MANAGED BY:
RABU
18 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin
Terdakwa dan Saksi Saling Membantah
Sidang kasus korupsi yang menjerat terdakwa mantan kepala BPN Kotim Jamaludin, memasuki babak akhir, Kamis (6/12). (ARNOLD/KALTENG POS)

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko pengukuran disediakan kantor wilayah BPN Kotim atau dibeli? Serentak para saksi menjawab: “Disediakan kantor dengan alasan untuk keseragaman”. Meski demikian, soal legalitas batas tanah dalam pengukuran, kembali menjadi pertanyaan hakim. Para saksi pun tidak tahu.

 

ARNOLDUS MAKU, Palangka Raya

=============================-

SIDANG kasus korupsi program IP4T dengan terdakwa mantan kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kotim, Jamaludin, memasuki babak akhir. Sidang beragendakan pleidoi atau pidato pembelaan, dilakukan Jamaludin dengan penuh semangat di Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Kamis (6/12).

Seperti pada umumnya terdakwa dalam persidangan, pembelaan berisikan permintaan sang terdakwa untuk mendapat keringanan hukuman.

Dalam sidang dipimpin Hakim Alfon itu, Jamaludin membacakan pembelaan yang menyatakan bahwa keterangan saksi dalam persidangan, tidak sesuai dengan berita acara dalam penyelidikan yang dilakukan pihak kejaksaan. Selain itu, ia pun mengatakan bahwa dirinya sangat kooperatif selama proses persidangan.

Atas dasar itu, mantan kepala BPN Kotim yang memiliki ratusan sertifikat tanah itu, meminta majelis hakim untuk mempertimbangkan keputusan yang akan diberikan kepadanya.

Meskipun sudah di penghujung proses peradilan terkait kasus program inventarisasi penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah (IP4T), akan tetapi Jamaludin masih memulai lagi kasus baru terkait persoalan penerbitan sertifikat tanah di Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur.

Pantauan Kalteng Pos, usai membacakan pembelaan, sidang dilanjutkan dengan keterangan sepuluh saksi terkait kasus tanah Disdik Kotim, dengan terdakwa Jamaludin.

Dari sepuluh saksi yang diperiksa, beberapa di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Termasuk Darmawi, sang juru ukur yang sedang menunggu vonis hakim dalam kasus yang sama dengan atasannya itu.

Pemeriksaan saksi yang berlangsung hampir kurang lebih setengah hari itu, berlangsung alot.

Berkaitan dengan proses pengukuran dan penerbitan sertifikat, hakim melontarkan pertanyaan apakah dilakukan sesuai prosedur atau tidak?

Menanggapi pertanyaan itu, para saksi menjawab: “Sudah sesuai”.

Dalam kaitannya dengan blanko, hakim kembali bertanya: “Apakah blanko pengukuran disediakan kantor wilayah BPN Kotim atau dibeli?”

Serentak saksi menjawab: “Disediakan kantor dengan alasan untuk keseragaman.”

Namun, berkaitan dengan sah atau tidaknya batas-batas tanah dalam pengukuran yang ditanyakan oleh jaksa, para saksi mengatakan tidak tahu.

Sejumlah keterangan saksi dibantah Jamaludin. Ia meyakini penerbitan sertifikat tanah Disdik Kotim sudah sesuai prosedur. Sebab, menurutnya sudah melalui proses pengujian hingga ke Mahkamah Agung (MA).

Terhadap bantahan ini, majelis hakim mengingatkan Jamaludin untuk bisa memberikan sanggahan pada saat agenda pembelaan nantinya.

“Nanti bisa membantah di saat pembelaan nanti,” ujar Alfon. (*/ce)


BACA JUGA

Selasa, 01 Maret 2022 12:12
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Tak Bisa ke Masjid, Salat Jemaah di Selasar Kamar Hotel

Setelah beranjak dari Masjid Quba, rombongan langsung menuju lokasi karantina.…

Selasa, 01 Maret 2022 12:11
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Salat Magrib Berjemaah di Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Rasa lelah menjalani penerbangan kurang lebih selama 10 jam dari…

Selasa, 01 Maret 2022 12:09
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Alhamdulillah Bisa Berangkat setelah Dua Tahun Tertunda

Pemerintah Arab Saudi resmi membuka pintu masuk bagi jemaah umrah…

Rabu, 16 Februari 2022 11:18

Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya

Meski kehidupan di balik jeruji besi tak mudah menjalani, tapi…

Selasa, 15 Februari 2022 09:12
Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya (1)

Dibekali Keterampilan, Diwanti-wanti Jangan Melanggar Hukum Lagi

Ruang pojok kreasi warna rupa merupakan wujud kreasi para warga…

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:52
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Tak Bisa Sekolah Daring, Jangankan Internet, Telepon Pun Susah

Lurah Kameloh Baru Rulissantie saat ditemui di kantornya mengatakan, pada…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:50
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kameloh Baru

Murid Tak Mengeluh karena Sudah Terbiasa Susah

Sajidin yang sudah mengabdi menjadi guru sejak 1990 ini menjabarkan,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:51
Dari Pemilihan Duta Tambun Bungai Kalteng 2021

Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Promosikasi Budaya dan Pariwisata

Andra Pratama dan Yoan Agnes Theresia akhirnya dinobatan sebagai Duta…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers