MANAGED BY:
KAMIS
19 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 23 Agustus 2018 09:56
Kalteng Kekurangan Tenaga Pendidik, Ini Jumlah yang Diperlukan
ILUSTRASI/NET

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Belum maksimalnya prestasi dunia pendidikan di Kalteng, rupanya beralasan. Harus diakui, kebutuhan guru di Kalteng saat ini masih tinggi. Bumi Tambun Bungai masih kekurangan tenaga pendidik. Untuk peningkatan kualitas pendidikan, perlu penambahan guru jenjang SMA.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, Slamet Winaryo mengatakan, perlu sekitar 2.000 guru SMA, untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah Kalteng ini. Dua ribu guru tersebut, selain sebagai tenaga pengajar, juga untuk mewujudkan pelayanan yang baik di sekolah.

“Mungkin sekitar 2.000 penambahan guru untuk tingkat SMA dan SMK,” katanya saat diwawancarai Kalteng Pos, Senin (20/8).

Dijelaskan Slamet, apabila beberapa tahun ke depan tidak ada pengangkatan tenaga pendidik, maka menjadi persoalan di dunia pendidikan Kalteng. Rasio antara guru dan siswa saat ini tidak sebanding. Sehingga menjadi kendala untuk peningkatan mutu pendidikan.

“Maka dari itu, kami mengharapkan dukungan pemerintah pusat mengenai hal ini. Terutama soal penambahan guru di Kalteng,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, tidak hanya untuk jenjang SMA saja yang mengalami kekurangan guru. Tapi, tingkat SD dan SMP juga banyak kekurangan. Lantaran, banyak guru yang pensiun setiap tahunnya. Pengurangan tersebut belum diimbangi dengan penambahan.

Slamet menegaskan, meski antara guru dan murid tidak sebanding, namun hal tersebut tidak bisa dijadikan pedoman mewujudkan pelayanan yang baik dalam dunia pendidikan. Karena, pada dasarnya, meningkatkan pelayanan pendidikan lebih kepada sarana dan prasarana hingga kecukupan jumlah guru.

“Meski rasio tidak memengaruhi, namun tetap saja kita mengharapkan perhatian pusat soal penambahan guru,” pungkasnya.

Dari sebaran guru tidak ada masalah. Masih ada beberapa guru yang harus mengajar di sekolah lain, untuk memenuhi Rombongan Belajar (Rombel) yang masih kurang.

“Karena harus memenuhi jam mengajar, sehingga tidak sedikit yang mengajar di sekolah lain. Namun yang pasti hal ini bukan dikarenakan terjadi penumpukan guru atau kelebihan, tapi karena jam mengajar harus dipenuhi,” tukasnya. (ari/ce/abe)


BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 15:13

GAWAT..!! Karena Pekatnya Asap, Heli Water Bombing Lumpuh

SAMPIT- Helikopter Water Bombing tidak bisa melakukan pemadaman di Kabupaten…

Rabu, 18 September 2019 13:58

Diduga Cemburu, Suami Tuduh Istri Selingkuh hingga Bakar Rumah

SAMPIT - Kebakaran rumah terjadi di Jalan Podang, RT 20/RW…

Rabu, 18 September 2019 13:55

Di Palangka Raya, Satu Meninggal Akibat Asap Pekat

PALANGKA RAYA- Satu warga diduga menjadi korban pekatnya kabut asap…

Selasa, 17 September 2019 16:20

64 SUTT Terdampak Karhutla

Karhutla selain melumpuhkan penerbangan, transportasi darat, transportasi air, juga mulai…

Selasa, 17 September 2019 15:23

Bandara Lumpuh, Jalur Air Rawan

SAMPIT- Pemkab Kotim sudah menetapkan status tanggap darurat. Jarak pandang…

Selasa, 17 September 2019 15:17

Asap Kian Pekat, Layak Tanggap Darurat

PALANGKA RAYA-Kondisi asap di Kota Palangka Raya dua hari beruturut-turut…

Senin, 16 September 2019 15:10

Kotim Naikkan Status Jadi Berbahaya, Palangka Raya Belum

BERBAHAYA. Begitu kategori kualitas udara di Kota Palangka Raya dan…

Senin, 16 September 2019 13:50

Tak Ada Lagi Ruang Bebas Asap, Jangan Menunggu Kami Mati!

PALANGKA RAYA – Ancaman Presiden RI Joko Widodo terkait pemecatan…

Senin, 16 September 2019 12:13

Warga Kalteng Memburu Udara Segar

BATITA itu duduk di pangkuan ibunya. Didekap hangat. Perawat berusaha…

Senin, 16 September 2019 01:13

Kalimantan Ditutupi Asap, Penerbangan Lumpuh

PALANGKA RAYA - Kabut asap akibatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*