MANAGED BY:
JUMAT
06 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 12 Oktober 2018 10:20
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (1)
Tak Ada Danau, Sumber Air Diambil dari Tujuh Rumah
Ki Dalan Sucipto Hadi Susilo (baju putih) saat melakukan prosesi siraman kepada peserta ruwatan, di Aula Disnakertrans Kalteng, Sabtu (6/10). (ANISA/KALTENG POS)

Alunan musiknya disebut gending. Alunan itulah yang sudah terdengar sejak azan Magrib usai dikumandangkan. Satu per satu peserta ruwat berdatangan. Ada yang tua, muda, laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak. Jumlah seluruhnya 12 orang.

Peserta ruwat harus memiliki syarat ruwat. Di antaranya, ontang-anting. Artinya, anak tunggal laki-laki atau perempuan. Sendang kapit pancuran, yaitu tiga orang anak yang berselang-seling (laki-laki-perempuan-laki-laki). Pancuran kapit sendang, yaitu tiga orang anak yang berselang-seling (perempuan-laki-laki- perempuan). Anak kembar. Kembang sepasang, yaitu dua anak perempuan. Kendhana-kendhini, yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan.

“Sebenarnya syarat orang yang harus diruwat banyak. Tapi yang sering dilakukan seperti yang disebutkan itu,” ucap Ki Dalang Sucipto Hadi Susilo.

12 orang itu berbalut kain ikhram berwarna putih. Duduk paling depan berjejer menyamping. Para panitia mengenakan baju adat Jawa. Baju lurik. Bermotif garis-garis ke bawah, berwarna cokelat. Serasa berkumpul dengan puluhan orang Jawa. Mereka, adalah orang Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Sleman, yang sudah lama merantau ke Bumi Tambun Bungai ini.

Sesaji berupa tebu, pisang, kelapa, dan masih banyak lainnya, adalah salah satu kewajiban yang harus disajikan sebagai syarat ruwatan. Penonton mulai berdatangan. Yang hadir adalah masyarakat Kalteng perantau dari Kabupaten Sleman.

Sucipto, bukan hanya sebagai dalang pergelaran wayang. Namun, juga menjadi pemandu proses ruwatan. Dialah yang melakukan prosesi siraman.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 09 Juli 2021 11:16
Mengikuti Kegiatan Donasi Literasi di Tanjung Pusaka (2/selesai)

Desanya Hanya 400 Meter, Satu Sekolah 14 Murid

Menikmati fasilitas pendidikan yang layak merupakan hak bagi setiap anak…

Senin, 14 Juni 2021 11:05

Melihat Keberadaan Bank Sampah Jekan Mandiri, Anggota Mencapai Ratusan Orang, Hasilnya Cukup Menggiurkan

Masalah sampah menjadi persoalan klasik di kota-kota yang sedang berkembang.…

Selasa, 07 Juli 2020 12:40
Mengenal Lindu Anugraha, YouTuber Kalteng yang Mengusung Kearifan Lokal (2/selesai)

Konsisten Bikin Konten, Warga Dilibatkan sebagai Model

Menjadi salah satu peraih silver play button dari YouTube tentunya…

Selasa, 10 Maret 2020 11:56

Abdullah Gampang, Perintis Usaha Ukiran Kayu Motif Dayak

Hasil kerajinan khas Dayak semakin terkenal dan banyak peminatnya. Mulai…

Senin, 02 Maret 2020 14:33

Madu Borneo Mellifera, Merambah Pasar Nasional dan Internasional

Kemasan begitu menarik. Peta Pulau Kalimantan tampak besar. Berwarna Hitam.…

Senin, 27 Januari 2020 12:28

Mengintip Produksi Makanan Olahan IRT Kalampangan

Kreativitas ibu rumah tangga (IRT) di Kelurahan Kalampangan benar-benar tanpa…

Jumat, 22 November 2019 23:25
Angkie Yudistia, Stafsus Presiden Penyandang Tunarungu dengan Segudang Prestasi

"Sudah Waktunya Disabilitas Bukan Kelompok Minoritas"

SATU di antara tujuh staf khusus presiden Jokowi dari kalangan milenial…

Senin, 23 September 2019 10:51

Cerita Heroik Pemadam Karhutla di Kalteng

Mereka patut mendapat apresiasi lebih. Tak banyak waktu berkumpul dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers