MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Jumat, 07 Desember 2018 14:40
Permintaan Wakapolda kepada Ditpolairud Polda Kalteng
Awasi Aktivitas di Laut dan Sungai, Cegah Penebangan Liar
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Rikwanto saat diwawancara awak media usai kegiatan di Ditpolairud Polda Kalteng, Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, Rabu (5/12). (BAHTIAR/KALTENG POS)

Kekayaan alam yang ada di Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup berilimpah. Seperti kekayaan hutan maupun pesona alam, hingga keindahan perairan. Oleh sebab itu, sangat penting melestarikan kekayaan alam, yaitu menjaga kekayaan hutan agar tidak dirusak.

 

BAHTIAR EDY FAISAL, Sampit

KEINDAHAN alam menjadi daya tarik tersendiri salah satu wilayah. Termasuk halnya di Kalteng. Untuk itu, selain menjaga keamanan daerah, polisi juga harus meningkatkan pengawasan untuk menjaga kekayaan alam serta mencegah penebangan hutan secara liar atau aktivitas illegal logging.

Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Rikwanto menjelaskan, selain melalui jalur darat, Polri juga perlu mengawasi aktivitas illegal logging melalui air. Karena Kalimantan Tengah merupakan daerah hutan yang banyak airnya. Tidak sedikit para pelaku penebang kayu. Baik legal maupun ilegal, sering memanfaatkan jalur air untuk membawa kayu.

“Polair salah satu fungsinya mengamankan jalur terserbut (maksudnya jalur air) yang kebanyakan digunakan lewat sungai untuk illegal logging. Kita berharap Ditpolair (Direktorat Polisi Air Polda Kalteng) bisa mampu menjaga kekayaan hutan Kalimantan Tengah dengan melakukan pengamanan terhadap aktivitas illegal logging,” kata Rikwanto saat dibincangi di halaman Ditpolarud Polda Kalteng, Rabu (5/12) lalu.

Rikwanto juga minta kepada masyarakat, jika melihat ada aktivitas penebangan liar bisa menyampaikan ke polisi untuk melakukan tindakan hukum.

“Untuk beberapa kasus sudah ditangani. Kalau masyarakat ada melihat illegal logging lewat sungai, laporkan ke Polair agar bisa ditindaklanjuti dan diamankan dan tidak terjadi lagi penebangan hutan,” ungkap mantan Karo Multimedia Divhumas Polri itu.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1988 itu berharap, agar di usianya yang ke-68, Polairud harus bisa melayani kegiatan masyarakat di wilayah ini.

Wakapolda berharap agar Polair selalu menjaga keamanan dan pengamanan di jalur perairan. Terutama jalur sungai dan laut di wilayah Kalimantan Tengah. (*)


BACA JUGA

Rabu, 09 Oktober 2013 17:17

Dalam Waktu Dekat Akan Ditetapkan Tersangka

<div> <div>PALANGKA RAYA-Keseriusan jajaran Polres Katingan dalam menangani tindak pidana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers