MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Senin, 13 Agustus 2018 10:33
Eicha, Peraih Golden Champion Perparawi Tingkat Nasional
Catatkan Diri dalam Sejarah Keikutsertaan Kontingen Kalteng
Eicha Cristy Gianella (dua dari kiri) bersama orang tuanya. (DOK PRIBADI FOR KALTENG POS)

PROKAL.CO, Prestasi membanggakan ditorehkan Eicha Cristy Gianella. Ketika mewakili kontingen Kalteng, putri asal Kota Palangka Raya itu berhasil mencatatkan namanya, pada gelaran Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII di Pontianak.

 

 

SRI MARIATI, Palangka Raya

 

SIAPA yang tak bersyukur dikaruniai suara yang merdu dan bagus. Eicha Cristy Gianella berhasil mengharumkan nama Provinsi Kalteng di kancah nasional. Putri berusia 10 tahun itu, berhasil meraih Golden Champion vocal solo dalam kategori anak, pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XII, di Pontianak, belum lama ini.

Dengan raihan tersebut, ia menjadi satu-satunya perwakilan kontingen Kalteng yang meraih juara bergengsi tersebut, untuk kategori anak.

Saat disambangi di kediamannya, anak berambut lurus tersebut tampak malu-malu menceritakan pengalamannya. Dia hanya berucap, merasa senang dan bangga bisa mempersembahkan piala itu.

“Rasanya sih senang ya, bangga juga, tapi saat tampil itu gugup banget,” ungkapnya kepada Kalteng Pos, Sabtu (11/8).

Anak yang bercita-cita menjadi dokter ini menyebut, dirinya sudah mempersiapkan jauh-jauh hari, untuk mengikuti pesparawi tingkat nasional ini. “Pokoknya ketika di sana, saya sudah siap secara mental dan fisik,” ucapnya.

Menurutnya, ada kesulitan dan tidak percaya diri ketika bernyanyi lagu yang diwajibkan, dan lagu pilihan terikat yang harus dikuasainya. Apalagi untuk nada tinggi. Dirinya mengaku takut, kalau-kalau tidak dapat dicapai. Terbukti dengan membawakan lagu berjudul “Aku Mau Memuji Tuhan” sebagai lagu wajib, dan “Doa Waktu Pagi” sebagai lagu pilihan terikat, mengantarkannya menjadi juara.

“Takutnya itu, ketika nada tinggi, takut jelek saja jadinya suaranya,” ucap Eicha.

Murid SDN 4 Menteng ini mengungkapkan, selama persiapan, untuk fisik dan kondisi benar-benar dijaga, mulai dari makanan, minuman, serta latihan yang intens, sehingga dapat menampilkan yang terbaik untuk semuannya.

“Seminggu sebelum berangkat, tidak boleh makan gorengan dan minum es. Takutnya berpengaruh terhadap suara nantinya,” jelasnya.

Sementara itu, ibundanya Ninung Hawiny mengungkapkan, untuk persiapan anaknya sendiri, sudah dilakukan sejak dua tahun lalu. Mulai dari latihan bersama kelompok maupun dengan pelatihnya. Namun, tak dapat dipungkiri, darah seninya sudah ada dan mengalir dari sang ayah.

“Kurang lebih dua tahun sudah berlatih serius untuk persiapan ini. Memang dia suka nyanyi sejak umur 3,5 tahun. Dan itu terbukti, dengan beberapa kali juara tingkat kabupaten/kota, provinsi, bahkan nasional,” jelasnya.

Lanjut Ninung Hawiny, keluarga mendukung prestasi anaknya, hingga dapat mengharumkan nama keluarga dan daerah ini, dengan talenta yang dimiliki sang anak. Namun, mereka tetap selalu mengingatkan sang anak, untuk rendah hati dan tidak sombong atas kesuksesan yang diraihnya.

Torehan prestasi dari Eicha Cristy Gianella, yang menyabet Golden Champion vocal solo anak, berhasil mencatatkan diri dalam sejarah, setelah 30 tahun keikutsertaan kontingen Pesparawi Kalteng.

“Saya selalu berpesan kepada anak saya, jangan sombong, dan selalu rendah hati dengan semua orang. Selalu takut akan Tuhan dan berdoa dalam pekerjaannya,” terangnya.(ce/ram)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 12:13

Harus Menginspirasi Bagi Sesama Perempuan

Hari Kartini memang identik sebagai perayaan bagi kaum perempuan. Siapa…

Jumat, 07 Desember 2018 14:30
Mengikuti Sidang Tipikor Mantan Kepala BPN Kotim Jamaludin

Terdakwa dan Saksi Saling Membantah

Kepada para saksi yang dihadirkan, sang hakim bertanya: “Apakah blanko…

Kamis, 06 Desember 2018 14:58
BPOM Turun Tangan, Ratusan Obat dan Kosmetik Disita

Pedagang Mengaku Tak Tahu, Asli Atau Palsu

Masyarakat Kotawaringin Barat (Kobar) harus berhati-hati saat membeli atau memakai…

Jumat, 16 November 2018 16:13
Menengok Semangat Anak Panti Asuhan

Ada yang Sarjana, dan Jadi Manajer di Perusahaan

Suasana berbeda saat menengok aktivitas anak-anak di Panti Asuhan Annida…

Senin, 12 November 2018 09:44
Melihat Cara KPU Melindungi Suara Pemilih Milenial

Tak Masuk DPT, Malah Dikasih Hadiah

Pesta demokrasi akan digelar tahun depan. Masih lama. Banyak waktu…

Jumat, 09 November 2018 11:56
Menari Bersama Manekin dan Nekat Keliling Nusantara

Sekali Tampil Meraup Rp 700 Ribu

Menari dengan manekin atau boneka manusia, terdengar biasa saja. Namun,…

Kamis, 08 November 2018 10:33
Ketika Kasatbinmas Polres Kobar Jadi Irup di SMAN 2 Pangkalan Bun

Sosialisasi Saber Pungli, Wawasan Nusantara dan Narkoba

Pemandangan berbeda terlihat di SMAN 2 Pangkalan Bun. Kalau biasanya…

Selasa, 06 November 2018 15:24
Cara Membuat Batik Unik dan Menarik Khas Kalteng (1)

Berbahan Getah Daun Ulin dan Mawar

Batik memang lebih terkenal di Pulau Jawa. Tapi siapa sangka,…

Kamis, 01 November 2018 09:41
Dari Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sopir Travel di Sampit

KEJAM..!! Ada 15 Adegan, Korban Sempat Dipukuli Lalu Dibuang ke Sungai Mentaya

Ada 15 adegan yang diperagakan tersangka pelaku dalam rekonstruksi kasus…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:49
Melihat Prosesi Ruwatan Sukerta dan Pergelaran Wayang Kulit (2/Selesai)

Belajar Dalang karena Sering Ikut Orang Tua

Wayang,sebuah seni pertunjukan dengan memainkan tokoh-tokoh kerajaan masa lalu. Merupakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*