MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 01 Juni 2017 21:33
RENUNGAN RAMADAN
Keadilan Sosial

Oleh: Drs Rois Mahfud MPd

Drs Rois Mahfud MPd

KEADILAN adalah pemberian kepada masing-masing sesuai dengan apa yang layak baginya. Dikatakan layak apabila ada manfaat bagi seseorang, menguntungkan bagi pihak yang kurang beruntung, menerima konsekuensi pilihan logis, menghargai martabat manusia, perlakuan yang setara, pembebasan orang miskin yang tertindas.

Memahami keadilan yang berbeda akan menghasilkan arti adil yang juga berbeda-beda. Islam melihat inti keadilan sosial adalah kebenaran bersumber pada ketuhanan yang mendapat dukungan umat, baik individu maupun suatu negara. Keadilan harus terus-menerus bergerak ditegakkan sampai menciptakan kesejahteraan, kebahagiaan baik duniawi maupun ukhrawi.

Di dunia sekarang ini bermunculan adanya ‘ketidakadilan’ yang bisa terlihat di mana-mana. Harus disadari, sangatlah sulit mencari ciri dan karakter serta mendefinisikan ‘keadilan’. Namun manusia tetap dituntut untuk mencari jawaban dari pertanyaan apakah maksud yang sebenarnya dari istilah ‘keadilan’. Keadilan sekarang ini menjadi barang langka yang mungkin lebih berharga dari emas berlian, atau harta apapun yang dimiliki oleh seseorang, termasuk juga bangsa dan negara. Hubungan sosial tanpa adanya keadilan, akan menciptakan neraka di dunia.

Keadilan memperbolehkan aturan-aturan yang ditetapkan menjadi kebaikan masyarakat demi menjamin pemenuhan kewajiban dan melindungi hak-hak individu. Keadilan bisa memadukan konsep mengenai perlakuan setara dan konsep pengabaian. Namun yang terpenting, bergantung sepenuhnya pada kemanfaatan dari aspek kemasyarakatan. Maka semua aturan keadilan, termasuk kesetaraan, bisa tunduk kepada tuntutan kemanfaatan. Apapun yang membawa pada kebaikan terbesar bagi semuanya, sudah dapat dikatakan ‘adil’.

Bila terjadinya kesenjangan sosial, ketidakadilan dan jurang pemisah antara si kaya dan si miskin mengindikasikan suatu situasi yang tidak lagi menyadari bahwa semua yang ada di bumi ini diberikan untuk dipergunakan oleh semua orang. Maka ketidakadilan yang terjadi adalah melanggar kondrat kemanusiaan sekaligus tujuan kehidupan.

Keadilan juga bisa dilihat dari perlakuan terhadap pihak-pihak tidak berdaya dalam masyarakatnya. Keadilan sempurna apabila suatu kondisi ‘persaudaraan’ di dalamnya tidak terjadi konflik kepentingan. Ketenteraman dalam kehidupan akan bisa dirasakan jika terdapat rasa keadilan. Sebaliknya, resah gelisah dan tidak akan aman kalau sekelilingnya diliputi oleh kezhaliman. Keadilan sosial dalam Islam menempati posisi yang sangat penting. Bahkan keadilan dipandang sebagai persoalan utama yang dirasakan dan disadari manusia semenjak ia mulai berpikir. Pentingnya keadilan dalam Islam hingga di dalam Alquran dikatakan bahwa, setiap Rasul diutus untuk membimbing umat manusia. Tugas utamanya adalah menegakkan keadilan dan menghindari segala bentuk kezhaliman. Keadilan juga merupakan nilai moral yang sangat ditekankan dalam Alquran. 

Demikian juga tugas para rasul dan manusia sebagai khalifah, juga untuk menegakkan keadilan di muka bumi. Islam menilai keadilan mencakup semua sendi kehidupan manusia. Harus terealisasikan dalam kehidupan individu, sosial, hukum, ekonomi, politik dan budaya. Bahkan penekanannya pada kehidupan pribadi, baik lahir maupun batin harus terbangun dan menjadi nyata, sampai pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam kerangka itulah, Allah SWT memerintahkan untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan, menyantuni kaum kerabat, melarang berbuat keji, kemungkaran dan permusuhan akibat dari ketidakadilan. Semua apa yang dilakukan manusia akan dipertanggungjawabakan. Maka berbuat adil merupakan makna dari ajaran tauhid dalam Islam. Keadilan juga bisa dikatakan sebagai hukum Allah (sunnatullah) yang berlaku abadi dalam kehidupan ekonomi, dan terlebih dalam kehidupan sosial. Bila keadilan dalam kehidupan tidak ditegakkan, maka akan berdampak pada ketidakharmonisan.

Konsep keadilan sosial setidaknya ada lima prinsip: (1) Pembagian hak dan kebebasan terhadap semua orang berdasarkan persamaan manusia. (2) Memastikan setiap orang mendapatkan hak dan balasan sesuai kontribusinya. (3) Jaminan ekonomi dan sosial bagi orang miskin dan cacat. (4) Pemenuhan dasar bagi setiap individu. (5) Persamaan kesepakatan bagi semua untuk berpartisipasi dalam pemerintahan. Dengan demikian dalam Islam tidak dibenarkan terjadinya konsentrasi penumpukan kekayaan. Untuk menciptakan keadilan sosial yang merata, Islam melarang: (1) Penumpukan harta (al-iktinâz). (2) Bermegah-megahan yang melalaikan (al-takâtsur). (3) Mengumpulkan harta dan selalu menghitung-hitungnya tanpa mau berbagi. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 10 November 2021 16:43
Sidang Dugaan Tipikor Robohnya Tembok Penjara

JPU: Tak Ada Fakta yang Disembunyikan

PALANGKA RAYA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukamara, Enggar…

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers