MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Rabu, 28 Februari 2018 07:25
BAHAYA ! Penambangan Liar Masih Marak di Katingan
Saat berpatroli di DAS Katingan, anggota Satpolairud Polres Katingan menemukan ratusan lanting sedot yang ditinggalkan para pelaku tambang, karena telah mengetahui kedatangan petugas, Selasa (27/2). (POLRES FOR KALTENG POS)

KASONGAN–Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) alias penambagan liar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan semakin marak. Misalnya di wilayah Kecamatan Katingan Hilir, Kecamatan Tasik Payawan, Tewang Sangalang Garing Pulau Malan, Katingan Tengah, dan beberapa kecamatan lain di wilayah hulu Katingan. Ironisnya, perusakan lingkungan yang dilakukan oknum warga atau pelaku tambang liar ini, tak hanya terjadi di daratan atau anak sungai, tetapi hingga ke DAS Katingan sendiri.

Kapolres Katingan AKBP Ivan Adhityas Nugraha SIK ketika dikonfirmasi menjelaskan, mereka selama ini sudah berupaya melakukan pencegahan dan antisipasi terhadap aktivitas tambang liar. Salah satu upaya yang dilakukan,  yakni dengan memberikan teguran dan sosialisasi kepada para pelaku tambang, untuk segera menghentikan kegiatannya. “Kemarin banyak ditemukan seperti ponton-ponton itu. Paling banyak di daerah Kecamatan Pulau Malan. Kita sudah minta supaya mereka menghentikan dan kembali ke tempatnya masing-masing. Karena pelaku tambang ini memang bukan orang wilayah itu, tapi dari luar,” kata kapolres dengan ramah memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Bappedalitbang Katingan, Selasa (27/2).

Ada banyak dampak buruk yang ditimbulkan oleh para pelaku tambang ini, ujar Ivan, salah satunya adalah pencemaran air sungai di Katingan yang secara terus-menerus terjadi. Di samping itu, juga menimbulkan pendangkalan pada sungai itu sendiri. “Jadi sangat dilarang melakukan penambangan liar di aliran sungai. Kita mohon ini supaya ada kesadaran dari para penambang,” tegasnya.

Apabila peringatan atau sosialisasi yang diberikan tetap diabaikan, maka menurut orang nomor satu di Polres Katingan ini, mau tidak mau nantinya mereka akan memberikan tindakan yang lebih keras terhadap para pelaku tambang liar ini. “Selama ini kadang mereka kucing-kucingan. Ketiga petugas datang, mereka lari. Lalu ketika petugas balik, mereka datang lagi melakukan aktivitasnya. Selalu seperti itu. Kemudian petugas kami juga tidak mungkin menunggu di lokasi selama 1x24 jam,” ucapnya. (eri/ala/dar)


BACA JUGA

Rabu, 09 Oktober 2013 17:17

Dalam Waktu Dekat Akan Ditetapkan Tersangka

<div> <div>PALANGKA RAYA-Keseriusan jajaran Polres Katingan dalam menangani tindak pidana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers