MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Minggu, 06 November 2016 21:11
STOP AROGANSI

KH Agoes Ali Masyhuri *

KH Agoes Ali Masyhuri

PROKAL.CO,

BANYAk lidah fasih tapi berhati lalai. Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagai sufi. Ayo ngopi sak sruputan agar saraf tidak tegang, bisa berpikir positif dan memandang masalah dengan objektif.

Berpikir positif itu merupakan syarat yang tidak bisa ditinggalkan untuk berprestasi dalam segala bidang, baik politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Seorang sufi kenamaan, Jalaluddin Rumi, berkata, ’’Bila Anda sakit, pergilah ke dokter. Bila hati Anda yang sakit, pergilah mencari kekasih-kekasih Allah.’’

Pada saat perhatian makin serius dan meningkat terhadap kondisi politik yang super-ruwet saat ini, banyak orang yang dihinggapi penyakit gampang bingung dan mudah panik. Virus itu melanda pejabat tinggi negara, cendekiawan, intelektual, sopir angkot, sampai buruh tani. Mereka cenderung kehilangan pandangan objektif dalam menghadapi suatu masalah, terutama menipisnya kesadaran bangsa dan negara.

Demo besar pada hari ini, Jumat 4 November 2016, insya Allah tidak perlu terjadi jika negara menegakkan hukum dengan keadilan dan kepastian. Demo besar itu dipicu ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang menyinggung umat Islam yang dikuatkan MUI sebagai penistaan terhadap Islam.

Kejadian yang memprihatinkan dan memalukan ini mari kita jadikan cambuk dan pelajaran berharga bagi kita semua akan pentingnya menjaga lisan kita. Mari kita usahakan agar kata-kata yang kita ucapkan, bila didengar orang lain, mengandung nilai-nilai kebaikan. Bisa menjadi obat bagi yang sakit. Bisa menjadi penerang bagi orang yang kegelapan. Dan bisa menjadi pendorong bagi orang yang berputus asa. Agar kita semua mampu merasakan manisnya hidayah dan mendapat pencerahan hati dan lisan.

Sudah dapat dipastikan, orang yang ucapannya berlainan dengan perbuatannya adalah orang yang sulit dipercaya dan sangat mudah mengingkari janji. Tipe manusia semacam itu sangat pandai berakting. Berbagai cara dia tempuh, mulai gaya bicara atau berdialog dan jika perlu dia menempuh akting para artis di film-film atau sinetron: pandai menangis, pintar menarik perhatian publik, dan bersikap simpatik.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers