MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

SERBA SERBI

Sabtu, 01 Oktober 2016 23:04
Meski Omzet Turun Drastis, Bejo Motor Dukung Tax Amnesty
Pemilik Bejo Motor, Bejo, bersama salah seorang stafnya ketika berada di showroom miliknya di Palangka Raya. (SITI FAUZIAH/ KALTENG POS)

PALANGKA RAYA - Program pengampunan pajak atau tax amnesty yang dilaksanakan pemerintah saat ini mendapatkan respon sangat positif dari Bejo, seorang pengusaha yang bergerak dibidang jual beli mobil di Kota Palangka Raya dan Sampit. Menurutnya, penerapan tax amnesty akan mampu memperbaiki perekonomian Indonesia.

Sayangnya, setelah sistem pajak diperketat ternyata berimbas kurang begitu bagus untuk usahanya. Sejak awal 2016 lalu, omzet Bejo Motor langsung turun sekitar 50 persen.

Namun, Bejo memastikan tidak mempersoalkan keharusan membayar pajak. Karena hal itu dinilainya sudah merupakan kewajiban bagi setiap warga negara.

“Meski omzet saya turun drastis, saya tetap mendukung tax amnesty dan program pajak lainnya. Hal yang perlu diperhatikan pemerintah, potensi pajak harus digali maksimal. Jangan hanya terhadap kalangan tertentu. Perlu ada pemerataan,” terang Bejo, saat ditemui di tempat usahanya di Jalan Pangeran Diponegoro Palangka Raya, belum lama ini.

Pemilik usaha jual beli mobil baru dan bekas terbesar di Kalteng ini menuturkan, penurunan omzet terjadi akibat selisih harga.

“Ketika setiap unit yang saya jual dikenakan pajak, praktis harganya lebih mahal dibandingkan unit yang dijual pihak-pihak lain yang belum dikenakan kewajiban pajak. Apalagi usaha jual beli mobil bekas kini semakin banyak,” sebutnya.

Bahkan, tutur Bejo, usaha jual beli mobil bekas kini juga dilakukan tanpa adanya showroom. Banyak warga yang menjalankannya dengan memajang mobil di tepi jalan dengan tulisan dijual. Hal itu tentu saja membuat harga jual mereka jauh lebih miring. Karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya untuk showroom maupun pembayaran pajak.

“Namun, saya juga tidak masalah dengan perkembangan usaha jual beli kendaraan yang kini semakin kreatif. Hanya saja, saya berharap potensi pajak yang bisa meningkatkan pendapatan daerah bisa digali lebih baik. Apalagi, penghasilan dari pajak juga untuk kepentingan masyarakat secara keseluruhan melalui pembangunan,” sebutnya.

Bejo menambahkan, dirinya optimis usaha yang dijalankannya tetap bisa bersaing ditengah maraknya usaha serupa saat ini. “Bejo Motor memiliki sejumlah kelebihan. Kualitas barang yang kami jual lebih terjamin dan bergaransi. Kemudian, dokumen pendukung juga dipastikan lengkap dan aman,” tegas pengusaha yang suka tampil sederhana ini.

Lebih jauh Bejo mengatakan, saat ini dirinya juga sudah mulai melirik beberapa daerah lain untuk ekspansi usaha. Salah satunya, Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Untuk sementara, saya fokus menjalankan yang di Palangka Raya dan Sampit. Tetapi, saya juga sudah mulai menjajaki beberapa daerah yang berpotensi untuk ekspansi,” paparnya. (uzi/s)


BACA JUGA

Kamis, 24 Oktober 2013 16:01

SMAN 1 Muara Teweh Jadi Tuan Rumah

<div> <div><strong>MUARA TEWEH</strong> &ndash; SMAN 1 Muara Teweh akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers