MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Sabtu, 25 Februari 2017 08:45
AHY dalam Konstelasi Politik
UZ MIKDAR

PROKAL.CO,

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tatkala diputuskan untuk menjadi calon gubernur DKI Jakarta, tentu banyak orang yang kaget seakan mendadak dan dipaksakan. Hal itu, karena AHY pada saat tersebut dianggap masih muda dengan status militer aktif, bahkan sebagian masyarakat menyayangkan keputusan tersebut itu, karena AHY termasuk prajurit dengan prestasi yang relatif “cemerlang” yang dimungkinkan bisa meraih prestasi tinggi di kemiliteran.

Keputusan yang mengagetkan dari sebagian masyarakat tersebut, bagi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)tentu dengan hitungan-hitungan politik dan sosial yang matang, serta tidak lepas`dari dukungan berbagai fihak terlebih untuk SBY sebagai orang tuanya sendiri dan sebagai Presiden keenam Indonesia yang memiliki kematangan dalam berpolitik. Kekagetan yang ada, dikarenakan AHY adalah anggota militer aktif dengan prestasi tinggi, masih muda, cerdas, juga memiliki pengalaman akademik yang relatif tinggi pula yang diprediksi akan menjadi perwira tinggi dengan kepangkatan yang tinggi pula. Sedangkan pengalaman dalam politik bagi AHY masih kurang, bila dibandingkan dengan adiknya Edhie Baskoro Yudhoyono “Ibas” dan generasi seusianya yang lebih dahulu terjun di kancah politik Indonesia.

Bila keberanian SBY dalam merestui anaknya AHY menjadi calon gubernur DKI Jakartasudah barang tentu punya analisis yang kuat dan kalkulasi politik yang tajam untuk mendorong AHY menjadi bagian dari politik Indonesia. Terlebih SBY, tidak saja sebagai mantan presiden yang relatif sukses, juga memiliki kemampuan dalam politik, relasi politik, relasi sosial-emosional lainnya yang relatif masih kuat dalam berbagai strata struktural dan lapisan masyarakat lainnya, disamping analisis tantangan yang harus dihadapinya dari segmen-segmen yang tidak sejalan dengan “roh” politiknya SBY.

Asumsi yang pernah beredar sebelum Pilgub DKI dilaksanakan, yang terkait dengan “keberanian” mengajukan AHY untuk terjun ke dunia politk dan meninggalkan dunia kemiliteran, adalah dengan asumsi: (1) bila AHY terpilih menjadi gubernur DKI, maka AHY akan lebih cepat menjadi tokoh politik bahkan memiliki “branding” nasional dibandingkan karir di kemiliterannya, yang memerlukan waktu dan rentang kepangkatan stidaknya enam tingkatan yang harus dilalui AHY untuk bisa menjadi puncak pimpinan kemiliteran di Indonesia. Disamping posisi Jakarta sebagai ibu kota negara yang memiliki nilai-nilai “prestisius” tidak saja secara nasional  bahkan internasional; dan (2) bila AHY kalah menjadi gubernur DKI, maka AHY akan didorong untuk totalitas menjadi bagian dari partai politik di Indonesia, terlebih bila AHY menjadi ketua umum partai, maka ketokohan nasional AHY akan lebih cepat dan peluang menjadibagian dari alternatif kepemimpinan nasional kedepan.

---------- SPLIT TEXT ----------

Peluang AHY (39 tahun) dari kegagalan pilgub DKI tersebut bisa menjadi investasi politik bagi AHY itu sendiri. AHY akan menjadi bagian dari kepemimpinan nasional dan memiliki potensi yang relatif besar, setidaknya mempunyai peluang yang sama dengan kader-kader dan tokoh-tokoh muda masa depan dan potensial lainnya dalam berpolitik di Indonesia, seperti Puan Maharani (44 tahun) puteri Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Soekarnoputri, AhmadHanafi Rais (38 Tahun), dan yang lebih muda lagi adalah putera Surya Paloh, yaitu Prananda Suraya Paloh yang msih muda (29 tahun) dan tokoh lainnya.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…

Kamis, 16 Juli 2020 11:53

Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan…

Jumat, 10 Juli 2020 14:15

Coklit Data Pemilih Pilkada

“Kepastian waktu coklit itu diatur petugas masing-masing. Coklit ini berbasis…

Jumat, 03 Juli 2020 12:19

Warga Tolak Rusunawa Jadi Tempat Isolasi, Ini Alasannya

TAMIANG LAYANG-Warga Jaar, Kecamatan Dusun Timur di Kabupaten Bartim menolak…

Selasa, 30 Juni 2020 12:49

Pilgub Kalteng, Golkar Sodorkan Tujuh Nama

PALANGKA RAYA-Partai Golkar hampir pasti menjatuhkan pilihan kepada petahana H…

Sabtu, 11 Mei 2019 12:11

Pesona Mandau

SENJATA tradisional dari tanah Dayak Kalimantan Tengah ini masih ada dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers