MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 17 Mei 2019 00:58
RASAKAN..!! Dua ABG Pencabul Saudara Kandung Divonis Lebih Berat

PROKAL.CO, NANGA BULIK - Dua anak baru gede (ABG) di Lamandau dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat pekan lalu. Dua ABG itu terlibat persetubuhan terhadap korban yang juga merupakan anak di bawah umur, sehingga divonis bersalah, masing-masing dengan hukuman 2 dan 4 tahun penjara ditambah mengikuti pelatihan kerja 3 bulan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamandau Rachmad Surya Lubis menjelaskan, dua terpidana merupakan anak di bawah umur yang terlibat kasus persetubuhan.

"Keduanya sudah kami eksekusi pada Jumat (10/5) lalu, dan langsung dikirim ke Lapas Pangkalan Bun," kata Rachmad Lubis saat dihubungi, Rabu (15/5).

AS melakukan tindak pidana memaksa seorang anak perempuan untuk melakukan persetubuhan dengannya yang dilakukan secara berlanjut.

AS divonis hakim Pengadilan Negeri Nanga Bulik dengan pidana penjara 2 tahun dan mengikuti pelatihan kerja selama 3 bulan.

"Anak ini ditangkap pada 2 April 2019 lalu, dan juga telah ditahan dalam rumah tahanan negara sejak 3 April, dan tanggal 10 Mei lalu langsung dieksekusi," jelasnya.

Pada sebelumnya, jaksa menuntut dengan hukuman 3 tahun penjara dan denda subsider mengikuti pelatihan Kerja, karena terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap seorang wanita di bawah umur dengan ancaman atau kekerasan yang dilakukan secara berlanjut.

Pria 43 tahun ini juga menjelaskan terpidana AS telah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan memaksa korban yang masih berusia 13 tahun untuk melakukan hubungan layaknya suami istri dengan dia. Persetubuhan itu dilakukan sebanyak 3 kali. Yaitu pada 5 Februari, 16 Februari dan 15 Maret di mes PT GCM. "Korban menolak, namun diancam akan dibunuh, dan bahkan sempat dicekik serta diancam menggunakan pisau dapur," ungkapnya.

Sementara terpidana AF yang berusia 15 tahun dituntut jaksa penuntut umum Bruriyanto Sukahar dengan hukuman 6 tahun penjara. Sementara hakim menjatuhkan vonis penjara 4 tahun dan mengikuti pelatihan kerja selama 3 bulan.

Ternyata, vonis hakim lebih berat terhadap ABG yang baru duduk kelas 3 SMP ini. Karena korbannya adalah adik kandungnya sendiri yang baru kelas 1 SMP dan berusia 13 tahun. "Dia melakukan persetubuhan terhadap adik kandungnya sebanyak 7 kali. Karena anak ini tampaknya sudah kecanduan video porno," jelasnya.

Kendati demikian,  penegak hukum masih memberikan hak baginya untuk mengikuti ujian nasional di sekolah di bawah pengawalan aparat.

 Proses sidang pelaku di bawah umur itu dilakukan lebih cepat dibanding pidana umum lainnya. Hanya dalam waktu dua minggu atau dua kali sidang, perintah undang-undang terhadap sistem peradilan anak di Indonesia yakni UU Nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan terhadap anak. (*cho/ens/ctk/nto)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 22:38

Dugaan Korupsi Bupati Kotim, KPK Lakukan Penggeledahan

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di Tanjungpinang, Kepulauan…

Rabu, 21 Agustus 2019 22:34

Kembali, Warga Bakar Lahan, Ya Ditangkap..!!

PANGKALAN BUN – Seorang warga bernama Salamin (67), ditangkap usai melakukan pembakaran…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:12

Akar Bajakah Bakal Tak Boleh ke Luar Kalteng

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng akhirnya membahas tumbuhan bajakah tunggal…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:09

Korban Disetubuhi Lalu Direkam

KUALA KAPUAS- Sungguh miris nasib salah seorang gadis desa, sebut…

Rabu, 21 Agustus 2019 12:08
Soal Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan

Sugianto Harapkan yang Terbaik untuk Bangsa

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran menghadiri pembukaan konsultasi regional…

Selasa, 20 Agustus 2019 13:30

Penderita ISPA Naik 100 Persen, 64 Lokasi Karhutla, 5 Ditetapkan Tersangka

PALANGKA RAYA-Hujan deras mengguyur Kota PalangkaRaya tadi malam, diyakini mampu…

Selasa, 20 Agustus 2019 12:30

Mendadak Populer, Akar Bajakah Khawatir Diekploitasi Habis-Habisan

Kayu yang mendadak popular ini dipercaya bisa diolah menjadi obat…

Senin, 19 Agustus 2019 12:25

Soal Ibukota Negara, Gubernur Kalteng Bilang "Kami Tak Meminta", Tapi...

PALANGKARAYA-Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan bahwa ibu kota negara yang…

Senin, 19 Agustus 2019 12:23

Tiga Lahan Perusahaan di Kalteng Disegel, Pembakar Lahan Diamankan

PALANGKA RAYA-Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan…

Minggu, 18 Agustus 2019 20:16

Kondisi Memburuk, Korban Keracunan Dirujuk ke RSUD

KUALA KAPUAS - Warga yang diduga menjadi korban keracunan makanan di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*