MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Minggu, 03 Juni 2018 00:44
PARAH..!! Rusuh di PT IMK Sudah Dua Kali, Ini Kerugian yang Dihasilkan
Kabag Ops Polres Mura, Kompol Arifin dan seorang anggota polisi mendapat perawatan di Klinik PT IMK setelah menderita luka akibat lemparan batu dalam bentrokan yang terjadi Sabtu (2/6) malam.

PROKAL.CO, PURUK CAHU-Bentrokan antara warga dan perusahaan serta aparat keamanan di PT Indo Muro Kencana (IMK) Kabupaten Murung Raya, Sabtu (2/6) malam, memakan korban beberapa orang luka akibat terkena lemparan batu dan.gas air mata.

Konflik berujung bentrok terbuka antara warga dan PT IMK ini merupakan yang kedua kalinya terjadi.

Bentrokan berdarah pertama kali terjadi pada bulan yang sama di tahun 2013 lalu, tepatnya 29 Juni. Akibat kejadian, dua orang warga menderita luka tembak dan empat personel Brimob mengalami luka parah akibat terkena senjata tajam.

Selain itu, 9 unit bangunan di perusahaan itu dirusak massa, 20 kendaraan operasional perusahaan dirusak dan dibakar massa.  Total kerugian ditaksir mencapai hingga Rp 10 miliar.

Menurut kepolisian, saat itu warga memaksa masuk ke areal perusahaan untuk melakukan penambangan tradisional dan dihalau petugas Brimob yang sedang bertugas melakukan pengamanan. Bentrokan pun tidak bisa dihindarkan antara massa dan petugas Brimob.

Sementara dalam bentrokan yang terjadi Sabtu (2/6) malam, belum diketahui persis berapa kerugian yang terjadi.

Namun sejumlah orang mengalami luka, di antaranya Kabag Ops Polres Mura, Kompol Arifin dan satu personel polisi yang terkena lemparan batu. Kemudian tiga orang balita yang terkena paparan gas air mata, juga terpaksa diamankan dan dilarikan ke klinik PT IMK.

Bentrokan mulai terjadi sekitar pukul 18.10 WIB, ketika massa memaksa untuk masuk ke areal perusahaan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun kepolisian terkait bentrokan yang terjadi.

PT IMK beroperasi dengan dasar kontrak karya dari pemerintah pusat. Pada tahun 1994 silam memiliki pinjam pakai lahan yang berlaku selama 30 tahun. Dengan luas wilayah sekitar 90 ribuan hektare. (nto)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 10:37

Bocah SD Keracunan Massal, Pedagang Kue Mengaku Salah, Minta Maaf ke Sekolah

SAMPIT-Peristiwa keracunan massal yang menimpa murid-murid SDN 5 Baamang Hilir…

Sabtu, 22 Februari 2020 10:35

Pilgub Kalteng Tanpa Calon Independen

PALANGKA RAYA-Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah tahun…

Jumat, 21 Februari 2020 14:25

Ayu, Tetap Semangat meski Sering Dikucilkan

Siapa yang bisa melawan takdir. Manusia hanya bisa menjalani dan…

Jumat, 21 Februari 2020 10:09

Keracunan Massal di SD, Polisi Selidiki, Bupati Bilang Begini ke Pelaku UKM

SETELAH menerima informasi, Polres Kotawaringin Timur (Kotim) langsung turun melakukan penyelidikan,…

Jumat, 21 Februari 2020 10:04

Syukuran Ultah, Mendadak Puluhan Murid Muntah-Muntah

SAMPIT- Kamis 20 Februari 2020, merupakan hari bahagia bagi dua murid…

Jumat, 21 Februari 2020 10:02

Dituntut 7 bulan dan Denda Rp50 Juta, Terdakwa Karhutla Minta Keringanan

NANGA BULIK-Tukiman hanya bisa duduk pasrah saat jaksa membacakan tuntutannya.…

Kamis, 20 Februari 2020 10:44

Perusahaan yang Menggarap Lahan di Luar HGU, Walhi Desak Sanksi

PALANGKA RAYA-Polemik antara masyarakat Desa Sebabi dengan PT Sukajadi Sawit…

Rabu, 19 Februari 2020 10:14

Kendaraan Ditarik Debt Collector, Laporkan Polisi

Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting: “Laporkan ke Kami,…

Selasa, 18 Februari 2020 13:59

Panik..!! Tapi Terdiam Mematung saat Rumah Terbakar

PURUK CAHU-Warga Muara Sumpoi Kecamatan Murung digegerkan dengan peristiwa kebakaran…

Selasa, 18 Februari 2020 13:58

Potensi Ada, Tinggal Promonya

PALANGKA RAYA- Amelia Nurmawati Edmil akan tampil pada grand final…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers