MANAGED BY:
SENIN
08 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Jumat, 10 Agustus 2018 13:23
Ketika Warga Katingan Kuala Harus Terjebak di Minimnya Infrastruktur Jalan
Meregang Nyawa di Tengah Sungai
Jenazah Muntamah ketika disemayamkan di kediamannya di Desa Jaya Makmur Kecamatan Katingan Kuala, Kamis (9/8)

Ibu Muntamah (50) warga Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan harus menghembuskan napas terakhirnya di Sungai Hantipan. Dia terlambat mendapatkan penanganan kesehatan lanjutan saat harus dirujuk ke Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur.

========================

BERATNYA medan yang harus dilalui akibat keterbatasan akses infrastruktur transportasi, mengakibatkan banyak warga di Kecamatan Katingan Kuala Kabupaten Katingan, kesulitan untuk mendapatkan fasilitas pelayanan yang cepat dan tepat. Seperti di bidang kesehatan.

Untuk mencapai Kota Sampit atau Kasongan, warga hanya bisa menggunakan sarana transportasi sungai. Karena sampai saat ini, belum ada akses jalan darat yang mencapai daerah yang berada di pesisir itu.

Kesulitan itu semakin menjadi tatkala musim kemarau. Akibat debit air sungai yang surut. Perahu atau kelotok kecil pun harus berjuang sedemikian rupa untuk bisa melalui gosong-gosong yang banyak bermunculan.

Belum lagi jika ada kendala atau hambatan teknis yang bisa bisa terjadi setiap saat di tengah perjalanan.

Almarhumah Muntamah, hanya salah satu contoh korban sulitnya akses transportasi itu.

"Ibu (Muntamah, red) naik kelotok ces (perahu kecil muatan 3-4 orang). Karena airnya surut, dan saat masuk Sungai Hantipan, mesinnya rusak. Terpaksa harus menunggu mesin pengganti. Tapi setelah mesinnya di perbaiki. Ibu sudah tidak ada lagi (meninggal),” tutur Imam Ma'ruf, saudara almarhumah Muntamah, Kamis (9/8).

Menurut Imam, saat itu Muntamah semestinya harus segera dibawa ke Sampit untuk menjalani pengobatan lanjutan, setelah dirujuk oleh dokter di puskesmas setempat. Karena jarak terdekat adalah ke Sampit, dibanding ke Kasongan atau Palangka Raya.

Sehingga pada Kamis pagi, bersama beberapa keluarga, Muntamah pun dibawa menggunakan kelotok.

Namun perjalanan tak selancar yang diharapkan. Di tengah perjalanan harus terhenti, karena Sungai Hantipan yang surut dan sulit dilalui. Akhirnya harus berganti dengan kelotok yang lebih kecil (ces).

"Meskipun kami menyadari bahwa semua kejadian ini adalah takdir Allah. Namun kami berharap kepada pemerintah, agar bisa memerhatikan akses infrastruktur ke wilayah ini. Jika kondisi sungai normal saja, untuk mencapai kota memerlukan waktu sekitar 4 jam, maka ketika air surut seperti sekarang, perjalanan harus ditempuh paling cepat 5-6 jam,” lanjut Imam.

Sementara itu, dr Noni Mariani Tumanggor dari puskesmas setempat mengungkapkan, sebelumnya Muntamah didiagnosa terkena stroke dan harus mendapatkan perawatan lanjutan ke RSUD di Sampit.

"Pagi itu sakitnya penurunan kesadaran. Diagnosa kita suspect stroke non hemoragic. Beliau juga memiliki gejala darah tinggi. Dan harus dirujuk ke RSUD Murjani Sampit,"  ujarnya.

Pihaknya juga sudah berupaya membantu melakukan penanganan maksimal, namun karena keterbatasan alat dan atas permintaan keluarga, akhirnya pasien dirujuk ke Sampit. 

Saat di perjalanan pun, imbuh Noni, Muntamah sudah dipasang infus dan mendapat pendampingan perawat Puskesmas Pegatan II.

Menurut Noni, kejadian seperti dialami Muntamah, sesungguhnya bukan yang pertama kali terjadi menimpa warga di daerah itu.

“Kasus seperti ibu Muntamah ini sebenarnya sudah beberapa kali terjadi, namun karena penanganan cepat dan akses jalan (kondisi sungai normal) memadai pada waktu itu menuju Sampit, maka pasien  bisa ditangani,” pungkas Noni. (nto)


BACA JUGA

Jumat, 05 Agustus 2022 12:34

Mengenal Romy Firmansyah, Juara Lomba Murottal Dewasa, Berbagi Ilmu lewat Rumah Al-Qur’an dan YouTube

Romy Firmansyah berhasil menjuarai Murottal dewasa kategori laki-laki pada ajang…

Kamis, 21 Juli 2022 11:18

Upacara Ngaben Massal di Desa Batu Nindan, Cermin Kerukunan dan Kebersamaan

KUALA KAPUAS-Semenjak pagi, ratusan umat Hindu Bali di Desa Batu…

Rabu, 08 Juni 2022 13:36

Melihat Geliat UMKM di Palangka Raya Pascapandemi, Resep Bedak Basah Olahan Friska Pernah Ditawar Rp15 Juta

Resep bedak atau pupur basah yang kini dimiliki Friska Natalia…

Selasa, 01 Maret 2022 12:12
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Tak Bisa ke Masjid, Salat Jemaah di Selasar Kamar Hotel

Setelah beranjak dari Masjid Quba, rombongan langsung menuju lokasi karantina.…

Selasa, 01 Maret 2022 12:11
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Salat Magrib Berjemaah di Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Rasa lelah menjalani penerbangan kurang lebih selama 10 jam dari…

Selasa, 01 Maret 2022 12:09
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Alhamdulillah Bisa Berangkat setelah Dua Tahun Tertunda

Pemerintah Arab Saudi resmi membuka pintu masuk bagi jemaah umrah…

Rabu, 16 Februari 2022 11:18

Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya

Meski kehidupan di balik jeruji besi tak mudah menjalani, tapi…

Selasa, 15 Februari 2022 09:12
Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya (1)

Dibekali Keterampilan, Diwanti-wanti Jangan Melanggar Hukum Lagi

Ruang pojok kreasi warna rupa merupakan wujud kreasi para warga…

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers