MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 24 Agustus 2018 12:05
Melihat Eksistensi Perajin Alat Musik Tradisional Kalteng
Minim Peminat, Andalkan Jejaring online
Muhammad Zaenudin sedang membuat motif kecapi kerungut, di Jalan Riau, Kamis (23/8). (RIDUAN/KALTENG POS)

PROKAL.CO, Perajin alat musik maupun perajin pernak-pernik khas Kalteng, sudah jarang ditemukan di Palangka Raya. Hanya segelintir orang saja yang mau menekuni profesi tersebut. Salah satunya, M Zaenudin.

 

 

 

M RIDUAN NOOR, Palangka Raya

 

Muhammad Zaenudin, begitu nama panjangnya. Orangnya murah senyum. Ramah. Saya (penulis) mendatanginya di rumah yang terletak di Jalan Riau, sekitar Pelabuhan Rambang. Kebetulan, ketika itu, pria 36 tahun tersebut sedang membuat kecapi kerungut. Sambil duduk di titian kayu, begitu teliti saat mengukir menggunakan pisau kecil.

“Ketika mengukir, biasanya menggunakan alat yang modern. Salah satunya, borcun. Dengan maksud membantu membuat ukiran lebih cepat,” katanya.

Pemuda kelahiran Banjarmasin 29 Juni 1982 silam itu mengatakan, untuk menyelesaikan membuat alat musik tradisonal, bisa menghabiskan waktu hingga satu minggu. Paling cepat tiga hari. Harga yang dipatok cukup bervariasi. Untuk kecapi kerungut, dihargai dari Rp600 ribu sampai Rp1 juta.

“Tergantung kerumitannya,” ucapnya seraya mengatakan keahlian diperolehnya karena belajar secara autodidak.

Pria yang biasa disapa Zean itu menyebut, peminat kerajinan alat musik tradisional maupun pernak-pernik khas Kalteng di Kota Palangka Raya, masih sangat minim. Kebanyakan yang beli barang produksi malah dari luar Kalteng. Kerajinan yang dihasilkannya bermacam-macam. Di antaranya, kecapi kerungut, panting banjar, sape kaltim, kalung, anting, dan gelang.

Hingga saat ini, penjualan alat musik maupun pernak-pernik lainnya, dipasarakan melalui jejaring online. Karena untuk membuka toko sendiri, masih belum berani. Sebab, dari jual beli hasil kerajinan ini, masih belum bisa dikatakan untung terus.

“Tidak menentu (keuntungannya, red),” katanya.

 

Bahan baku untuk membuat alat musik tradisional tersebut adalah kayu pantung. Hanya dibeli ketika ada orang yang memesan saja. Sebab, jika tidak ada orang yang memesan, Zean tidak membeli kayu tersebut.

“Karena percuma saja membeli bahan, jika tidak ada orang yang membeli. Sebab akan membuat kayu tersebut terpecah-pecah jika terkena sinar matahari dan hujan,” ungkapnya.

Untuk warna alami kecapi kerungut, biasanya Zean menggunakan air teh yang dicampurkan air karatan besi dan cuka. Hal ini dilakukan, demi mendapatkan warna asli dari kecapi kerungut.

“Karena orang zaman dahulu membuat cat untuk alat musik kerungut menggunakan warna alami, seperti ini. Dan warna yang dihasilkan bagus serta bertahan lama,” pungkasnya.(ce/ram)

 


BACA JUGA

Senin, 23 September 2019 10:51

Cerita Heroik Pemadam Karhutla di Kalteng

Mereka patut mendapat apresiasi lebih. Tak banyak waktu berkumpul dengan…

Rabu, 24 April 2019 12:13

Harus Menginspirasi Bagi Sesama Perempuan

Hari Kartini memang identik sebagai perayaan bagi kaum perempuan. Siapa…

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers