MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Senin, 29 Mei 2017 11:56
RENUNGAN RAMADAN
14 Bahaya Maksiat
Drs. Rois Mahfud, M.Pd

FIRMAN Allah SWT di dalam Alquran: “Dan tinggalkanlah dosa yang nyata dan yang tersembunyi. Karena sesungguhnya orang-orang yang berusaha melakukan dosa, mereka akan dibalas dengan apa yang mereka lakukan (QS. al-An’am: 120).

Sebagai umat Islam wajib beriman bahwa kehidupan dunia ini tidak kekal, di mana kita semua pasti akan menemui saat kematian dan seterusnya akan melalui alam barzakh sebelum dibangkitkan untuk dihitung segala amalnya untuk memperoleh balasan Syurga atau siksa Neraka.

Oleh karena itu Allah telah mengutus kepada kita nabi Muhammad SAW dengan petunjuk Alquran membimbing umat manusia supaya menjadi hamba Allah yang faham serta mau taat dengan segala perintahNya dan bersungguh-sungguh dalam menjauhi segala laranganNya, baik dalam setiap aspek ibadah khusus maupun ibadah umum, seperti di bidang pendidikan,  politik, ekonomi, sosial dan sebagainya.

Kita diperintahkan oleh Allah Swt untuk ber amal shaleh dan menjauhi dosa serta maksiat, yaitu menghindari  perkara yang haram,  menghindari godaan hawa nafsu dan syaitan demi memastikan kita tidak melanggar apa yang telah ditetapkan dalam  agama Islam yang bersumber dari Alquran dan Hadis Maqbul dari Rasulullah Saw. Firman Allah dalam surah as-Syura; 37.”Dan juga (lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar serta perbuatan-perbuatan yang keji; dan apabila mereka marah (disebabkan perbuatan yang tidak patut terhadap mereka), mereka memaafkannya; Di anntara  bahaya maksiat yang akan menimpa diri kita sebagai berikut:

Pertama, maksiat menghalangi diri kita untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Kedua, maksiat menghalangi rezeki di mana kita mesti yakin bahwa taqwa adalah penyebab yang akan mendatang dan memudahkan rezeki kita.

Ketiga, maksiat membuat kita semakin jauh dari Allah.

Keempat, maksiat menjauhkan kita dari orang-orang shaleh kerana takut ditegur.

Kelima, maksiat membuat banyak urusan kita menjadi sulit dan sukar. Firman Allah dalam ayat 9-10 surah as-Syamsu: Maksudnya: Sesungguhnya berberuntunglah orang yang menjadikan dirinya bersih dan bertambah- bersih (dengan iman dan amal kebajikan), Dan sesungguhnya hampalah orang yang menjadikan dirinya  yang tadinya bersih itu menjadi kotor, susut dan terbenam kebersihannya (dengan sebab kemaksiatannya).

Keenam, bahaya maksiat ialah melemahkan hati dan badan di mana kekuatan seorang mukmin terpancar dari kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya. Dunia pernah menyaksikan bagaimana kekuatan fisik dan hati kaum muslimin pada generasi pertama sehingga mampu meruntuhkan Empayar Rom dan Parsi walaupun berperang dalam keadaan berpuasa.

Ketujuh, maksiat menyebabkan kita terhalang untuk taat kepada Allah Swt.

Kedelapan, maksiat memendekkan umur dan menghilangkan keberkatan hidup.

Kesembilan, maksiat menumbuhkan kemaksiatan lainnya. Namun jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal tersebut akan mendorongnya untuk melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Jika seorang hamba melakukan keburukan, maka dia pun akan cenderung untuk melakukan keburukan yang lain sehingga keburukan itu menjadi kebiasaan.

Kesepuluh, maksiat dapat melemahkan hati dari kebaikan akan menguatkan kehendak untuk berbuat maksiat yang lain sehingga memutuskan keinginan hati untuk bertaubat dan tidak dapat mengendalikan hati kita sendiri. Hati kita menjadi liar mengikuti jejak maksiat ke maksiat yang lain sehingga hati kita akan melihat maksiat bagaikan suatu yang indah.

Kesebelas, hilang rasa malu ketika berbuat maksiat. Bahkan, dengan rasa bangga dia menceritakan kepada orang lain dengan detail semua maksiat yang dilakukannya. Dia telah menganggap ringan dosa yang dilakukannya. Padahal dosa itu demikian besar di sisi Allah Swt.

Keduabelas, pelaku maksiat yang seperti itu akan menjadi para pewaris umat yang pernah di azab Allah seperti Homoseksual adalah maksiat warisan umat nabi Luth a.s. Perbuatan dengan mengurangi timbangan adalah maksiat peninggalan kaum Syu’aib a.s. Kesombongan di muka bumi dan menciptakan berbagai kerusakan adalah milik Fir’aun dan kaumnya. Sedangkan takabbur, angkuh, dan ketidak adilan merupakan maksiat warisan kaum Hud a.s.

Ketigabelas, maksiat merusak akal. Seandainya seseorang itu masih berakal sehat, akal sehatnya itu akan mencegahnya dari kemaksiatan kepada Allah. Dia akan berada dalam naungan Allah Swt.  Tidaklah seseorang melakukan maksiat, kecuali akalnya yang telah hilang!

Keempat belas, maksiat menimbulkan kehinaan dan mewariskan kehinaan akibat tenggelam dengan hiburan yang melampau batas, berbangga dengan kemewahan dan sebagainya. Kita sendiri masih menghadapi masalah ekonomi. Negara kita dianugerahkan oleh Allah berupa tanah yang subur tapi belum mampu dikelola dengan baik. Kita punya banyak emas, minyak bumi, batubara, dll. tapi hasilnya lebih banyak dinikmati oleh orang asing. Akibat itulah kita berada pada posisi lemah karena makin tajamnya jurang pemisah antara simiskin dan sikaya sebagai akibatnya. Apalagi korupsi masih terjadi dimana-mana.Yang kaya semakin berjaya yang miskin papa semakin menderita.

Namun kekuatan sebuah negara bukan hanya tergantung dari pertumbuhan ekonomi, tapi tergantung pada keadilan ekonomi dan keadilan hukum menjadi tonggak utama kemakmuran, kedamaian dan kesejahteraan. Masalah penegakan hukum bagaikan dua sisi pisau, tajam ke bawah - tumpul ke atas, hal itu akan berdampak pada kemunduran, perpecahan, permusuhan, membuat  semakin jauh dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat, dan kita akan berada di bumi Allah yang keberkahanya akan dicabut oleh Allah Swt. Na’uzubillah. (*)


BACA JUGA

Rabu, 10 November 2021 16:43
Sidang Dugaan Tipikor Robohnya Tembok Penjara

JPU: Tak Ada Fakta yang Disembunyikan

PALANGKA RAYA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukamara, Enggar…

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers