MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Senin, 23 Januari 2017 21:18
Kalteng Putra FC “Berkah” Menuju Juara
UZ MIKDAR

Standar fisik tersebut, misalnya (a) antropometri pemain, ialah komposisi tubuh, bentuk, struktur, tipe badan atau tubuh yang cocok untuk seorang pemain; (b) kualitas fisik dengan standar VO2 max, dan HB serta faktor medis lainnya; (c) mental (psikologi) adalah kondisi kesehatan jiwa diharapkan akan menghasilkan profil kejiwaan atau mental calon pemain, misalnya yang berkaitan dengan tanggung jawab, semangat, kejujuran, sportfitas dan lainnya termasuk mengkaji gangguan-gangguan kejiwaan yang dimungkinkan akan terjadi pada pemain.

Kedua adalah instrumental input, diantaranya yang berkaitan dengan dukungan dalam proses pembinaan atau latihan di lapngan, yaitu (1) Pelatih, yang akan bekerjasama dalam tim yang solid, kokoh, dan kompak untuk menuju “Kalteng Putra Juara”. Oleh karena itu diperlukan pilihan pembantu-pembantu teknis dengan kompetensi, kemampuan, dan keterampilan yang bermutu pula, misalnya asisten pelatih, pelatih fisik, pelatih penjaga gawang, psikolog, fisioterafi, dokter olahraga, masseur, ahli gizi, dan lainnya. Maka, diperlukan tenaga teknis (technical assistance) yang benar-benar dapat mendukung prestasi dan juara; (2) Teknik dan metode melatih, “BungKas” sebagai coach yang sudah memiliki pengalaman melatih dalam berbagai klub tentunya sudah memiliki resep-resep yang “khas”. Namun menjadi penting ketika harus berhadapan dengan berbagai pendukung teknis lainnya, termasuk pertimbangan karaktersitik dan keragaman serta “kebhinekaan” sosial-budaya, baik keragaman karakteristik dari pemain, asisten pelatih, pelatih fisik, fisioterapi, ahli gizi termasuk dengan managemen dengan strata dan klasifikasi sosial lainnya yang berbeda-beda;  (3) sarana dan prasarana (sarpras), sarpras ini akan mempengaruhi tidak saja terhadap penunjang prestasi, juga psikologis pemain, bahkan penonton itu sendiri sebagai cikal bakal potensi keuntungan managemen. Oleh karenanya, keberadaan dan pemenuhan sarpras itu menjadi perhatian yang sama dalam mencapai juara; (4) pendanaan, menjadi suatu konsekwensi logis dari suatu pembinaan olahraga prestasi, harapannya tidak saja pencapaian prestasi juara, juga upaya untuk menghasilkan secara profit. Oleh karenanya, “kesehatan” managemen keuangan menjadi kunci untuk menghasilkan secara profit, disamping dukungan untuk berprestasi.

Ketiga adalah environmental input. Environmental input adalah lingkungan yang juga akan mempengaruhi pencapaian juara, baik lingkup sosial, ekonomi, budaya, regulasi dan dukungan masyarakat. Dalam membina tim, managemen dan pelatih akan dihadapkan dengan sejumlah karakteristik pemain yang beragam. Keragaman tersebut, mulai perbedaan latar belakang sosial budaya pemain, mulai perbedaan usia, latar belakang keluarga, kebiasaan lingkungan asal, kepribadian, bahkan status sosial lainnya. Semuanya akan mempengaruhi, baik dalam proses latihan, fase kompetisi, bahkan di luar lapangan. Disinilah coach dan managemen akan menjadi penting untuk memperhatikan keragaman pemain bahkan tenaga pendukung lainnya, sehingga pencapaian “Kalteng Putra Juara” bisa terlaksana dengan kompak dan solid sesuai yang diharapkan.

---------- SPLIT TEXT ----------

Keempat Proses Pembinaan dan latihan. “BungKas” dengan segudang pengalamannya, diyakini bisa meracik program dan menu latihan bagi pemainnya, mulai dari fase latihan fisik (conditioning), pembinaan mental pemain, pemilihan waktu untuk pemeriksaan kesehatan, tes VO2 max, penetapan waktu try in dan try out, tretmen gizi dan tretmen psikologis, tentunya akan lebih bermakna bila didasari dengan pendekatan kepelatihan dan sentuhan teknologi kepelatihan yang dimilikinya. Kesemuanya akan lebih bermutu manakala dilakukan dengan terpadu disertai dukungan dan bantuan tenaga teknis keolahragaan lainnya.

Kelima adalah out put. Output adalah tujuan akhir yang ingin dicapai, yaitu tercapainya dari pembinaan Kalteng Putra FC ini adalah juara Divisi Utama dan masuk ISL. Juara “champion” akan dicapai dari proses latihan yang bermutu, yang didasari atas kaidah-kaidah latihan yang benar. Proses latihan yang bermutu dihasilkan dari pelatih yang bermutu, serta didukung dengan sumber daya yang bermutu pula. Dari latihan yang bermutu akan menghasilkan pemain yang bermutu, bahkan pemain yang bermutu bisa dianggap sebagai seorang “artis”. Pemain bermutu “artis” akan menghasil produk “pertandingan atau permainan” yang bermutu sehingga akan menghasilkan “entertainment” yang menyenangkan dan menjadi hiburan penonton. Semakin banyak penonton, maka akan menghasilkan keuntungan yang relatif besar pula. Oleh karenanya, semua komponen pembinaan prestasi akan saling mempengaruhi satu sama lainnya, dan coach kepala bisa “meracik” dari berbagai sumber daya teknis keolahragaan yang ada tersebut.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers