MANAGED BY:
SENIN
26 OKTOBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Selasa, 07 Februari 2017 07:20
Ruang Publik Dalam Mengatasi Distorsi Sosial Masyarakat
UZ MIKDAR

PROKAL.CO,

Masyarakat perkotaan pada khususnya akan merasakan bahkan akan memberikan apresiasi terhadap keberadaan ruang publik (open space) yang disediakan pemerintah. Karena, tidak semua pemerintah daerah Kabupaten/Kota yang bisa memberikan secara maksimal terhadap keberadaan ruang publik, yang dapat memberikan nilai-nilai kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya, baik kesejahteraan secara lahiriah maupun batiniah dan sosio-emosional masyarakat.

Kepedulian Walikota maupun Bupati dan pimpinan daerah lainnya dalam mewujudkan adanya ruang publik, sangatlah bermakna bagi masyarakat. Ruang publik yang dikelola dengan sentuhan nilai-nilai budaya daerah pada khususnya, tidak saja sebagai wahana rekreasi bagi masyarakat, setidaknya bisa mengurangi dalam mengatasi ketegangan sosial di masyarakat bahkan dari penyimpangan atau distorsi sosial pada masyarakat itu sendiri.

Secara empirik yang teramati, bahwa perubahan masyarakat di perkotaan secara alami memunculkan pergerakan masyarakat dari pedesaan ke perkotaan berkembang secara pesat. Keberadaan masyarakat di perkotaan yang diakibatkan dari adanya mobilisasi perpindahan anggota masyarakat dari satu pedesaan ke perkotaan tersebut menunjukkan tren peningkatan yang begitu besar. Signifikansi perpindahan tersebut, tentunya memiliki implikasi terhadap perubahan dan perilaku sosial pada setiap individu dan lingkungan sekitarnya.

---------- SPLIT TEXT ----------

Maka, tidak mengherankan bila melihat di perkotaan terjadi perubahan perilaku hidup masyarakat, mulai dari perubahan fisik lingkungan seperti pemanfaatan lahan pertanian, persawahan, ruang terbuka yang beralih fungsi dengan munculnya pusat perbelanjaan, mall, hotel dan lainnya. Keberadaan dan padatnya penduduk dan bangunan yang tidak tertata secara aturan di perkotaan, tentunya berpengaruh terhadap perilaku secara sosial bagi anak termasuk perilaku gerak dan bermain anak pada lingkungannya.

Maka tidak dipungkiri, akan memaksa anak-anak bermain dengan ruang gerak dan bermain yang relatif sempit dan terbatas. Bahkan yang bisa teramati anak-anak bermain hanya di tempat sempit bahkan hanya di depan teras rumah saja, karena padatnya rumah-rumah penduduk baik yang legal maupun yang tidak sesuai dengan aturan. Keadaan tersebut tentunya mempengaruhi terhadap kesejahteraan dan kesehatan anak dan masyarakat itu sendiri.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 18 Juli 2020 12:44

Disdukcapil Jamin Tidak Ada Data Ganda

PALANGKA RAYA-Kendati sudah melampaui target nasional perekaman Kartu Tanda Penduduk…

Sabtu, 18 Juli 2020 12:22

HUT Palangka Raya, Drainase dan Jalan Jadi Sorotan

Dalam pembangunan infrastruktur Kota Cantik, hal yang paling diperhatikan Fairid…

Kamis, 16 Juli 2020 11:53

Soal Penanganan Karhutla, Sinergi Pemangku Kepentingan Belum Optimal

PALANGKA RAYA-Sekda Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri memaparkan permasalahan kebakaran hutan…

Jumat, 10 Juli 2020 14:15

Coklit Data Pemilih Pilkada

“Kepastian waktu coklit itu diatur petugas masing-masing. Coklit ini berbasis…

Jumat, 03 Juli 2020 12:19

Warga Tolak Rusunawa Jadi Tempat Isolasi, Ini Alasannya

TAMIANG LAYANG-Warga Jaar, Kecamatan Dusun Timur di Kabupaten Bartim menolak…

Selasa, 30 Juni 2020 12:49

Pilgub Kalteng, Golkar Sodorkan Tujuh Nama

PALANGKA RAYA-Partai Golkar hampir pasti menjatuhkan pilihan kepada petahana H…

Sabtu, 11 Mei 2019 12:11

Pesona Mandau

SENJATA tradisional dari tanah Dayak Kalimantan Tengah ini masih ada dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers