MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

METROPOLIS

Senin, 22 Januari 2018 11:24
DPRD Kalteng
Pengawasan Orangutan Harus Sinkron

Antar Lembaga Pemerintah dan Lembaga Swasta Sesuai Peranan Masing-masing

HM Asera

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA - Kasus kematian orangutan tanpa kepala di Barito Selatan (Barsel) menambah daftar kasus kejahatan terhadap satwa yang dilindungi. Terjadinya kondisi ini diduga akibat lemahnya pengawasan, baik dari instansi pemerintahan yang bertanggung jawab langsung maupun lembaga independen yang khusus menangani orangutan.

Anggota DPRD Kalteng HM Asera menyatakan, pengawasan atas keberadaan orangutan harus sinkron antar lembaga pemerintah dan lembaga swasta sesuai peranan masing-masing. Koordinasi harus dikuatkan lagi. Satu lembaga tidak bisa berdiri sendiri untuk hal ini.

“Pengawasan keberadaan orangutan dan di mana dia dilepasliarkan masih lemah. Terlebih pengawasan terhadap orangutan liar, tentu akan lebih lemah,” jelas politikus senior PKB ini kepada Kalteng Pos, Minggu (21/1).

Seharusnya, jika benar orangutan menjadi hal yang penting untuk dijaga keberlangsungannya, maka pemerintah harus serius menangani ini. Dia mengusulkan, agar ada semacam polisi khusus, peningkatan anggaran, dan mengedukasi masyarakat serta pihak lain seperti perusahaan agar turut menjaga keberlangsungan kehidupan orangutan.

“Kalau orangutan menjadi primadona bagi negeri ini, semestinya departemen yang membidangi masalah ini harus menampakkan simbol-simbol keberadaan orangutan itu. Misal, dengan adanya pengawasan lebih baik, lebih terarah dan sinkron antar satu lembaga dengan lembaga lain. Biaya ditingkatkan karena pengawasannya tentu susah sebab keberadaannya di hutan,” urai Wakil Ketua Komisi B DPRD Kalteng ini.

Dia menjelaskan, kasus pembunuhan orangutan yang terjadi di Barsel tentu menambah catatan atas kesewenang-wenangan manusia terhadap hewan langka yang dilindungi. Tentu harus diungkap hingga terang benderang. Jelas tidak benar, jika orangutan ditembak hingga belasan peluru bahkan kepalanya dipenggal.

“Melihat ada belasan peluru yang bersarang di badan orangutan, tentu ini juga menjadi perhatian pihak kepolisin untuk mengungkap. Perlu jelas senjata yang dipakai untuk membunuh itu apa, apakah pistol rakitan, senapan angin atau bagaimana,” tukas wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) V meliputi Kapuas dan Pulang Pisau (Pulpis) ini. (uni/uyi/iha)


BACA JUGA

Kamis, 28 Maret 2019 10:14

WADUH..!! Kalteng Peringkat 4 Penderita Stunting se Indonesia

PALANGKARAYA- Saat ini Kalimantan Tengah (Kalteng) menduduki peringkat keempat terburuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:28

Kecam Peredaran Miras Oplosan

PALANGKA RAYA-Bisnis peracikan dan penjualan minuman keras ilegal dan oplosan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:25

GEGER..!! Misterius, Tiba-tiba Keluar Darah di Leher Wanita Ini

PALANGKA RAYA-Peristiwa tak terduga dialami oleh aparatur sipil negara bernama…

Rabu, 20 Maret 2019 11:20

Perusahaan Wajib Hargai Bukti Milik Masyarakat

GUBERNUR Kalteng H Sugianto Sabran melalui Sekretaris Daerah Fahrizal Fitri…

Jumat, 15 Maret 2019 13:48

Kejaksaan Musnahkan Barbuk Puluhan Perkara

PALANGKARAYA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangka Raya memusnahkan barang bukti (barbuk)…

Minggu, 10 Maret 2019 12:56

Penduduk Bertambah, Tapi Bentang Alam Sebangau Wajib Dijaga

PALANGKARAYA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mendukung kegiatan perlindungan dan pelestarian…

Minggu, 10 Maret 2019 12:49

Soal Sampah, Tanggungjawab Pemda Dong..!!

PALANGKA RAYA – Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka…

Minggu, 24 Februari 2019 12:23

Dua Kelompok Tawuran, Ditangkap Lalu Dijemur

 Bundaran Besar mendadak heboh dengan adanya anak Puntun dan Mendawai…

Kamis, 21 Februari 2019 09:58
Orangtua Tak Terima Anaknya Tak Lulus Tes CPNS

Kontroversi CPNS Kapuas Belum Diketahui BKN

PALANGKA RAYA-Hasil tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten…

Kamis, 21 Februari 2019 09:56

Buruh Memilih, PBS Wajib Meliburkan atau Membuat Giliran

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng berharap perusahaan besar swasta (PBS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*