MANAGED BY:
KAMIS
30 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Rabu, 25 Juli 2018 20:47
Mengenal Menu 10+1 ala Juru Masak RSUD dr Dorius Sylvanus
Dukung Kesembuhan Pasien Melalui Makanan
Plt Kepala Instalasi Gizi, Banuh Rohimah bersama para juru masak Ruangan Gizi RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (24/7). (EMANUEL LIU/KALTENG POS)

Keberadaan juru masak di sebuah rumah sakit, ternyata memiliki peran penting untuk kesembuhan pasien. Ketelitian bekerja dalam suasana kegembiraan, dapat mendukung kerja medis.

EMANUEL LIU, Palangka Raya

DENGAN jumlah personel hanya 9 orang, para juru masak di Ruang Instalasi Gizi, RSUD dr Doris Sylvanus, dapat bekerja maksimal. Mereka menyajikan makanan untuk seluruh pasien yang ada.

Kendati harus berada di dapur setiap harinya, bukan berarti tidak mengalami berbagai pengalaman menarik untuk dikenang, selama mengemban tugas yang cukup vital tersebut. Apalagi, peran mereka mendukung penyembuhan pasien melalui makanan, juga sama pentingnya dengan penanganan medis.

“Pengalaman saya pribadi, seperti menyalurkan hobi, khususnya memasak. Yang penting kita enjoy, maka pekerjaan yang berat akan terasa ringan,” kata Kepala Pemasak Ruangan Gizi, RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Lisa Kristiyaningsih kepada Kalteng Pos, Selasa (24/7).

Untuk urusan memasak, ibu dua anak tersebut mengakui, dengan menggunakan peralatan masak yang besar seperti kompor, serta suhu yang panas di tempat kerja, dibutuhkan kesabaran dan suasana yang santai.

“Kadang ada masalah dari rumah yang bisa terbawa. Namun, walau terasa berat dan demi kesembuhan pasien, pekerjaan tetap dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Suasana kerja yang dialami selama ini, penuh kekeluargaan. Hal itu dirasakan sejak 2009, saat dirinya memulai pengabdian di rumah sakit tersebut. “Jadi saat kerja, kita bisa sambil bercerita,” lanjut warga Jalan Garuda tersebut.

Jenis makanan yang disajikan ada berbagai macam. Namun, wajib ada kandungan karbohidrat (nasi, bubur), yang disesuaikan dengan jenis diet para pasien. Lauk terdiri dari dua jenis, yaitu nabati dan hewani. Selain itu, ada sayur-sayuran, buah-buahan atau puding.

Dalam proses memasak, tidak pernah menggunakan pepsin. Sebab, menurutnya, itu tidak baik untuk kesehatan. Sebagai ganti, mereka menggunakan gula dan bumbu, seperti bawang merah dan putih.

Karena telah mempelajari ilmu tata boga, maka bukan hanya aktivitas di tempat kerja yang digelutinya. Selain menjalani pekerjaan tetap, mereka juga mencari penghasilan tambahan, seperti membuat kue lalu dipasarkan.

Dijelaskannya, dirinya tidak membedakan memasak di rumah maupun di rumah sakit. Hal itu dikarenakan dirinya sudah terbiasa, bekerja dengan hasil yang bagus hingga selesai.

“Di sini saya mengatur hal yang berkaitan dengan masak. Di rumah juga mengatur anak-anak sambil membuat kue dan kegiatan lainnya. Dan memang bidangku sudah di situ,” sambungnya.

Sementara, terkait dengan penyakit pasien, menurutnya, makanan atau jenis diet akan berbeda pula. Misalnya untuk diet lambung, maka masakannya lauknya harud direbus. Sedangkan sayur mesti yang tidak banyak santan.

Sementara, untuk pasien yang dirawat di ruangan ICU, kebanyakan menggunakan susu. Selain itu, bagi pasien yang diet jantung, maka tidak akan diberikan menu makanan mengandung kuning telur.

Di tempat terpisah, Plt Kepala Instalasi Gizi, Banuh Rohimah SGz M Gizi menambahkan, untuk pengaturan makan, pihaknya mendapatkan order diet yang berasal dari ruangan masing-masing (ahli gizi ruangan).

Lalu orderan itu akan diteruskan ke dapur, sehingga memiliki pengaturan menu yang dikenal dengan menu 10 hari plus 1, dengan siklus yang berulang. Untuk siklus ke-11 khusus untuk menu ke-31.

“Dari pengaturan siklus tersebut, ada pengaturan berdasarkan dietnya. Misalnya ada makanan tertentu yang tidak gorengan, nanti pengaturannya dilakukan dengan cara direbus, kukus, panggang, atau dibakar,” katanya.

Selain itu, ada bahan makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pasien, seperti makanan yang mengandung serat tinggi. Sehingga pihaknya memberikan sayur yang rendah serat.

Dirinya menegaskan, peran dari tenaga pemasak sangatlah penting. Selalu melakukan koordinasi dengan ahli gizi. Agar pasien dapat segera sembuh, maka makanannya juga harus bersih dan sehat.

“Oleh karena itu, kita juga berupaya untuk menjamin kebersihan makanan, kualitas gizi, termasuk  higensanitasi (pengaruh lingkungan terhadap kesehatan) para pemasak, di antaranya  menggunakan alat pelindung diri saat memasak. Hal tersebut agar tidak terjadinya kontaminasi dari penjamah makanan terhadap makanan tersebut,” tutupnya. (*/ce/nto)


BACA JUGA

Rabu, 08 Juni 2022 13:36

Melihat Geliat UMKM di Palangka Raya Pascapandemi, Resep Bedak Basah Olahan Friska Pernah Ditawar Rp15 Juta

Resep bedak atau pupur basah yang kini dimiliki Friska Natalia…

Selasa, 01 Maret 2022 12:12
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Tak Bisa ke Masjid, Salat Jemaah di Selasar Kamar Hotel

Setelah beranjak dari Masjid Quba, rombongan langsung menuju lokasi karantina.…

Selasa, 01 Maret 2022 12:11
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Salat Magrib Berjemaah di Masjid Pertama yang Dibangun Rasulullah

Rasa lelah menjalani penerbangan kurang lebih selama 10 jam dari…

Selasa, 01 Maret 2022 12:09
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Alhamdulillah Bisa Berangkat setelah Dua Tahun Tertunda

Pemerintah Arab Saudi resmi membuka pintu masuk bagi jemaah umrah…

Rabu, 16 Februari 2022 11:18

Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya

Meski kehidupan di balik jeruji besi tak mudah menjalani, tapi…

Selasa, 15 Februari 2022 09:12
Melihat Aktivitas Warga Binaan Rutan Kelas II A Palangka Raya (1)

Dibekali Keterampilan, Diwanti-wanti Jangan Melanggar Hukum Lagi

Ruang pojok kreasi warna rupa merupakan wujud kreasi para warga…

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:52
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Tak Bisa Sekolah Daring, Jangankan Internet, Telepon Pun Susah

Lurah Kameloh Baru Rulissantie saat ditemui di kantornya mengatakan, pada…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:50
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kameloh Baru

Murid Tak Mengeluh karena Sudah Terbiasa Susah

Sajidin yang sudah mengabdi menjadi guru sejak 1990 ini menjabarkan,…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers