MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Rabu, 31 Mei 2017 16:40
RENUNGAN RAMADAN
Mulai dari Kebaikan Kecil

Oleh: Dr H Bulkani MPd

Dr H Bulkani MPd

PERNAHKAH kita berpikir setiap perbuatan baik kita, apapun bentuknya dan seberapapun besarnya, selalu memiliki nilai ibadah, jika kita lakukan secara ikhlas? Pernahkah kita berpikir, setiap pekerjaan yang kita lakukan juga bernilai ibadah?

Bukankah Allah tidak membeda-bedakan perbuatan kita berdasarkan besar kecilnya perbuatan yang kita lakukan. Akan tetapi, Allah menilai perbuatan kita berdasarkan keikhlasan dan nilai efek dari perbuatan itu.

Perbuatan remeh yang selama ini luput dari perhatian kita, tetapi memiliki efek sosial yang besar, bisa jadi merupakan ibadah yang nilainya tinggi di hadapan Allah, yang suatu saat akan diganjar Allah dalam banyak bentuk.

Ketika saya masih remaja, saya termasuk orang yang paling suka membersihkan dan menata masjid, tempat di mana saya sering ikut salat berjamaah. Entah kenapa, secara spontan saya berusaha menyapu, lalu kemudian menata dan membentangkan kain sajadah putih panjang untuk salat, tepat beberapa saat sebelum salat Magrib dimulai.

Sekalipun tidak rutin saya lakukan, akan tetapi spontanitas itu selalu muncul begitu saja, ketika saya melihat bahwa masjid tempat kami salat belum siap. Begitu pula kebiasaan mematikan listrik dan kipas angin di masjid, dan hal itu menjadi kebiasaan sampai sekarang.

Mungkin saat itu, banyak yang menganggap perbuatan itu merupakan perbuatan remeh, karena toh jika tidak dibersihkan atau ditata, tidak ada orang yang merasa terganggu salatnya.

Anehnya, saya sering sekali ditraktir makan bakso atau ke warung teh dekat masjid kami oleh seorang jamaah, ketika selesai salat Magrib, tepat ketika sebelum magrib saya membersihkan atau membentangkan sajadah panjang.

Apakah ini suatu kebetulan, ataukah karena memang beliau sering memperhatikan perbuatan saya, wallahualam.

Pada masa kini, saya melihat ada staf saya yang rajin mengurus masjid yang terletak di lingkungan kantor, yang mungkin karena keikhlasannya, ia mendapat rezeki diberangkatkan umrah atas biaya kantor. Tanpa bermaksud untuk takabur atau menyombongkan diri, bisa jadi perbuatan perbuatan kecil yang selama ini kita anggap remeh, akan dinilai Allah dengan ganjaran yang besar dalam berbagai bentuk, asalkan kita lakukan secara ikhlas, tanpa motivasi untuk meminta ganjaran berlipat ganda.

Keikhlasan seharusnya merupakan dasar bagi semua tindakan kita. Dalam sebuah hadis dari Bukhari dan Muslim, pernah diceritakan bahwa ketika turun ayat sedekah, orang orang Islam berlomba-lomba mengangkut barang-barang di atas punggung mereka untuk mendapatkan upah dari jasa mengangkut itu, kemudian hasilnya disedekahkan.

Setelah itu, datanglah seseorang lalu bersedekah dengan sesuatu yang banyak, orang-orang mencela, “Ah, ia hanya pamer saja”. Kemudian datang lagi orang lain lalu bersedekah dengan satu sha (sekitar 2,7 kg) kurma, orang-orang pun mencela, “Sebenarnya Allah tidak memerlukan makanan satu sha ini”. 

Berdasarkan kejadian itu, maka turunlah ayat dalam surah At-Taubah 79:  “(Orang-orang munafik itu) yaitu orang orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang orang yang memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang orang (munafik) itu menghina mereka, Allah akan membalas penghinaan mereka, dan untuk mereka azab yang pedih”.

Melalui ayat ini, Allah mencela anggapan orang-orang munafik bahwa sedekah yang sedikit tidak ada artinya. Bagi Allah, kebaikan itu tidak dinilai dari segi kuantitas, tetapi kualitasnya.

Dalam sebuah riwayat pernah juga dikisahkan tentang seorang  pelacur yang diampuni dosa-dosanya oleh Allah, hanya karena ia memberikan air minum dengan menggunakan sepatunya, untuk seekor anjing yang kehausan dan berputar-putar di sekitar sumur. Ini berarti bahwa, dosa-dosa besar bahkan dapat terhapus hanya oleh suatu perbuatan kecil dan remeh tetapi memiliki efek yang sangat besar. Ini juga berarti bahwa perbuatan remeh sesederhana apapun, akan tetap memiliki nilai yang tinggi di hadapan Allah, selama perbuatan itu kita lakukan dengan ikhlas.

Dengan demikian, keterbatasan yang kita miliki hendaknya jangan menghalangi kita untuk berbuat baik, karena ladang untuk beramal terbuka sangat lebar. Allah Maha Adil dan telah menyiapkan ladang untuk berbuat baik bagi semua golongan. Jika yang kaya diwajibkan Allah untuk berbuat baik melalui zakat, infaq dan sedekah harta, atau berangkat haji dan umrah karena memiliki kemampuan ekonomi, maka yang memiliki keterbatasan ekonomi diberikan Allah kesempatan untuk berbuat baik dengan cara lain, tetapi memiliki nilai ibadah yang sama atau bahkan lebih besar.

Rasulullah  sendiri pernah didatangi oleh orang-orang fakir Muhajirin, yang mengadu karena tidak memiliki kelebihan harta sehingga tidak mendapat kesempatan untuk bersedekah. Rasulullah kemudian menjawab: “Bukankah Allah SWT telah menjadikan untukmu sesuatu yang dapat kamu gunakan untuk bersedekah. Sungguh dalam setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, memerintahkan kebaikan itu sedekah, mencegah kemungkaran itu sedekah.”

Subhanallah, mari kita mulai niatkan secara ikhlas semua perbuatan kita sebagai wujud pengabdian kita kepada Allah, di mana  pun dan kapan pun, sehingga semua perbuatan kita akan bernilai ibadah, sekalipun hanya sebuah kebaikan kecil. Insya Allah kebaikan kecil itu akan terus membesar seperti bola salju, menjadi kebaikan-kebaikan besar yang bermanfaat untuk semua. Amin. (*/c3/nto)


BACA JUGA

Rabu, 10 November 2021 16:43
Sidang Dugaan Tipikor Robohnya Tembok Penjara

JPU: Tak Ada Fakta yang Disembunyikan

PALANGKA RAYA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukamara, Enggar…

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers