MANAGED BY:
JUMAT
06 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Selasa, 13 Maret 2018 10:25
Plasma, Nikmatnya setelah Meninggal
Suyanto

PROKAL.CO,

PROGRAM kemitraan perusahaan besar swasta (PBS) sawit melalui plasma masih menjadi polemik. Plasma yang diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup petani di sekitar kebun, justru menimbulkan banyak masalah. Dari puluhan kebun plasma di Kalteng, hanya sebagian kecil yang sudah memberikan manfaat. Jumlah pembagian dari hasil plasma pun sangat kecil. Jauh dari yang diharapkan petani.

Pembangunan plasma merupakan amanat Undang Undang (UU) nomor 18 tahun 2004 tentang perkebunan. Mulai tahun 2007, perusahaan swasta yang membuka kebun inti sawit, wajib membangun plasma seluas 20 persen  dari luas hak guna usaha (HGU). Namun, sejak berlakunya Permentan nomor 98 tahun 2013 tentang pedoman perizinan usaha perkebunan, plasma masyarakat dapat dibangun dari lahan di luar konsesi. Luasnya sama. Setara dengan 20 persen dari HGU.

Artinya lahan kebun plasma ini bisa 20 persen dari luas lahan HGU perusahaan. Tapi juga bisa di luar HGU. Perusahaan juga bisa memanfaatkan lahan milik desa atau tanah adat yang belum tergarap. Yang terpenting luasnya 20 persen dari luas kebun inti. Ini adalah amanat undang-undang. Mestinya perusahaan sawit yang belum membangun kebun plasma, bisa dituntut secara hukum karena melanggar UU.

Dari ratusan PBS sawit yang beroperasi di Kalteng, hanya sebagian kecil yang sudah membangun plasma. Alasanya bermacam-macam. Ada yang menyebutkan karena lahan yang dicadangkan untuk plasma masih masuk kawasan hutan. Kemudian ada juga yang beralasan belum mendapat dana pihak ketiga untuk membiayai plasma. Ada juga perusahaan tidak membuka plasma, karena takut menimbulkan masalah di kemudian hari. Ironinya, sebagian kecil perusahaan yang sudah membangun plasma, juga belum bisa menyejahterakan petani di sekitarnya.

Benarkah plasma tidak memberikan manfaat bagi masyarakat? Sebenarnya tujuan awal kebun plasma sangat mulia. Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat anggota plasma. Sayangnya, petani anggota plasma baru akan menikmati hasil plasma secara full setelah meninggal dunia. Lho kok bisa? Ceritanya begini. Pola kemitraan plasma ini, perusahaan bekerja sama dengan koperasi yang didirikan para petani anggota plasma. Yang menandatangani kerja sama adalah pengurus koperasi dengan perusahaan.

Regulasi pemerintah, biaya operasional kebun plasma Rp30 juta/hektare hingga berumur 48 bulan. Biaya itu mulai dari membuka lahan sampai biaya panen perdana berumur 49 bulan. Sekarang muncul regulasi baru biaya operasional kebun plasma Rp50 juta/hektare hingga umur 48 bulan. Dana untuk membangun plasma itu biasanya perusahaan menggandeng pembiayaan. Jaminannya adalah lahan 20 persen dari HGU atau di luar HGU yang dikelola masyarakat melalui koperasi.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…

Kamis, 16 Juli 2020 11:53

Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers