MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Selasa, 18 September 2018 09:57
Polisi Gerebek Pabrik Miras di Kebun Sawit
Kapolres Lamandau AKBP Andika K Wiratama bersama anggotanya saat menunjukan sejumlah barang bukti yang biasanya digunakan tersangka untuk memproduksi miras. (FOTO: RUSLAN KALTENG POS)

PROKAL.CO, NANGA BULIK-Polres Lamandau kembali berhasil mengungkap penjualan dan produksi minuman keras (miras) skala besar di tengah perkebunan kelapa sawit. Pengungkapan ini bermula dari diamankannya seorang  tersangka penjual miras berinisial M (28) pada Rabu (12/9) lalu. M diamankan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Menthobi Raya.

Kapolres Lamandau, AKBP Andika K Wiratama mengatakan, dari pelaku M, pihaknya mengembangkan kasus tersebut hingga berhasil mengetahui asal miras. Bahkan lokasi produksi miras ditemukan, tepatnya di tengah perkebunan sawit, berjarak beberapa kilometer dari pusat desa.

“Kasus ini sebenarnya sudah lama menajadi target operasi kami, namun modusnya selalu berpindah-pindah tempat. Sehingga dilokasi tempat yang baru kali ini berhasil kami bongkar,” ujar kapolres dalam keterangan persnya, Minggu (16/9).

Menurut kapolres, penggerebekan dilakukan saat terjadi produksi miras, dan mendapati jumlah yang cukup besar.dengan barang bukti total ada sebayak 220 liter arak siap edar.

“Barang bukti yang diamankan, miras jenis arak 220 liter. Terbagi dalam 11 kantong plastik berisi kemasan 20 liter. Selain itu peralatan masak seperti dandang, bahan baku berupa gula pasir, ragi, tape dan beras merah,” ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka, miras yang di produksinya dipasarkan untuk kebutuhan lokal dan ke kabupaten tetangga. Salah satunya Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Tersangka mampu menghasilkan arak ratusan liter dalam satu kali produksi. Artinya pabrik arak ini sudah berskala besar dan pasarnya juga sudah jelas,” tegas kapolres. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 204 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (lan/ang)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 15:13

GAWAT..!! Karena Pekatnya Asap, Heli Water Bombing Lumpuh

SAMPIT- Helikopter Water Bombing tidak bisa melakukan pemadaman di Kabupaten…

Rabu, 18 September 2019 13:58

Diduga Cemburu, Suami Tuduh Istri Selingkuh hingga Bakar Rumah

SAMPIT - Kebakaran rumah terjadi di Jalan Podang, RT 20/RW…

Rabu, 18 September 2019 13:55

Di Palangka Raya, Satu Meninggal Akibat Asap Pekat

PALANGKA RAYA- Satu warga diduga menjadi korban pekatnya kabut asap…

Selasa, 17 September 2019 16:20

64 SUTT Terdampak Karhutla

Karhutla selain melumpuhkan penerbangan, transportasi darat, transportasi air, juga mulai…

Selasa, 17 September 2019 15:23

Bandara Lumpuh, Jalur Air Rawan

SAMPIT- Pemkab Kotim sudah menetapkan status tanggap darurat. Jarak pandang…

Selasa, 17 September 2019 15:17

Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut…

Senin, 16 September 2019 15:10

Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum

BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan…

Senin, 16 September 2019 13:50

Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan…

Senin, 16 September 2019 12:13

Warga Kalteng Memburu Udara Segar

BATITA itu duduk di pangkuan ibunya. Didekap hangat. Perawat berusaha…

Senin, 16 September 2019 01:13

Kalimantan Ditutupi Asap, Penerbangan Lumpuh

PALANGKA RAYA - Kabut asap akibatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*