MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Minggu, 11 Juni 2017 21:15
RENUNGAN RAMADAN
Buta Mata VS Buta Hati

Oleh: Hj Qanita Tajuddin, M.Pd

Ilustrasi

LELAKI buta itu bersegera mendatangi Rasulullah SAW. Dadanya bergemuruh. Keinginannya sangat kuat untuk membersihkan diri dan bertanya banyak hal tentang agama yang baru dianutnya.

Sementara di sisi yang lain, sesuatu yang kontradiktif terjadi. Ada lelaki dengan status sosial tinggi dari kalangan elite negeri, acuh tak acuh. Meski Rasulullah Saw memprioritaskan memberi pencerahan Islam kepadanya. Tak terketuk untuk membersihkan diri meskipun peluang itu ada di depan mata.

Kisah Abdullah bin Umi Maktum sahabat nabi yang buta ini, Allah SWT  abadikan di surah Abasa ayat 1 sampai 16. Sangat menohok jiwa jika direnungkan sepenuh hati. Keterbatasan fisiknya tidak menghalangi diri untuk berbenah. Matanya boleh jadi buta, namun hati dan jiwanya tidak buta.

“Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan dirinya dari dosa. Atau dia ingin mendapat pengajaran. Lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya” (QS Abasa ayat 3-5).

Kisah ini menjadi penggugah jiwa, apalagi saat membaca dan merenunginya ini di bulan Ramadan.  Ramadan ini Allah swt bentangkan berbagai pintu ampunan dan kemuliaan. Tapi tak semua orang bersegera berlari menggapai ampunan Allah swt ini.

“Dialah yang menerima taubat dari hamba Nya, memaafkan kesalahan, dan mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS Asy Syura ayat 25).

Manusia tak pernah berhenti berbuat kesalahan. Setiap hari ada saja kesalahan yang terjadi. Ada orang-orang yang menyadari jika melakukan kesalahan, namun segera bertaubat dan berupaya menjadi lebih baik. Seperti halnya Abdullah bin Umi Maktum.

Tapi ada orang-orang bebal, keras jiwanya, buta hatinya, tak merasa bersalah dengan kesalahan yang sudah diperbuat. Matanya secara fisik tidak buta, namun mata hatinya yang buta. Seperti halnya kisah pembesar negeri di surah Abasa tersebut.

“Sungguh merugi, orang yang memperoleh kesempatan merasakan bulan Ramadan akan tetapi tidak diampuni dosanya” Hadits Riwayat Tirmidzi.

Kesempatan datangnya Ramadan adalah kesempatan emas. Mungkin saja tidak terulang kembali tahun depan. Karena jatah usia sudah Allah Swt cukupkan sebelum datangnya Ramadan tahun depan.

Menuliskan list kekhilafan dan kesalahan yang pernah dilakukan. Selanjutnya mengisi malam-malam Ramadan dengan cucuran air mata taubat. Memohon ampunan dengan tulus kepada penggenggam nyawa manusia.

Semoga Allah Swt masih berkenan melimpahkan kepekaan hati. Sehingga hati menjadi sensitif terhadap kesalahan yang kita lakukan. Jika sudah begini maka ada keinginan kuat untuk memohon ampunan Nya.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah Swt berfirman: “Wahai manusia tidaklah kamu berdoa dan berharap kepada Ku melainkan Aku akan mengampuni dosa yang telah kamu lakukan, dan Aku tidak menghiraukan kembali dosa itu”. (*/nto)


BACA JUGA

Rabu, 10 November 2021 16:43
Sidang Dugaan Tipikor Robohnya Tembok Penjara

JPU: Tak Ada Fakta yang Disembunyikan

PALANGKA RAYA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukamara, Enggar…

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers