MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Sabtu, 23 Desember 2017 11:36
Cegah Stanting, SOPD Susun RADPG
Para pemangku kepentingan saat melaksanakan rapat penyusunan RADPG, di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pulpis, Kamis(21/12).// FATAYAT NU FOR KALTENG POS

PULANGPISAU – Pemangku Kepentingan penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG)  Kabupaten Pulang Pisau menggelar pertemuan ke 4 di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (21/12). Pertemuan ini membentuk dokumen sah pemerintah daerah dalam rangka pemenuhan dan ketersediaan pangan dan gizi, bagi masyarakat di Kabupaten Pulpis.

Koordinator Program Kampanye Gizi Nasional (KGN) Pencegahan Stanting PP Fatayat NU, Umi Wahyuni MM mengatakan, kegiatan ini  dihadiri sekitar 30 orang perwakilan lintas sektor SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) terkait dengan program pencegahan Stanting.

Penyusunan RADPG ini dipimpin Bappeda Kabupaten yang didukung tim teknis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pembangunan Desa, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, Kementerian Agama dan SOPD lain. Menghadirkan dua narasumber seperti Sekretaris Dinas Pembangunan Desa, Sukmana dan Drg Sopiyah Sekretaris Dinas Kesehatan Pulang Pisau.  

“Diharapkan dokumen yang berisi program semua lintas sektor, yang terkait dengan pencegahan stanting ini meliputi program yang telah dilakukan, sedang dilakukan dan proyeksi yang akan datang oleh lintas sektor mampu membantu mengukur tingkat keberhasilan dalam upaya penurunan angka stanting. Dokumen RADPG ini akan difinalisasi pada pertengahan Januari 2017 dengan bimbingan teknis dari Bappeda Provinsi Kalteng,” urai Umi Wahyuni.

Sementara Drg Sopiyah menyampaikan pentingnya pencegahan stanting karena terkait dengan kualitas generasi dan sumberdaya manusia. Stanting pada bayi dan anak-anak berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhannya. Berdampak pada kesehatan fisik dan kurang maksimalnya fungsi kognitif sehingga berpengaruh pada prestasi di sekolah. Berdampak pada usia dewasa yang berpotensi mengalami obesitas, penyakit tidak menular seperti  jantung, hipertensi dan lain lain.

“Sehingga mengurangi produktivitas kerja dan menghabiskan biaya banyak yang bisa menyebabkan kemiskinan. Jika masyarakat sehat, dana pemerintah bisa digunakan untuk alokasi lain yang lebih produktif seperti peningkatan mutu pendidikan dan infrastruktur. Oleh karena itu pencegahan stanting harus dilakukan melalui kebijakan lintas sektor dalam pemerintah daerah dengan dukungan kampanye media massa agar masyarakat lebih peduli terhadap permasalahan ini,” jelas Drg Sopiyah.

Di sisi lain, narasumber dari Dinas Pembangunan Desa, Sukmana menyampaikan bahwa Dana Desa bisa dipakai untuk mendukung pencegahan stanting melalui usulan program dan kegiatan dalam musyawarah desa. Program dan kegiatan yang diusulkan bisa berupa edukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan pencegahan stanting, dukungan pemberian gizi tambahan untuk ibu hamil dan balita, dukungan edukasi keterlibatan ayah atau laki-laki secara aktif dalam pencegahan stanting, pengadaan fasilitas kesehatan yang dibutuhkan oleh ibu melahirkan. (end/b-5/iha)


BACA JUGA

Kamis, 24 Oktober 2013 16:01

SMAN 1 Muara Teweh Jadi Tuan Rumah

<div> <div><strong>MUARA TEWEH</strong> &ndash; SMAN 1 Muara Teweh akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers