MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 08 Juni 2017 20:44
RENUNGAN RAMADAN
Puasa dan Menjaga Lisan

Oleh: Drs Rois Mahfud MPd

Drs Rois Mahfud MPd

PROKAL.CO, PUASA bermakna ‘menahan’, termasuk juga menahan dari perkataan fitnah, dusta, pencitraan buruk, keji dan kotor. Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda; Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari).

Ucapan bisa melahirkan perkataan melalui lisan dan bisa pula melalui tulisan di berbagai media. Lisan adalah salah satu nikmat di antara sekian banyak nikmat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita. Dengan lisan seseorang dapat mengungkapkan apa yang dia inginkan, dengan lisan manusia dapat saling berkomunikasi, saling memberikan kebaikan dan manfaat kepada sesama.

Tetapi di balik itu semua, lisan juga dapat menjadi sumber bencana. Ada pepatah; “mulutmu harimaumu”. Itu artinya apa yang kita bicarakan bisa jadi membinasakan kita sendiri dan membuat ketakutan bagaikan mau diterkam binatang buas yang menakutkan.

Berbicara memang mudah bagi setiap orang yang memiliki lisan, jika yang dimaksudkan hanya sekadar mengeluarkan suara, maka itu merupakan hal yang mudah. Tetapi kalau yang dimaksudkan adalah mengucapkan kata-kata yang baik, bermanfaat, membawa maslahat, maka tidak setiap orang bisa melakukannya dalam setiap kalimat yang dia ucapkan.

Oleh karena itu Islam membimbing kita dalam hal ucapan ini, seperti; "Ucapkanlah perkataan yang mulia, perkataan yang baik, ucapkanlah perkataan yang mudah," dan selainnya. Juga banyak memperingatkan kita dari ucapan yang buruk seperti; ucapan sia-sia, dustaan dan palsu, kesia-siaan dan main-main, menyebarkan gosip, fitnah, ghibah, namimah dan selainnya.

Sangatlah berbeda antara ucapan yang baik dan yang buruk, perkataan kufur dengan keimanan, jujur dengan dusta, benar dengan nifaq dan seterusnya. SWT berfirman dalam surat Qaaf: 18, artinya, “Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.”

Lisan seseorang adalah merupakan cerminan dari baik dan buruknya orang tersebut, bahkan merupakan salah satu penentu baik buruknya kualitas iman seseorang. Nabi Saw bersabda, "Tidak akan lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya, sehingga lurus lisannya. Dan seseorang tidak akan masuk surga apabila tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lisannya." (HR. Imam Ahmad ).

Banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh dari ucapan yang baik sebagaimana yang dijelaskan di dalam Alquran dan as-Sunnah. Di antaranya adalah, ucapan yang baik di antara sebab sebab seseorang berperilaku baik dan mendapatkan ampunan  Allah  SWT mengaitkan perintah berkata yang benar dan baik dengan perintah taqwa, dan Dia juga menjelaskan bahwa keduanya yaitu takwa dan ucapan yang benar akan menjadi sebab seseorang berperilaku baik dan mendapatkan ampunan. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah SWT memperbaiki bagimu amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. al-Ahzab: 70-71).

Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa sedekah adalah merupakan amal yang sangat mulia dan baik. Tetapi sedekah yang diberikan, boleh jadi tidak memiliki makna apa-apa atau pahala sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT, jika orang yang bersedekah tadi mengiringi sedekahnya dengan ucapan yang buruk, menyakitkan atau mengungkit-ungkitnya. Allah SWT berfirman artinya, "Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun. (QS. al-Baqarah:263)

Rasulullah Saw sendiri telah menjelaskan, bahwa kalimat yang baik adalah termasuk shadaqah, karena keberadaannya yang dapat membahagiakan orang lain, sebagaimana sedekah yang akan membuat bahagia si penerimanya. Rasul Saw bersabda; "Sesungguhnya seseorang mengucapkan perkataan yang diridhai Allah, dia tidak pernah menyangka perkataannya itu akan menyebabkan dampak yang baik, yang karenanya Allah SWT akan menulis keridhaan-Nya baginya sampai pada hari dia menemui-Nya.” (HR. Malik, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah). (*/c3/nto)


BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers