MANAGED BY:
KAMIS
24 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Jumat, 02 Februari 2018 06:54
Wow...Untungnya Menggiurkan, Wanita Ini Ketagihan Jual Miras
Satpol PP mendatangi warung jamu milik Soekartini. Saat digeledah di dalam lemari bajunya dan di kamar ditemukan sekitar 18 botol anggur merah. //FOTO : SATPOL PP FOR KALTENG POS

PROKAL.CO,

PANGKALAN BUN-Boleh jadi, jeratan tindak pidana ringan (Tipiring) bagi pelaku pengedar minuman keras (miras), menjadi faktor kenapa bisnis memabukkan ini terus digeluti oleh masyarakat, silih berganti pelaku miras ditangkap tak jua membuat jera mereka. Seolah, bisnis haram ini membuat mereka ketagihan untuk menjalankannya. Tak terkecuali bagi Soekartini (55), warga jalan Ahmad Yani, Km 17, RT 08/02, Desa Bumi Harjo, Kecamatan Kumai, Kobar. Awalnya, ia hanya coba-coba mencari peruntungan dari bisnis ilegal itu, keuntungan yang sangat menjanjikan membuat ia menjadi ketagihan untuk terus dan terus menggeluti bisnis itu.

Berkedok warung jual jamu di Simpang Runtu, Kecamatan Pangkalan Lada, ia juga melayani menjual Miras jenis anggur merah. Bisnis yang sudah dilakoninya beberapa bulan belakangan ini membuatnya terlena hingga ia harus berurusan dengan Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, Rabu (31/1) sekitar pukul 17.30 WIB. Patroli Satpol PP mendatangi warung jamu miliknya, saat digeledah di dalam lemari bajunya dan di kamar ditemukan sekitar 18 botol anggur merah.Sontak perempuan paruh baya ini meraung-raung minta ampun kepada anggota Satpol PP, ia meminta jangan dibawa dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Apalagi setelah ia mendengar sanksi Perda Nomor 13 tahun 2006 tentang larangan minuman beralkohol dengan ancaman 3 bulan kurungan atau denda setinggi - tingginya Rp59 juta.“Ampun pak, ampun saya jera pak,” ucap Soekartini.

Ratapan Soehartini tak membuat anggota Satpol PP Kobar luluh, bersama barang bukti ia diangkut ke Dinas Satpol PP Kobar untuk diperiksa guna pengembangan terkait sumber ia memperoleh miras tersebut.Pengungkapan penjual miras dengan berkedok sebagai warung jamu ini, bermula dari hasil monitoring yang dilakukan Satpol PP serta didukung oleh informasi dari masyarakat terkait aktivitas ilegal Soehartono.“Ia pemain baru di bisnis ini, keuntungan yang menjanjikan membuat ia ketagihan berjualan dan modusnya dengan berkedok sebagai penjual jamu," kata Komandan Regu III, Dinas Satpol PP dan Damkar Kobar, Sayid Abdul Badawi, Kamis (1/2).

Bagaimana tidak menggiurkan bisnis Miras ini, menurut informasi yang berhasil dihimpun Kalteng Pos, dalam 1 dus minuman keras dengan jumlah 12 botol para penjual membelinya dengan harga Rp500 ribu. Kemudian minuman keras jenis Bir Bintang ini diecer perbotolnya Rp80 ribu, dari satu dus miras pelaku bisnis haram ini dapat memperoleh untung hingga Rp450 ribu. Sementara untuk jenis anggur merah yang banyak digemari penjual miras ini membeli dengan harga Rp700 ribu persis isi 12 botol dan dijual per botolnya Rp100 ribu dengan margin keuntungan mencapai Rp500 ribu.

Dibandingkan dengan minuman keras bermerek, harga miras lokal seperti arak lebih murah per kantong isi 20 liter hanya Rp400 ribu. Kemudian dikemas dalam Aqua tanggung 600 mililiter (ml) bisa menghasilkan 40 - 50 botol dan dijual per botolnya Rp20 ribu rupiah bahkan ada yang 50 ribu rupiah per botolnya. Menyikapi maraknya peredaran miras ini, membuat Pemkab Kobar gencar melaksanakan razia rutin ke sejumlah tempat yang dicurigai sebagai pemasok dan penjual miras, tak hanya itu upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberi efek jera kepada pada pelaku yakni mengkaji lagi rugulasi Perda miras yang ada.

Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengatakan, pihaknya terus mengkaji lagi aturan yang berlaku, dan melihat lagi aturan yang ada, karena memang sanksi yang diterapakan untuk menjerat para pelaku masih diangap sangat ringan, Tipiring maksimal hanya diancam dengan hukuman 3 bulan kurungan“Kerena memang di dalam Perda kita ini sanksinya ringan, kerena itu memang tipiring, jadi hukuman maksimalnya sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar Bupati kepada Kelteng Pos, Kamis (1/2).

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 27 Juni 2020 10:06

PT BEK Dituntut Berlaku Adil

MUARA TEWEH-Beberapa perwakilan warga Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten…

Kamis, 25 Juni 2020 12:34

MUI Kota Dukung Sugianto Sabran

PALANGKA RAYA-Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mendapat dukungan untuk maju kembali…

Sabtu, 20 Juni 2020 12:06

Satu Karyawan Perusahaan Ini Positif Covid-19

TAMIANG LAYANG-Seorang karyawan PT Saptaindra Sejati (SIS) terkonfirmasi positif Covid…

Rabu, 17 Juni 2020 13:44

Jalur Ditutup, Pedagang Plaza Beringin Berunjuk Rasa

Para pedagang Plaza Beringin Buntok, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) menggelar…

Rabu, 17 Juni 2020 10:02

Polemik PT SRE, Besok Pemkab Buat Keputusan

MUARA TEWEH-Bupati Barito Utara (Batara) H Nadalsyah melayangkan panggilan mediasi…

Senin, 15 Juni 2020 11:34

Positif Covid-19 di Barito Timur Bertambah

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid - 19 Kabupaten Barito…

Senin, 15 Juni 2020 11:33

Satu Terjangkit, Semua Kepala Sekolah Di-Rapid Test Lagi

MUARA TEWEH-Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Barito Utara akan melakukan…

Minggu, 14 Juni 2020 11:21

Permudah Koneksi ke Lumbung Pangan Baru, Bangun Jembatan

PALANGKA RAYA-Proyek pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok…

Kamis, 11 Juni 2020 13:33

Penipu Rp300 Juta Ditangkap

KUALA KAPUAS-Resmob Polres Kapuas dan unit Reskrim Polsek Kapuas Murung…

Kamis, 11 Juni 2020 13:30

Pasien PDP Meninggal, Istri Diisolasi

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berinisial RS (63), warga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers