MANAGED BY:
MINGGU
05 FEBRUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Selasa, 28 Maret 2017 14:36
Bulu Perindu, Pusaka Ajaib Suku Dayak untuk Pemikat Pasangan
Sepasang bulu perindu dikemas dalam botol yang berisi minyak, diyakini bisa menimbulkan sugesti positif, baru-baru ini. (AZUBA/KALTENG POS)

Percaya atau tidak, bulu perindu diyakini sebagai warisan leluhur masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng), bermanfaat bagi mereka yang menginginkan tiga hal. Yakni mengikat pasangan, pelaris usaha, dan untuk menunjang pekerjaan bagi siapa saja.

AZUBA, Palangka Raya

SEPINTAS sulit dipercaya. Tapi dengan keyakinan, baru bisa merasakan keajaibannya.

Benda warisan leluhur atau bisa dianggap pusaka ini, bentuknya sangat kecil. Mirip ranting hitam dan panjang sekitar 5 sentimeter.

Ya. Bulu perindu. Pusaka nenek moyang ini tak mudah didapatkan begitu saja. Karena, hanya orang-orang tertentu yang bisa memilikinya.

Jika beruntung, bisa bertemu dengan sang pemiliknya. Dengan memberikan mahar Rp 200 ribu, bulu perindu ajaib bisa didapatkan.

Meski sulit diterima akal sehat, ada tiga manfaat didapatkan.

Pertama, bulu perindu diyakini bisa digunakan untuk menunjang pekerjaan.

Bagi mereka yang ingin memiliki wibawa, kalangan pejabat bisa menggunakannya.

Kedua, bagi mereka yang berpisah dengan pasangannya dan ingin bersatu lagi, dipercaya bisa menggunakan minyak ini.

Ketiga, ingin laris usahannya, bisa juga menggunakan benda ini.

Kemampuannya di luar nalar membuat banyak pro dan kontra. Namun, keyakinan dan percaya Tuhan di balik segalanya, menjadi bekal utama memanfaatkan pusaka kecil ini.

---------- SPLIT TEXT ----------

Menurut pemilik bulu perindu, Hera, minyak itu bisa membuka aura perempuan.

Kebanyakan yang datang kepadanya mencari bulu perindu ini sejumlah perempuan (ladies) yang bekerja malam.

Karena diyakininya bisa menjadi seperti jimat dengan biaya lebih hemat.

“Ibu-ibu rumah tangga juga pernah memakai bulu perindu ini, sudah 24 tahun berpisah, sekarang sudah bersatu lagi. Itu karena memakai bulu perindu ini,” katanya kepada Kalteng Pos.

Bahkan, lanjut dia, sejumlah pejabat juga menggunakan bulu perindu ini, agar terlihat berwibawa. Benda ajaib ini juga bisa untuk pebisnis, agar bisnisnya lancar.

Meski begitu, ia menyadari, setinggi apapun upaya manusia menggunakan kemampuannya dengan benda ini, tetap kepercayaan dan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang menentukannya.

“Tidak akan terjadi apa yang diinginkan, jika tidak diyakini. Karena modal utama adalah keyakinan. Selama ini sudah banyak yang datang ke saya untuk mendapatkan ini (bulu perindu) seperti ladies dan pejabat,” katanya.

Menurut dia, bulu perindu tidak boleh dibisniskan. Jika dibisniskan tidak akan terjadi apa-apa.

Caranya, kata dia, hanya membayar mahar saja Rp 200 ribu dengan satu jarum. Karena filosofi jarum itu, agar buluh perindunya setajam jarum.

---------- SPLIT TEXT ----------

Sepengetahuan dirinya, bulu perindu ini dari burung elang yang ingin membuat sarang. Dirinya mendapatakan bulu perindu ini dari Kaltim.

Ia mengaku Kalteng juga memiliki bulu perindu asli Kalteng, tapi saat ini sudah sangat sulit untuk mendapatkannya.

“Bulu perindu ini berpasang-pasangan, makanya jika kita letakkan di dalam piring yang diisi air, lalu dipisahkan, dia akan mencari sendiri pasangannya lalu saling melingkar. Bulu perindu ini benda hidup, jadi tidak boleh sembarangan meletakkannya,” ungkap perempuan Dayak Taboyan, Barito Utara ini.

Dia menjelaskan, cara menggunakan bulu perindu ini gampang, hanya dengan dioles saja di dahi.

Tetapi, sebelumnya, bulu perindu itu harus diritualkan lebih dulu oleh suaminya. Jadi tidak boleh sembarangan menggunakan benda itu.

Perempuan berijazah S1 ini mengaku tertarik dengan benda-benda keramat sudah sejak lama.

Karena sejak kecil orangtuanya juga menyediakan benda-benda pusaka untuk mengobati orang lain, salah satunya seperti minyak buntal.

“Saya tertarik melakukan itu, karena ingin melestarikan kebudayan. Sampai-sampai saya meninggalkan pekerjaan saya sebagai dosen. Seru rasanya mengenal benda-benda yang ada di budaya kita,” katanya. (*/c3/abe/nto)


BACA JUGA

Senin, 30 Januari 2023 13:35

Perdie M Yoseph di Mata Uskup Palangka Raya, Dekat dengan Tokoh Agama, Didoakan dan Diberkati

Dua periode menjabat sebagai Bupati Murung Raya (Mura), nama Perdie…

Sabtu, 14 Januari 2023 14:02
Melihat Ratusan Karya Seni Rupa di Galeri Eko YES

Dipersembahkan untuk Istri yang Setia Menemani Berkarya

Mencatatkan sejarah, Galeri Seni Eko YES menjadi galeri seni pribadi…

Kamis, 12 Januari 2023 13:27

Aruh, Seni Tari Kontemporer Kalimantan, Bunyi yang Bergerak dan Gerak yang Berbunyi

Bunyi-bunyi itu terejawantah dari gerak tubuh para penari, menyiratkan harapan…

Senin, 09 Januari 2023 12:01

Dimana Mana Ada Lato-Lato

Dua minggu terakhir anak-anak demam dengan mainan bernama lato-lato. Siapa…

Kamis, 22 Desember 2022 14:26

Siti Asiah, Tetap Mencari Nafkah di Usia Senja, “Kalau Saya Tidak Berjualan, Mau Makan Apa?”

Siti Asiah merupakan satu dari sekian banyak wanita yang menjadi…

Senin, 03 Oktober 2022 15:48
Cerita Yusna Rismayani, Penyandang Disabilitas yang Menggeluti Usaha Kerajinan Tangan

Dahulu Terpaksa Mengemis, Sekarang Fokus Berbisnis

Yusna Rismayani merupakan penyandang disabilitas sejak lahir. Perempuan berusia 45…

Jumat, 05 Agustus 2022 12:34

Mengenal Romy Firmansyah, Juara Lomba Murottal Dewasa, Berbagi Ilmu lewat Rumah Al-Qur’an dan YouTube

Romy Firmansyah berhasil menjuarai Murottal dewasa kategori laki-laki pada ajang…

Kamis, 21 Juli 2022 11:18

Upacara Ngaben Massal di Desa Batu Nindan, Cermin Kerukunan dan Kebersamaan

KUALA KAPUAS-Semenjak pagi, ratusan umat Hindu Bali di Desa Batu…

Rabu, 08 Juni 2022 13:36

Melihat Geliat UMKM di Palangka Raya Pascapandemi, Resep Bedak Basah Olahan Friska Pernah Ditawar Rp15 Juta

Resep bedak atau pupur basah yang kini dimiliki Friska Natalia…

Selasa, 01 Maret 2022 12:12
Perjalanan Umrah di Tengah Merebaknya Varian Omicron

Tak Bisa ke Masjid, Salat Jemaah di Selasar Kamar Hotel

Setelah beranjak dari Masjid Quba, rombongan langsung menuju lokasi karantina.…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers