MANAGED BY:
RABU
18 MEI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 13 September 2018 10:51
Idealisme New York Time Menunggu Tipping Point
Oleh: Dahlan Iskan

The New York Times kebanjiran pertanyaan. Hanya dalam dua hari. Sudah 30.000 pembaca minta klarifikasi.

Gara-gara ini: NYT memuat artikel tanpa nama penulisnya. Judulnya sensitif. Juga sexy: “I am Part of the Resistance Inside the Trump Administration.” Edisi Rabu 5 September 2018.

Pertanyaan 30 ribu itu pada umumnya: mengapa NYT memuat artikel tanpa nama. Atau: adakah motif menjatuhkan Trump di balik artikel itu.

Juga: pernahkah NYT berbuat serupa di masa lalu. Lalu: apakah NYT yang minta orang itu menulis.  Atau orang itu sendiri yang mengirim tulisan.

Dan: apakah redaktur NYT mengenal dengan baik si penulis. Seru sekali.

Redaktur opini koran itu sampai bikin rubrik khusus. Menjawab sebagian dari 30 ribu itu.

Ternyata NYT memang lagi mencari orang dalam. Di Gedung Putih. Yang mau  menulis bagaimana keadaan yang sebenarnya. Tentang situasi di dalam pemerintahan Trump.

Tujuannya: agar publik tahu dari tangan pertama. Tentang ‘kekacauan’ sistem manajemen Trump. Yang selama ini hanya dipublikasikan lewat dugaan-dugaan.

Redaktur opini NYT ternyata tidak kenal langsung si penulis. Tapi kenal baik dengan penghubungnya. Yang dijamin reputasinya. Dan kredibilitasnya.

NYT tidak akan mengorbankan nama besarnya.

NYT pernah berbuat serupa. Melindungi nama penulisnya. Dari resiko yang sudah bisa kita bayangkan.

Trump sudah minta agar NYT menyerahkan orang itu. Dianggap pengkhianat bangsa. Atau: ternyata orang itu tidak benar-benar ada. Hanya karangan redaktur NYT sendiri.

Kredibilitas The New York Times kini sedang diuji. Tingkat tinggi.

Inti artikel tanpa nama penulis itu seru. Diceritakan di awal-awal dulu. Sampai dibicarakan di antara staf: bagaimana merancang amandemen konstitusi. Untuk membatasi lebih ketat wewenang presiden.

Saking takutnya presiden aneh-aneh.

Lalu para staf sepakat: tidak perlu amandemen. Bisa krisis konstitusi. Tapi semua staf harus berbuat maksimal untuk menggagalkan program presiden yang membahayakan negara.

Tapi mereka setuju dan mendukung beberapa program Trump. Seperti menurunkan pajak secara drastis. Pokok persoalannya, kata artikel itu, bersumber dari moral presiden dan kekacauan berpikirnya.

Para analis nimbrung. Pemerintahan presiden Trump sekarang ini seperti kebun binatang tanpa pagar.
Bahaya. Bagi negara.

Biasa menabrak hukum. Mengabaikan due process. Membuat peraturan baru. Menabrak aturan sendiri.

Trump naik pitam. Publik  sudah tahu semua itu.

Yang terakhir: Trump minta jaksa agung melakukan penyelidikan. Untuk mengungkap: siapa nama penulis tersebut. Yang ia bilang pengkhianat bangsa itu. Dan gocik.

Instruksi ke jaksa agung itu dibaca tidak tulus.

Maksud di baliknya: mengapa jaksa agung tidak mengusut NYT. Kok terus mengusut dirinya. Dalam kaitan dengan keterlibatan Rusia di Pemilu lalu.

Trump lagi sewot berat ke jaksa agung sendiri: Jefferson Session. Dianggap tidak bisa mengendalikan kementerian kehakiman. Yang terus mengusut kasusnya. Lewat penetapan tersangka pada  mantan pengacaranya, Michael Kohen. Dan terhadap mantan ketua tim kampanyenya: Paul Manafort.

Trump dianggap aneh: menyerang jaksa agungnya sendiri. Lewat twitter pula. Beberapa kali. Tidak pernah memanggilnya. Untuk membicarakannya.

Padahal Trumplah yang mengangkat Session jadi jaksa agung. Karena dianggap loyal. Dan berjasa.

Session memang tokoh partai Republik. Yang pertama mengendorse Trump jadi calon presiden. Tokoh lain masih mencibirkan Trump. Waktu itu Session anggota senat. Dari negara bagian Alabama.

Diserang berkali-kali akhirnya Session tidak tahan. Ia memberikan keterangan pers: jaksa agung akan menegakkan profesionalisme yang tinggi di kementerian kehakiman. Tidak akan membiarkan campur tangan politik.

Dalam situasi seperti itu artikel di NYT muncul.

Kini jaksa agung justru diminta menyelidiki NYT.

Secara hukum sebenarnya pemerintah bisa menggugat NYT. Minta pengadilan: agar NYT membuka nama penulis artikel itu.

Tapi NYT sudah siap untuk itu. Di pengadilan sekali pun. Tidak akan mengungkapkannya.  NYT sudah biasa menghadapi kasus seperti itu. NYT akan menggunakan hak tolak. Yang di Amerika dilindungi secara hukum.

Di koran besar Amerika selalu ada ahli hukum. Yang membaca naskah-naskah sensitif. Untuk dicermati kata per kata: adakah yang rawan kalah gugatan.

Lucu juga: seorang presiden sampai mengurusi sebuah artikel. Tanpa nama. Ini sekaligus pengakuan betapa seriusnya artikel itu. Dan betapa tingginya reputasi koran New York itu.

Di Indonesia mungkin masih harus menunggu tipping point. Untuk sampai di sana. Itulah yang saya ungkapkan. Sebagai pembicara. Dalam seminar masa depan koran di Indonesia. Yang diadakan Serikat Penerbit Pers (SPS). Bulan lalu.

Memang kegairahan idealisme pers seperti lesu. Begitu banyak masalah. Di internal pers.

Munculnya kembali idealisme pers mungkin benar-benar menunggu tipping point. Untung ada New York Times. (***)

 


BACA JUGA

Minggu, 13 Maret 2022 15:14

Pelaku Minyak Tanah Oplosan Divonis 5 Bulan Kurungan

Faisal Rizal Amin Hisma, terdakwa kasus pidana memalsukan bahan bakar…

Sabtu, 12 Maret 2022 11:12

Disarankan Minum Kopi Pada Pertengahan Hingga Akhir Pagi

Kopi menjadi salah satu minuman mengandung kafein yang populer di…

Sabtu, 12 Maret 2022 11:07

Ritual Pengambilan Tanah untuk Pembangunan IKN Nusantara, Tanah Tempat Pertapaan Tjilik Riwut Dipilih Mewakili Kalteng

Peletakan batu pertama pembangunan ibu kota negara (IKN) akan dilaksanakan…

Kamis, 03 Maret 2022 14:48

Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron, Cuci Mata dari Balik Jendela

Kondisi cuaca di Kota Madinah cukup sejuk. Mungkin ini juga…

Jumat, 25 Februari 2022 12:04

Dorrr..!! Pelaku Jambret Langsung Terkapar, Lalu Jalannya Ngesot..!!

Berakhir sudah pelarian dua pelaku jambret  di Jalan Garuda Kota…

Selasa, 15 Februari 2022 13:16

WAJIB..!! Sekolah di 5 Kelurahan Zona Merah di Palangka Raya Wajib PJJ

 Dinas pendidikan Kota Palangka Raya menerbitkan surat edaran penyesuaian pelaksanaan…

Rabu, 02 Februari 2022 13:14

Perayaan Imlek di Kalteng Berjalan Khidmat, Semoga Hari Esok Lebih Baik

PALANGKA RAYA-Tahun ini merupakan kali kedua bagi warga Tionghoa merayakan…

Rabu, 02 Februari 2022 12:43

Tim Mulai Turun Lakukan Pemeriksaan LKPD Pemprov dan Kabupaten Kota di Kalteng

PALANGKA RAYA-Dalam undang-undang (UU) disebutkan bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)…

Rabu, 10 November 2021 16:43
Sidang Dugaan Tipikor Robohnya Tembok Penjara

JPU: Tak Ada Fakta yang Disembunyikan

PALANGKA RAYA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukamara, Enggar…

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers