MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Rabu, 20 Maret 2019 11:28
Kecam Peredaran Miras Oplosan

Pemko Bakal Invetarisir Produksi Rumahan

ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Bisnis peracikan dan penjualan minuman keras ilegal dan oplosan selama kurang lebih enam bulan oleh tiga tersangka, Paulus Rahen, Ledy S Fajar, dan Tjihang Julius, mendapat kecaman serius dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan(BPOM) Kalimantan Tengah.

"Sangat disesalkan. Kok bisanya berani mengedarkan miras tanpa izin produk dan izin edar," ucap Kepala BPOM Kalteng Trikoranti Mustikawati kepada Kalteng Pos, kemarin (19/3).

Menurut Ranti, pengedaran miras tanpa mengantongi izin, apalagi berupa miras oplosan, bukan hanya melawan hukum, tetapi juga merupakan sebuah tindakan kesengajaan untuk mencelakakan konsumen.

"Yang harus dipikirkan bukan hanya soal mengantongi izin penjualan atau tidak, tetapi harus dilihat lebih jauh bagaimana usaha ilegal ini mengancam keselamatan konsumen," jelasnya.

Oleh karena itu, selain melakukan upaya pencegahan terhadap beredarnya produk tanpa izin, pihak BPOM juga terus-menerus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar senantiasa berhati-hati dan kritis dalam membeli atau mengonsumsi produk mana pun yang tak mengantongi izin edar.

"Selain melakukan pencegahan dan penindakan, kami juga sudah dan sedang melakukan sosialisasi. Dengan harapan masyarakat kita tidak terjebak dan menjadi korban dari para penjual yang tidak bertanggung jawab itu," tambahnya.

Berkaitan dengan kasus yang menimpa Tjihang Yulius dan dua sahabat lainnya, Ranti meminta pihak Disperindag kota maupun pemprov untuk tegas dalam memberikan izin produksi. Juga mesti sering melakukan pengawasan terhadap sejumlah produk yang tidak memiliki izin produksi.

"Kalau untuk produk ilegal, kewenangannya pada Disperindag. BPOM hanya berurusan dengan peredaran atau penjualan," ujarnya.

Penangkapan terhadap tiga tersangka pembuat dan penjualmiras oplosan, juga mendapat perhatian serius Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin. Wali kota sangat mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian yang berhasil mengungkap praktik penjualan miras oplosan tersebut. Wali kota pun berjanji bahwa pihaknya akan berupaya memperketat pengawasan dan mendata ulang produksi rumahan yang ada di kota cantik ini.

“Tentunya bersama dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) akan mendata atau menginvetarisasi ulang home industry yang ada di wilayah kota ini,” tegasnya saat ditemui di Aula PK II, kemarin.

Fairid menambahkan, informasi dan laporan warga terkait keberadaan industri rumahan di lingkungannya, akan sangat bermanfaat sebagai deteksi dini pencegahan praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat luas.

“Kami sangat harapkan adanya forum atau informasi dari pihak mana pun. Itu akan menjadi dasar untuk upaya melakukan deteksi dini,” tandanya.

Terpisah, Kepala Disperindag Kota Palangka Raya, Ikhwanudin menyebutkan, adanya kasus seperti ini mendorong pihaknya untuk lebih memperketat pengawasan atas peredaran makanan atau minuman di kota ini.

Sebelum dipasarkan, para pelaku atau pemilik industri rumahan ini harus mengantongi dan memiliki berbagai izin yang terkait dengan usahanya. Jangan sampai justru membahayakan dan merugikan masyarakat itu sendiri.

“Apabila belum memiliki izin dari intansi terkait, maka tidak boleh memproduksi makanan dan minuman secara besar-besaran. Apalagi terkait keamanan dari produk itu untuk kesehatan,” pungkasnya. (old/ari/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 28 Maret 2019 10:14

WADUH..!! Kalteng Peringkat 4 Penderita Stunting se Indonesia

PALANGKARAYA- Saat ini Kalimantan Tengah (Kalteng) menduduki peringkat keempat terburuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:28

Kecam Peredaran Miras Oplosan

PALANGKA RAYA-Bisnis peracikan dan penjualan minuman keras ilegal dan oplosan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:25

GEGER..!! Misterius, Tiba-tiba Keluar Darah di Leher Wanita Ini

PALANGKA RAYA-Peristiwa tak terduga dialami oleh aparatur sipil negara bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:20

Perusahaan Wajib Hargai Bukti Milik Masyarakat

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri…

Jumat, 15 Maret 2019 13:48

Kejaksaan Musnahkan Barbuk Puluhan Perkara

PALANGKARAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya memusnahkan barang bukti (barbuk)…

Minggu, 10 Maret 2019 12:56

Penduduk Bertambah, Tapi Bentang Alam Sebangau Wajib Dijaga

PALANGKARAYA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendukung kegiatan perlindungan dan pelestarian…

Minggu, 10 Maret 2019 12:49

Soal Sampah, Tanggungjawab Pemda Dong..!!

PALANGKA RAYA – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka…

Minggu, 24 Februari 2019 12:23

Dua Kelompok Tawuran, Ditangkap Lalu Dijemur

 Bundaran Besar mendadak heboh dengan adanya anak Puntun dan Mendawai…

Kamis, 21 Februari 2019 09:58
Orangtua Tak Terima Anaknya Tak Lulus Tes CPNS

Kontroversi CPNS Kapuas Belum Diketahui BKN

PALANGKA RAYA-Hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten…

Kamis, 21 Februari 2019 09:56

Buruh Memilih, PBS Wajib Meliburkan atau Membuat Giliran

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berharap perusahaan besar swasta (PBS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*