MANAGED BY:
SENIN
20 SEPTEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Senin, 22 Mei 2017 14:46
Pelajaran Menikmati Diri Sendiri
Dahlan Iskan

INILAH salah satu kesibukan utama saya selama diperkarakan oleh Kejati Jatim: nonton Dangdut Academy 4. Di Indosiar. Hampir tiap malam. Selama hampir empat bulan.

Saya hafal nama-nama pesertanya. Wajah-wajahnya. Asal daerahnya. Dewan jurinya. Komentatornya. Host-nya. Dan iklan-iklannya. Kalau sudah nonton DA4, saya lupa jaksa-jaksa yang menuntut saya.

Ada pelajaran penting yang saya peroleh dari DA4: menyanyi itu ternyata sulit. Lebih sulit dari yang saya bayangkan. Cengkok. Nada. Vibra. Dan banyak lagi. Bahkan, suara itu ternyata tidak hanya dari mulut. Ada suara perut segala. Di samping ada suara diafragma. Menjadi menteri, rasanya, tidak sesulit itu.

Saya juga baru tahu Iyeth Bustami itu ternyata pinter sekali. Juri yang satu ini bisa seperti dokter. Mendiagnosis suara penyanyi: suara perut atau diafragma. Dengan cara menyuruh peserta telentang di lantai. Lalu, Iyeth meletakkan tangannya di ulu hati peserta.

Iyeth ternyata juga modis sekali. Keharusan agamanya untuk menutup rambut dia siasati secara kreatif. Bukan membuat rambut palsu, tapi rambut imajinasi. Jilbabnyalah yang diimajinasikan sebagai rambut. Dengan model yang terus berganti. Juga warnanya.

Puncak mode penampilan Iyeth terjadi saat tampil minggu lalu. Menyanyikan Sudahlah bersama Fildan dari Kota Bau-Bau. Iyeth tampil dengan kreasi mode kelas dunia: headpiece. Ala Maleficient. Tokoh Disney. Lihatlah YouTube-nya.

Juri Inul Daratista juga orang cerdas. Inul bisa tahu mengapa juri memberi empat lampu merah pada Fildan. Saat Fildan tampil di tiga besar. Padahal, biasanya Fildan dapat lima lampu hijau. ''Pendukung Fildan sendiri yang merugikan. Lagu ini memerlukan suasana hening. Tapi, pendukungnya terus bersorak,'' ujar Inul. Sejak itu, pendukung Fildan menjadi penonton yang proporsional. Fildan pun dapat lima lampu hijau lagi. Dan masuk grand final.

Soimah juga sosok istimewa. Dialah yang bisa mengoreksi Fildan. Yang punya kecenderungan selalu tampil dengan alat musik. ''Seharusnya kamu tidak memaksakan berseruling saat membawakan lagu ini. Tidak cocok,'' ujar Soimah.

Sejak itu Fildan berubah. Dia memang piawai bernyanyi sambil bergitar, berseruling, berpiano, dan bahkan ngedrum. Tapi, sejak fatwa Soimah, Fildan tidak lagi begitu. Sayangnya, di grand final dia kumat lagi. Menyandang gitar. Yang talinya merusak mode bajunya.

Puncak kekaguman saya adalah pada sosok yang satu ini: Ivan Gunawan. Saya adalah orang yang sembrono dalam tata busana. Selama empat bulan nonton DA4, saya seperti ditegur Ivan setiap malam. Begitu jeli Ivan melihat busana. Dari segala aspeknya. Kadang muncul keinginan saya agar Ivan bisa hadir di setiap persidangan pengadilan saya. Agar bisa menilai jalannya sidang itu. Dari sisi penampilan busana saya.

Di saat penonton (dan saya) terkagum akan penampilan Fildan, Ivan tidak terpengaruh. Dia menyuruh Fildan duduk di kursi. Ketahuanlah warna kaus kakinya tidak serasi. Sudah kusut pula. Begitu Fildan ganti kaus kaki, langsung terasa bedanya.

Demikian juga saat Ivan mencopot aksesori yang memenuhi kerah Fildan. Sosok Fildan langsung berubah. Begitu besar pe­ngaruh busana. Saya menjadi sadar. Ivan..., saya kagum pada kehebatan Anda.

Pelajaran lain yang saya dapat adalah ini: kemampuan tim Indosiar menjadikan DA4 sebagai drama besar. Ada tawa. Ada duka. Ada gembira. Ada derai air mata. Tim Indosiar juga mampu membuat tim juri dan komentator sebagai part of the show. Mereka bisa terus menyenangkan penonton dengan cara mereka sendiri berhasil menikmati peran masing-masing. Mereka merasa terhibur oleh diri sendiri. Ini jugalah kunci sukses Srimulat generasi Surabaya. Pemain bisa menikmati guyonan mereka sendiri.

DA4 ini luar biasa. Seandainya saya jurinya, juara satunya 10 orang. Bahkan mungkin 12 orang. Termasuk Fiko yang dari Bangka dan Sheila yang dari Klaten. Putri tukang parkir yang cantik itu.

Tapi, akhirnya saya memang cocok. Fildan-lah yang jadi juara. Putri juara dua. Suara Putri yang dari Balikpapan itu memang sebening salju. Tapi, Fildan lebih komplet. Genre musik apa pun dia lalap: Selamat Malam yang mendayu, Tum Hi Ho yang India, Mbah Dukun yang metal, dan Maskurane yang dibuat blues-jazz. ''Kamu ini sudah sah menjadi rocker,'' ujar Inul setelah Fildan menyanyikan rock.

Melihat Fildan yang juara dan Putri yang runner-up, saya lega. Februari lalu, ketika DA4 baru dimulai, saya kirim dua WA. Satu ke Irwan, Dirut Kendari Post, koran terbesar di provinsinya Fildan. Satu lagi ke Ivan, Dirut Kaltim Post, koran terbesar di provinsinya Putri.

''Irwan, Fildan ini akan menjadi calon juara. Tolong wartawan Anda perhatikan Fildan,'' tulis saya. Saat itulah saya untuk kali pertama menonton Fildan. Menyanyikan Tum Hi Ho. Sampai-sampai saya harus membuka Google. Mencari terjemahan lagu itu.

Di hari yang sama, saya kirim WA senada. Mengingatkan agar Kaltim Post memperhatikan Putri. Gadis Balikpapan keturunan Bugis Mandar ini bisa jadi salah satu calon juara.

Kini keduanya sudah jadi bintang. Kejora di mana-mana. Idola siapa saja. Fildan akan bisa jadi Judika-nya dangdut. Dan Putri bisa jadi Rossa.

Saya kian takut untuk ikut audisi Dangdut Academy 5. (*/nto)


BACA JUGA

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…

Kamis, 16 Juli 2020 11:53

Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers