MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Minggu, 21 Mei 2017 17:13
Kekerasan dalam Pendidikan: Tanggung Jawab Siapa?

Oleh: Nuryadin*

Nuryadin

MASIH terjadi dan terulangnya tindak kekerasan dalam pendidikan yang melibatkan oknum pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik maupun orang tua peserta didik, semakin mencoreng citra pendidikan sebagai agen terdepan pembangunan karakter bangsa serta kualitas SDM bangsa.

Lembaga pendidikan dengan beragam bentuknya semestinya hadir sebagai lingkungan dan ruang yang aman serta nyaman bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Suasana kondusif yang dibangun di dalamnya berpengaruh positif bagi seseorang agar kelak lahir insan berkualitas, dengan kompetensi intelektual, spiritual, moral, dan sosial yang memadai.

Lembaga pendidikan dituntut mampu menyediakan ruang yang aman dan kesempatan yang terbuka bagi segenap warganya, terutama dalam aspek interaksi, proses pembelajaran, dan pengembangan kemampuan. Sehingga akan berdampak pada terciptanya habit konstruktif bagi perkembangan potensi dan karakter peserta didik.

Kekerasan dalam pendidikan justru menjadi penghambat bagi terciptanya kondisi demikian. Kekerasan dalam konteks ini dapat terjadi dalam lingkungan dan pada waktu proses pendidikan berlangsung ataupun di luar lingkungan dan jam-jam pendidikan. Realitas yang seharusnya jauh dari dunia pendidikan.

FAKTOR PEMICU

Dewasa ini kekerasan bukan lagi hal asing bagi pendidikan kita. Kekerasan acapkali melengkapi berita kriminal di ruang-ruang publik. Kekerasan tidak hanya berupa kekerasan fisik seperti tawuran, penganiayaan dan pemukulan. Bisa juga berupa kekerasan verbal seperti cacian, hujatan, dan bullying. Bahkan terjadi pula kekerasan lain yang tak kalah mengkhawatirkan, yakni kekerasan dan pelecehan seksual dan tindak asusila.

Kekerasan dalam pendidikan jika kita cermati tidak hadir dalam ruang hampa. Selalu ada pemicunya.

Pertama, kondisi keluarga yang tak harmonis berpotensi memberi pengaruh negatif bagi psikologis serta perilaku seorang anak (baca peserta didik). Bisa jadi ia menjadi tertutup dan pendiam. Tak menutup kemungkinan bisa lepas kendali, dan cenderung lebih keras ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Kedua, lingkungan sosial yang tak lagi menyediakan suasana yang kondusif dan aman bagi anak dan kaum muda. Ketika seorang anak terbiasa tumbuh dan berada dalam lingkungan yang keras, dan tak jarang muncul peristiwa kriminal dari lingkungan tersebut, sikap dan perilakunya juga bisa ikut terpapar pengaruh negatif.

Ketiga, mental dan perilaku pendidik atau tenaga kependidikan yang tak mencerminkan keteladan, yang berakibat pada terbentuknya peserta didik bermental dan berperilaku serupa.

Keempat, kekerasan dipandang sebagai sebuah pembelajaran disiplin dan pembinaan mental, sehingga ia menjadi kebiasaan yang terus dipelihara.

JALAN KELUAR

Kekerasan yang terus terjadi dapat melahirkan generasi yang rentan dalam memproduksi ulang kekerasan dalam lingkungannya maupun di luar itu. Tindak kekerasan yang merasuk dalam kesadaran masyarakat dapat menjadi kultur negatif yang bisa merusak tatanan kehidupan.

Kondisi demikian sangat mengkhawatirkan. Diperlukan formula guna mengantisipasi kekerasan serta bagaimana menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Tentu ini bukan tugas ringan. Karenanya komitmen dan kerja sama banyak pihak sangat dinanti.

Pertama, pemerintah melalui instansi terkait perlu memetakan daerah, lingkungan, dan lembaga pendidikan yang rawan akan tindak kekerasan. Untuk selanjutnya dilakukan pembenahan dan pemberdayaan secara kontinu.

Kedua, keterlibatan aktif lembaga pendidikan dalam menanggulangi kekerasan mutlak dikedepankan. Lingkungan pendidikan mesti hadir sebagai ruang publik yang aman dengan kegiatan positif dan pengawasan maksimal.

Ketiga, pendidikan dengan pendekatan kebudayaan (kultur) perlu dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif dalam meminimalisir kekerasan. Pendekatan ini diklaim mampu mengakomodasi keragaman budaya dan latar belakang peserta didik, sehingga dapat meredam munculnya kekerasan.

Keempat, kerja sama lintas instansi mendesak dilakukan. Pemerintah perlu melibatkan kalangan swasta dan masyarakat dalam mencegah munculnya potensi kekerasan di lingkungan pendidikan maupun lingkungan sekitarnya.

*Pengajar IAIN Palangka Raya


BACA JUGA

Rabu, 10 November 2021 16:43
Sidang Dugaan Tipikor Robohnya Tembok Penjara

JPU: Tak Ada Fakta yang Disembunyikan

PALANGKA RAYA-Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sukamara, Enggar…

Jumat, 30 Juli 2021 13:03

Kurang Barcode, Surat Bebas Covid-19 Dicurigai Palsu

PALANGKA RAYA-Kasus dugaan pemalsuaan surat bebas Covid-19 yang tertangkap di…

Jumat, 16 Juli 2021 11:23
Kisah Anggota DPRD yang Terpapar Covid-19

Sudah Divaksin dan Prokes Superketat, Dinyatakan Positif di Kota Orang

Virus korona penyebab Covid-19 terus menyebar tanpa henti. Semua lapisan…

Kamis, 01 Juli 2021 14:01
Penyesalan Sang Ayah yang Tak Percaya Corona

Bingal, Judul Film Pendek Karya Polres Kobar Raih Juara 2 Nasional

Film pendek berdurasi 7 menit ini berhasil menarik perhatian. Jalan…

Kamis, 01 Juli 2021 10:53
Masuk Kalteng Wajib Kantongi Dokumen PCR Negatif Covid-19

Di Kalteng, Oktober Vaksinasi Ditarget Tuntas

PALANGKA RAYA-Melonjaknya kasus Covid-19 di Kalteng beberapa pekan terakhir membuat…

Kamis, 01 Juli 2021 09:52

Surat Edaran Gubernur Keluar, Perusahaan Pelayaran Stop Sementara

Surat Edaran Gubernur Kalteng terhadap pelaku perjalanan masuk Kalteng yang…

Senin, 21 Juni 2021 11:23
Pelantikan Presiden MADN di Kota Cantik

Mantan Bupati Malinau Terpilih Jadi Ketua Majelis Adat Dayak Nasional

PALANGKA RAYA-Setelah menggelar Musyawarah nasional (Munas) Majelis Adat Dayak Nasional…

Senin, 07 Juni 2021 11:26

Demokrat Melejit, Koyem Minta Kader Tak Jemawa

PALANGKA RAYA-Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum)…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers