MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 04 Oktober 2018 10:32
Mantan Pejabat Nyambi Jual Obat Terlarang
Kabag Ops AKP Asdini Pratama Putra didampingi Kasatresnarkoba AKP Dhani S (kanan, duduk) menunjukkan barang bukti obat terlarang, kemarin (3/10). (LOGMAN KALTENG POS)

PROKAL.CO, TAMIANG LAYANG- Wance alias Bapak Riko tidak sadar telah diincar polisi. Pria yang diketahui sebagai mantan pejabat di DLH Kabupaten Bartim tersebut terbukti menjual atau mengedarkan obat terlarang.

 

Pria 62 tahun diciduk dikediamannya Desa Tewah Pupuh, Kecamatan Benua Lima, Senin (1/10) sekitar pukul 14.46 WIB. Barang bukti yang disita polisi sebanyak 1.380 butir obat seledryl yang tidak memiliki izin edar.

Selain Wance, polisi juga mengamankan dua tersangka lain yakni, Hamdani (32) dengan barang bukti obat samcodin sebanyak 527 butir dan Mufid Deva Herman (43) dengan obat seledryl sebanyak 5.016 butir. Keduanya ditangkap selama sepekan terakhir dalam waktu dan tempat berbeda.

"Untuk Hamdani TKP Desa Jaar Kecamatan Dusun Timur dengan hari sama dengan pensiunan ASN Wance hanya waktu berbeda sekitar pukul 16.45 WIB. Sedangkan Mufid di Desa Unsum Kecamatan Raren Batuah Selasa (25/9) pukul 11.45 WIB lalu,"kata Kapolres Bartim AKBP Wahid Kurniawan melalui Kabag Operasional AKP Asdini Pratama Putra didampingi Kasaresnarkoba AKP Dhani, Rabu (3/10).

Menurut Asdini, jajaran Satresnarkoba berhasil melakukan pengungkapan berdasarkan informasi masyarakat yang resah selama ini. Bahkan, sebut dia, di antara pelaku yang menjual tidak hanya warga dewasa namun sasarannya pelajar.

Hal itu, sambung Kasatreskoba, dengan sebelumnya polisi yang menerima informasi dari salah satu sekolah di Tamiang Layang maupun Ampah. Sejumlah pelajar tertangkap tangan para tenaga pendidik dalam kondisi mabuk obat. "Dari sana dilakukan pengembangan dan akhirnya ketiga pelaku mulai terkuak," imbuhnya.

Pelaku masih dimintai keterangan untuk pengembangan. Sedangkan ketiganya sama dijerat dengan Pasal 196 Ju Pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36/2009 tentang kesehatan.

 

"Terancam hukuman penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak satu miliar," tandasnya. (log/ram)


BACA JUGA

Senin, 25 Mei 2020 11:52

Ini Data Terbaru Kasus Covid-19 di Kalteng

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan…

Kamis, 14 Mei 2020 15:04

Jalan Masuk ke Palangka Raya Tutup Total, 700-an Kendaraan Putar Balik

Semenjak pemberlakuan PSBB, semua jalan yang menjadi akses keluar masuk…

Kamis, 14 Mei 2020 15:02

Masih Banyak yang Melanggar Aturan PSBB

PALANGKA RAYA-Hingga hari ketiga penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),…

Rabu, 13 Mei 2020 10:38

PSBB Palangka Raya, Jangan Lupa Penuhi Hak-Hak Warga

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka…

Rabu, 13 Mei 2020 10:33

Mulai Hari Ini, Tak Ada Toleransi, Warga Wajib Mematuhi Aturan PSBB Palangka Raya

"Hari Pertama dan Kedua Penerapan PSBB, Kami Masih Beri Toleransi…

Rabu, 13 Mei 2020 10:27

Syukurlah, Banyak Pasien Covid-19 di Kalteng Mulai Sembuh

PALANGKA RAYA-Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Kalteng meriliskan…

Senin, 11 Mei 2020 11:30

Dari Enam Klaster, Gowa Belum Terselesaikan

Kasus Covid-19 di Kalteng bermula karena impor, yakni adanya masyarakat…

Senin, 11 Mei 2020 11:25

Perwali PSBB Palangka Raya Keluar, Sanksi Langsung Diterapkan

PALANGKA RAYA-Sampai tadi malam (10/5), peraturan wali kota (perwali) sebagai…

Minggu, 10 Mei 2020 13:45

Masih Sosialisasi, Didraf Perwali PSBB Masih Tanpa Sanksi

PENERAPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palangka Raya…

Minggu, 10 Mei 2020 13:43

Ada Wacana Tes Massal OTG dan ODP

LABORATORIUM mikrobiologi untuk tes swab pasien Covid-19 sudah ada dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers