya adalah kawasan di Taman Nasional Sebangau dan di hulunya ada kawasan jantungnya Kalimantan. Jadi, katanya, nantinya pembangunan-pembangunan yang ada tetap memperhatikan lingkungan.

“Nanti konsepnya Smart, Green and Beautifull City, bicara smart berarti nanti kota yang memiliki high tekhnologi yakni kota yang cerdas dan green adalah kota yang teduh dan hijau sehingga tercipta kota yang indah atau disebut beautifull,” jelas mantan Kepala DLH Kotawaringin Barat (Kobar) ini.

Tetapi, tambah dia, semua tentu menuggu keputusan dari Pemerintah Pusat. Yang pasti, Pemprov Kalteng telah memaparkan beberapa potensi yang ada. Memang, daerah lain yang juga menjadi kandidat pemindahan ibu kota juga memiliki keunggulan.

“Semua keputusan ada di Pemerintah Pusat, daerah lain juga sama-sama memiliki keunggulan tetapi satu yang tidak ada di daerah lain yakni sejarah bahwa presiden pertama RI mengharapkan bahwa Kota Palangka Raya menjadi ibu kota negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, terkait wacana pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke luar Pulau Jawa terus dimantapkan. Alokasi anggaran untuk pembangunan ibu kota baru ini, dipastikan tidak akan mengganggu alokasi anggaran untuk program lainnya. Jika ditotal pembiayaannya, mencapai Rp466 triliun rupiah. Dari jumlah tersebut, ada sekitar Rp8 triliun yang digunakan untuk pengadaan lahan.

Dalam dialog pembangunan ibu kota negara di Jakarta, Kamis (16/5), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro telah memaparkan estimasti-estimasi pembiayaan yang akan dikeluarkan untuk pembangunan ibu kota baru ini. Totalnya ada empat komponen, meliputi pembangunan istana negara, gedung eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga pengadaan lahan.  

Alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk pembangunan ibu kota baru sebesar Rp30,6 triliun. Anggaran itu akan digelontorkan dalam jangka waktu beberapa tahun, tapi sesuai waktu pembangunan. Ia mencontohkan, adaikan dalam lima tahun, maka setahun akan disediakan sekitar Rp6 triliun.

"Dari alokasi APBN sebesar Rp30,6 triliun itu, sekitar Rp18,6 triliun digunakan untuk membangun Istana Negara dan bangunan strategis untuk TNI dan Polri. Sementara Rp8 triliun digunakan untuk pengadaan lahan dan Rp 4 triliun untuk kebutuhan ruang terbuka hijau. Total kebutuhan anggaran untuk pembangunan ibu kota diperkirakan mencapai Rp466 triliun,” ungkap Bambang di Jakarta.

 Untuk menutupi kekurangan APBN, lanjut Bambang, sebanyak Rp340,6 triliun diharapkan bersumber dari skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Pihak swasta diharapkan memberikan kontribusi sebesar Rp95 triliun. Kebutuhan anggaran yang akan berasal dari swasta dan BUMN, kata dia, bukan menjadi pengeluaran, melainkan investasi untuk pelaku usaha. (abw/ala)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 22:42

Beha dan Celana Dalam Jadi Saksi Bisu

KUALA KAPUAS- Sungguh miris nasib salah seorang gadis desa, sebut saja…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:38

Dugaan Korupsi Bupati Kotim, KPK Lakukan Penggeledahan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Tanjungpinang, Kepulauan…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:34

Kembali, Warga Bakar Lahan, Ya Ditangkap..!!

PANGKALAN BUN – Seorang warga bernama Salamin (67), ditangkap usai melakukan pembakaran…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:12

Akar Bajakah Bakal Tak Boleh ke Luar Kalteng

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng akhirnya membahas tumbuhan bajakah tunggal…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:09

Korban Disetubuhi Lalu Direkam

KUALA KAPUAS- Sungguh miris nasib salah seorang gadis desa, sebut…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:08
Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Sugianto Harapkan yang Terbaik untuk Bangsa

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menghadiri pembukaan konsultasi regional…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:30

Penderita ISPA Naik 100 Persen, 64 Lokasi Karhutla, 5 Ditetapkan Tersangka

PALANGKA RAYA-Hujan deras mengguyur Kota PalangkaRaya tadi malam, diyakini mampu…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:30

Mendadak Populer, Akar Bajakah Khawatir Diekploitasi Habis-Habisan

Kayu yang mendadak popular ini dipercaya bisa diolah menjadi obat…

Senin, 19 Agustus 2019 12:25

Soal Ibukota Negara, Gubernur Kalteng Bilang "Kami Tak Meminta", Tapi...

PALANGKARAYA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa ibu kota negara yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:23

Tiga Lahan Perusahaan di Kalteng Disegel, Pembakar Lahan Diamankan

PALANGKA RAYA-Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*