MANAGED BY:
SABTU
27 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Jumat, 17 Agustus 2018 14:42
Buku Panduan Bom Disita

Hasil Pemeriksaan, Istri dan Anak Bersih

ILUSTRASI/NET

PALANGKA RAYA-Masyarakat tak perlu khawatir. Kasus dugaan radikalisme maupun terorisme, terus didalami kepolisian. Polda Kalteng dan Densus 88 Antiteror terus mengumpulkan bukti, terkait dugaan paham radikal yang dianut Lu. Melengkapi enam buku jihad dan panduan merakit bom yang sudah disita dari kebun Lu.

Diperiksanya Lu, membuktikan adanya jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) maupun lainnya di Kalteng. Namun, masyarakat harus tetap tenang. Tak perlu cemas. Polda Kalteng sudah mendeteksi. Termasuk rencana aksi mereka, yang dicurigai terindikasi radikalisme alias terorisme.

“Memang terindikasi akan melancarkan aksinya pada tanggal 17 Agustus, saat puncak hari kemerdekaan. Karena ia (Lu, red) mencari momentum hari nasional. Agar dampaknya besar bagi masyarakat luas,” ungkap Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada Kalteng Pos, Kamis (16/8).

Meski begitu, jenderal bintang satu itu menegaskan, barang bukti yang diamankan masih dilakukan pendalaman, apakah terkait kategori bom atau bukan. Termasuk masalah jaringan Lu di Kalteng, ada atau tidak.

“Memang ada beberapa jaringan yang sudah terindikasi di Kalteng. Namun, masih dalam tahap pendalaman dan pengumpulan bukti yang kuat, untuk selanjutnya melakukan penangkapan. Masyarakat Kalteng tak perlu resah dengan yang namanya isu radikalisme. Karena Polri sudah mengidentifikasi beberapa wilayah di Kalteng,” ungkapnya.

Sementara itu, istri dan anak terduga paham radikal, dinyatakan bersih dan tidak terlibat. Oleh karena itu, Dedi mengimbau masyarakat yang tinggal di Gang Rukun, Jalan Rajawali Km 6,5 Palangka Raya, agar tidak mengasingkan keluarga tersebut.

“Masyarakat seharusnya menghibur anak dan istrinya. Karena dari hasil pemeriksaan, mereka bersih dari yang namanya indikasi radikalisme,” tandasnya.

Pantauan Kalteng Pos, Li (istri Lu) sudah mulai masuk sekolah di hari ketiga setelah penangkapan Lu, Senin (16/8) lalu. Li terlihat mengajar seperti biasanya.

“Li cuma izin dua hari, pada Selasa dan Rabu. Tadi sudah mengajar seperti biasanya. Anaknya juga sudah masuk sekolah,” kata rekan Li, Hj Norliana, Kamis (16/8).

Norliana menambahkan, Li sudah tampak segar, seperti hari-hari biasanya sebelum penangkapan suaminya. Dia mengajar pendidikan agama Islam di kelas 1 sampai kelas 6B.

Raut tertekan ataupun depresi juga tak tampak pada ibu dan tiga anak tersebut.

“Normal saja. Mengajar seperti bias. Tak kelihatan tertekan ataupun depresi,” ucap guru di sekolah dasar depan Mapolda Kalteng tersebut.

RADIKALISME BISA MASUK SEMUA AGAMA

Penangkapan Lu terduga penganut radikalisme, menjadi perbincangan publik. Masyarakat dituntut waspada dan mencegah penyebaran paham radikal.

Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalteng, Pdt Medio Rapano menilai, paham radikal atau terorisme juga bisa masuk dan mengancam semua agama.

“Karena orang yang menganut paham radikal itu, merupakan orang-orang yang mempunyai pola pemikiran dan ajaran yang sempit. Oknum penganut agama lain pun bisa menganut paham radikal ini,” ujarnya kepada Kalteng Pos, di Sekretariat PGI Kalteng, Kamis (16/8).

Untuk itu, hal utama yang harus dilakukan bersama semua umat adalah waspada. Terutama orang-orang yang berada di sekitar, yang cenderung tertutup dan tidak ingin bergaul di lingkungan tempat tinggal.

“Dengan adanya kewaspadaan lebih, tentunya agar kita tak kecolongan, walaupun sebenarnya paham radikal itu ada di wilayah kita ini. Bukan berarti pula dengan adanya gejala-gejala itu, membuat Kalteng khususnya Palangka Raya rawan,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya dugaan paham radikal itu, pengurus gereja diajak meningkatkan pengamanan dan mendirikan pos-pos keamanan. Memantau pergerakan masyarakat atau umat yang dianggap mencurigakan.

“Itu pun dilakukan karena berdasarkan imbauan dari pihak kepolisian, sehingga saat ini harus lebih berhati-hati dan waspada,” kata Medio.

Dari kacamata pihaknya, lanjutnya, upaya menangkal paham radikal ini, adalah dengan memberikan pemahaman yang benar mengenai ajaran agama, cinta kasih, dan tidak mencederai ataupun menyakiti orang lain.

“Dari situ tentunya pemahaman itu harus benar. Antargereja pun tidak boleh tertutup dan ada persaingan di dalamnya. Sebaliknya, harus lebih saling menghargai, bekerja sama, dan oikumene atau kebersamaan,” tukas Medio.

Ia mengharapkan, dengan adanya peristiwa beberapa hari lalu itu, mengingatkan kita meningkatkan kewaspadaan. Ketua RT/RW harus lebih aktif mencermati warganya. Apalagi jika ada yang dianggap mencurigakan. Termasuk orang-orang baru yang datang ke Kota Palangka Raya. Sebab, akses transportasi saat ini sudah bisa menembus ke mana-mana.

“Dan kami harapkan dari PGI, agar imbauan itu menjadi salah satu bentuk kewaspadaan bersama, sehingga tidak ada kejadian yang dapat merugikan banyak orang,” pungkasnya. (idu/awa/ari/ce/abe)


BACA JUGA

Jumat, 19 November 2021 18:00

Hentikan Deforestasi, Banyak Wilayah Serapan Hilang, Kalteng Kebanjiran

PALANGKA RAYA-Tak terkendalinya perambahan hutan atau deforestasi untuk kepentingan Hak…

Jumat, 19 November 2021 17:53

Kisah Relawan yang Membantu Sesama Tanpa Pamrih selama Banjir Melanda Kota Cantik

Sepekan sudah banjir melanda Kota Palangka Raya. Perhatian pemerintah kepada…

Kamis, 18 November 2021 11:21

Terdampak Banjir, Waktu Tanam di Kawasan Food Estate Mundur

PULANG PISAU-Dampak banjir yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau juga…

Kamis, 18 November 2021 11:19

Ketika Bencana Terparah Melanda Ibu Kota Kalteng, Bertahan dan Terjebak Tiga Hari di Rumah

Permukiman penduduk di bantaran Sungai Kahayan tergenang banjir. Kian hari…

Kamis, 18 November 2021 11:14

Bukit Rawi Ditutup Total, Lalu Lintas Palangka Raya-Gumas Lumpuh

PALANGKA RAYA-Jali hanya bisa rebahan di bawah truk trailer pembawa…

Selasa, 16 November 2021 10:02

Banjir Kalteng, Greenpeace Bilang, Hentikan Pembangunan yang Merusak Lingkungan

Bencana banjir yang beruntun melanda Kalteng mendapat sorotan tajam dari…

Selasa, 16 November 2021 10:00

Potensi Hujan Tinggi, Banjir Kian Parah di Kalteng

PALANGKA RAYA-Curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) cukup tinggi…

Selasa, 16 November 2021 09:43

Tahun Depan, Hentikan Pengiriman Bauksit dari Kalteng

PALANGKA RAYA-Dalam rangka optimalisasi pengelolaan sumber daya alam (SDA) di…

Senin, 15 November 2021 17:12

Gubernur Kalteng Instruksikan PUPR Pantau Kondisi Banjir

Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran bergerak cepat memperhatikan penanganan infrastruktur…

Senin, 15 November 2021 17:10

Banjir di Kalteng, Sudah 5 Kabupaten Kota Tergenang

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers