MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan
Meregang Nyawa di Tengah Sungai
Jenazah Muntamah ketika disemayamkan di kediamannya di Desa Jaya Makmur Kecamatan Katingan Kuala, Kamis (9/8)

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan napas terakhirnya di Sungai Hantipan. Dia terlambat mendapatkan penanganan kesehatan lanjutan saat harus dirujuk ke Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.

========================

BERATNYA medan yang harus dilalui akibat keterbatasan akses infrastruktur transportasi, mengakibatkan banyak warga di Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan, kesulitan untuk mendapatkan fasilitas pelayanan yang cepat dan tepat. Seperti di bidang kesehatan.

Untuk mencapai Kota Sampit atau Kasongan, warga hanya bisa menggunakan sarana transportasi sungai. Karena sampai saat ini, belum ada akses jalan darat yang mencapai daerah yang berada di pesisir itu.

Kesulitan itu semakin menjadi tatkala musim kemarau. Akibat debit air sungai yang surut. Perahu atau kelotok kecil pun harus berjuang sedemikian rupa untuk bisa melalui gosong-gosong yang banyak bermunculan.

Belum lagi jika ada kendala atau hambatan teknis yang bisa bisa terjadi setiap saat di tengah perjalanan.

Almarhumah Muntamah, hanya salah satu contoh korban sulitnya akses transportasi itu.

"Ibu (Muntamah, red) naik kelotok ces (perahu kecil muatan 3-4 orang). Karena airnya surut, dan saat masuk Sungai Hantipan, mesinnya rusak. Terpaksa harus menunggu mesin pengganti. Tapi setelah mesinnya di perbaiki. Ibu sudah tidak ada lagi (meninggal),” tutur Imam Ma'ruf, saudara almarhumah Muntamah, Kamis (9/8).

Menurut Imam, saat itu Muntamah semestinya harus segera dibawa ke Sampit untuk menjalani pengobatan lanjutan, setelah dirujuk oleh dokter di puskesmas setempat. Karena jarak terdekat adalah ke Sampit, dibanding ke Kasongan atau Palangka Raya.

Sehingga pada Kamis pagi, bersama beberapa keluarga, Muntamah pun dibawa menggunakan kelotok.

Namun perjalanan tak selancar yang diharapkan. Di tengah perjalanan harus terhenti, karena Sungai Hantipan yang surut dan sulit dilalui. Akhirnya harus berganti dengan kelotok yang lebih kecil (ces).

"Meskipun kami menyadari bahwa semua kejadian ini adalah takdir Allah. Namun kami berharap kepada pemerintah, agar bisa memerhatikan akses infrastruktur ke wilayah ini. Jika kondisi sungai normal saja, untuk mencapai kota memerlukan waktu sekitar 4 jam, maka ketika air surut seperti sekarang, perjalanan harus ditempuh paling cepat 5-6 jam,” lanjut Imam.

Sementara itu, dr Noni Mariani Tumanggor dari puskesmas setempat mengungkapkan, sebelumnya Muntamah didiagnosa terkena stroke dan harus mendapatkan perawatan lanjutan ke RSUD di Sampit.

"Pagi itu sakitnya penurunan kesadaran. Diagnosa kita suspect stroke non hemoragic. Beliau juga memiliki gejala darah tinggi. Dan harus dirujuk ke RSUD Murjani Sampit,"  ujarnya.

Pihaknya juga sudah berupaya membantu melakukan penanganan maksimal, namun karena keterbatasan alat dan atas permintaan keluarga, akhirnya pasien dirujuk ke Sampit. 

Saat di perjalanan pun, imbuh Noni, Muntamah sudah dipasang infus dan mendapat pendampingan perawat Puskesmas Pegatan II.

Menurut Noni, kejadian seperti dialami Muntamah, sesungguhnya bukan yang pertama kali terjadi menimpa warga di daerah itu.

“Kasus seperti ibu Muntamah ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, namun karena penanganan cepat dan akses jalan (kondisi sungai normal) memadai pada waktu itu menuju Sampit, maka pasien  bisa ditangani,” pungkas Noni. (nto)


BACA JUGA

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:52
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Tak Bisa Sekolah Daring, Jangankan Internet, Telepon Pun Susah

Lurah Kameloh Baru Rulissantie saat ditemui di kantornya mengatakan, pada…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:50
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kameloh Baru

Murid Tak Mengeluh karena Sudah Terbiasa Susah

Sajidin yang sudah mengabdi menjadi guru sejak 1990 ini menjabarkan,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:51
Dari Pemilihan Duta Tambun Bungai Kalteng 2021

Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Promosikasi Budaya dan Pariwisata

Andra Pratama dan Yoan Agnes Theresia akhirnya dinobatan sebagai Duta…

Selasa, 24 Agustus 2021 11:13

Mengenal Muhamad Ridwan, Dokter yang Rutin Berbagi Berkah Tiap Jumat

Sekali dalam sepekan Muhamad Ridwan rutin menebar kebaikan. Dokter muda…

Jumat, 09 Juli 2021 11:16
Mengikuti Kegiatan Donasi Literasi di Tanjung Pusaka (2/selesai)

Desanya Hanya 400 Meter, Satu Sekolah 14 Murid

Menikmati fasilitas pendidikan yang layak merupakan hak bagi setiap anak…

Senin, 14 Juni 2021 11:05

Melihat Keberadaan Bank Sampah Jekan Mandiri, Anggota Mencapai Ratusan Orang, Hasilnya Cukup Menggiurkan

Masalah sampah menjadi persoalan klasik di kota-kota yang sedang berkembang.…

Selasa, 07 Juli 2020 12:40
Mengenal Lindu Anugraha, YouTuber Kalteng yang Mengusung Kearifan Lokal (2/selesai)

Konsisten Bikin Konten, Warga Dilibatkan sebagai Model

Menjadi salah satu peraih silver play button dari YouTube tentunya…

Selasa, 10 Maret 2020 11:56

Abdullah Gampang, Perintis Usaha Ukiran Kayu Motif Dayak

Hasil kerajinan khas Dayak semakin terkenal dan banyak peminatnya. Mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers