MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Minggu, 19 Februari 2017 08:48
Persaingan, Persaudaraan dan Persahabatan
UFC dan Pilkada

Oleh: UZ Mikdar

UZ Mikdar

Padahal tidak jarang dalam suatu “pertarungan” pertandingan UFC, muka petarung berdarah, tangan dan kaki cedera tapi tetap menunjukan jiwa petarung sejati dalam bersaing untuk meraih suatu kemenangan, dengan tetap menjunjung tinggi dan mengikuti aturan dengan kejujuran dan kebenaran. Tatkala menang tetap menghargai lawan yang dikalahkannya, ketika kalah juga menghormati lawan yang menang, bahkan tidak jarang menunjukan sikap terpuji yang pernah dilakukan GSP dengan sikap hormat dengan bersimpuh di kaki lawan yang telah dikalahkannya.

UFC adalah pertunjukan dua petarung dengan mengikuti semua peraturan yang harus dipatuhinya, serta dibantu oleh wsait dalam octagon untuk memimpin pertarungan dengan landasan “rule of the games” yang harus diikuti semua petarung dan pendukung pertandingan lainnnya.

Petarung UFC bertarung untuk meraih suatu kemenangan yang didasari oleh kesiapan fisik, mental serta sumber daya pendung lainnya. Hal yang kurang lebih mirip yang sama adalah ketika menyaksikan karakteristik “pertarungan” dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di berbagai tempat, dimana “petarung” Pilkada dengan sejumlah potensi dan sejumlah pengerahan tenaga, fikiran dan berbagai sumber daya lainnya untuk mendapatkan suatu kemenangan dan kesuksesan.

“Pertarungan” dalam Pilkada, tentunya sudah dipertimbangkan dalam berbagai aspek. Bukan saja asal ikut tanpa alasan, tapi pasti bukan pertimbangan emosional semata untuk ikut “bertarung”, justru dengan mempertimbangkan secara rasional bahkan ilmiah.

Dengan analisis yang komprehensif, pertimbangan potensi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, pertimbangan potensi lawan yang akan dihadapi, karaktersitik dan kultur masyarakat, bahkan berbagai aspek sosial lainnya termasuk segmen-segmen pendukung potensial, militan dan kuat untuk mendukungnya.

Kajian ilmiah terhadap potensi-potensi yang dapat memperkuat dan mendukung kesuksesan pencapaian “pertarungan” Pilkada akan sangat mempengaruhi kesuksesan dan keberhasilan “pertarungan” tersebut. Sebaliknya, bila tanpa kajian hanya sekedar pertimbangan “emosional” belaka, maka jangan heran bila pencapaian tersebut tidak sesuai dengan yang diharapkan bahkan memunculkan potesnsi adanya “distorsi” sosial pada masyarakat itu sendiri.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers