MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 13 September 2018 10:24
NASIB..NASIB..!! Honor Guru Delapan Bulan Tak Dibayar

Nasib 81 Guru Honor Diselesaikan Melalui RDP

ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Sebanyak 81 orang guru tidak tetap (GTT) bidang studi Penjaskes dan Agama di Kota Palangka Raya, mempertanyakan nasib insentif mereka. Honor guru ini belum dibayarkan sejak dilimpahkan pengelolaannya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, Oktober 2017 lalu, dan mulai aktif Januari 2018.

GTT atau guru honor di Kota Palangka Raya tidak mendapat honor selama delapan bulan lamanya. Atau per Januari-Agustus 2018. Mereka terdiri dari 50 guru SD dan 31 guru SMP.

Stagnannya pembayaran insentif ini, terkuak dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Kota Palangka Raya, Rabu (12/9).

RDP mempertemukan perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Perencanaan Daerah (Bapedda), dan perwakilan GTT.

Pertemuan menghasilkan keputusan honor untuk 81 orang GTT akan mulai dibayarkan sejak diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 188.45/409/2018 pada September 2018. Dengan jumlah honor sebesar Rp1 juta per bulan hingga Desember 2018. Para GTT ini harus mengikhlaskan honor mengajarnya sejak pelimpahan pengelolaan dari Pemprov Kalteng sampai dengan Agustus 2018.

Sebelumnya dalam RDP tersebut, Kadisdik Kota Palangka Raya Sahdin Hasan mengatakan, SK yang diterbitkan tersebut hanya merupakan jaminan terhadap GTT. Sebagai pegangan agar kepala sekolah tidak semena-mena bisa memindahkan GTT yang sudah di-SK-kan. Serta sebagai jaminan insentif dari pemerintah kota sebesar kemampuan daerah.

“Memang SK ini tidak memuat secara rinci berapa besaran insentif yang didapatkan dan bagaimana penghitungan insentif. Hanya sebagai jaminan bagi GTT,” ucapnya.

Dikatakannya, ke depan pihaknya akan melakukan verifikasi terkait GTT yang masih aktif. Sehingga nantinya dapat terdata dengan akurat dan di-SK-kan lagi untuk perjanjian kontrak kerja tahunan, seperti halnya pekerja tidak tetap (PTT). Namun untuk GTT, honornya akan dihitung berdasarkan jam mengajar di sekolahnya.

“Sesuai dengan kata Kepala Bidang PK Berlianto, verifikasi ditargetkan akan selesai pada 24 September ini,” sebutnya.

Sementara itu, Sekertaris Bapedda Suwito mengatakan, walaupun pelimpahan GTT ke Pemko Palangka Raya sejak Oktober 2017, pihaknya baru menerima ketetapan pada Agustus 2018. Sehingga, Bapedda bersama BPKAD baru bisa mengalokasikan anggaran saat APBD-Perubahan.

“Kalau tidak salah, pelimpahannya November 2017. Tapi baru masuk ke kami bulan kemarin,” ucapnya.

Namun, ditambahkannya, untuk pembayaran honor nantinya, tidak bisa menggunakan SK tersebut. Karena di sana tidak mencantumkan besaran honor. Apalagi keadaan keuangan kota yang sedang dirasionalisasikan.

Di tempat yang sama, Plt Kepala BPKAD Absiah mengatakan, pemko telah menyiapkan dana Rp324 juta. Namun untuk pencairan gaji GTT tersebut, memerlukan aturan dan mekanisme yang jelas. Penghitungan insentif harus jelas dituangkan dalam SK.

“Semuanya harus merujuk pada aturannya, seperti apa. Karena di sana ada hak dan kewajiban. Semuanya memerlukan payung hokum. Uang negara harus dikeluarkan berdasarkan aturan,” tuturnya.

Walaupun sedikit kecewa karena honor setelah pelimpahan sampai Agustus 2018 tidak dicairkan, GTT merasa cukup puas karena ada kepastian honor. Seperti yang diungkapkan Sumarni. Dia mengaku ikhlas mengabdi untuk dunia pendidikan.

 

“Harapan ke depan, tolong perhatikan kami. Ketika kami turun ke sekolah, kami benar-benar mengajar. Mau ikut Tes CPNS juga tidak mungkin, karena rata-rata kami sudah berusia di atas 40 tahun,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdik Palangka Raya, Berlianto menyatakan, sebanyak 81 GTT di Palangka Raya adalah pelimpahan dari provinsi sejak bulan Januari 2018. “Sehingga, pemberian gaji terhadap GTT diberikan provinsi hanya sampai 2017. Terhitung mulai Januari sampai September, GTT tidak mendapat gaji,” ungkapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (12/9).

Ia menjelaskan, yang diketahui pihaknya, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur, GTT itu sebagai guru SD dan SMP khusus mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) dan Agama.  Sejak pelimpahan ke kota, Disdik melakukan pengajuan dan pengusulan kepada wali kota. Apakah Disdik harus menggaji GTT itu. Sementara, kota sendiri mempunyai tenaga honorer, yang penggajiannya juga diambil 15 persen dari dana biaya operasional sekolah (BOS).

Hingga saat ini masih melakukan aktivitasnya sebagai tenaga pengajar. Meskipun, berdasarkan laporan yang masuk, dari 81 GTT tersebut, ada beberapa yang sudah tidak aktif lagi mengajar. “Laporan ada. Beberapa yang tidak masuk mengajar. Tapi, data itu belum semuanya masuk ke kami,” jelasnya. (awa/*abw/ce/ram)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 15:13

GAWAT..!! Karena Pekatnya Asap, Heli Water Bombing Lumpuh

SAMPIT- Helikopter Water Bombing tidak bisa melakukan pemadaman di Kabupaten…

Rabu, 18 September 2019 13:58

Diduga Cemburu, Suami Tuduh Istri Selingkuh hingga Bakar Rumah

SAMPIT - Kebakaran rumah terjadi di Jalan Podang, RT 20/RW…

Rabu, 18 September 2019 13:55

Di Palangka Raya, Satu Meninggal Akibat Asap Pekat

PALANGKA RAYA- Satu warga diduga menjadi korban pekatnya kabut asap…

Selasa, 17 September 2019 16:20

64 SUTT Terdampak Karhutla

Karhutla selain melumpuhkan penerbangan, transportasi darat, transportasi air, juga mulai…

Selasa, 17 September 2019 15:23

Bandara Lumpuh, Jalur Air Rawan

SAMPIT- Pemkab Kotim sudah menetapkan status tanggap darurat. Jarak pandang…

Selasa, 17 September 2019 15:17

Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut…

Senin, 16 September 2019 15:10

Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum

BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan…

Senin, 16 September 2019 13:50

Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan…

Senin, 16 September 2019 12:13

Warga Kalteng Memburu Udara Segar

BATITA itu duduk di pangkuan ibunya. Didekap hangat. Perawat berusaha…

Senin, 16 September 2019 01:13

Kalimantan Ditutupi Asap, Penerbangan Lumpuh

PALANGKA RAYA - Kabut asap akibatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*