MANAGED BY:
SELASA
01 DESEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Kamis, 18 Agustus 2016 16:37
Merdeka untuk Sejahtera
Pahit S. Narottama

PROKAL.CO,

SEBUAH masa perjalanan kemerdekaan yang panjang. 71 tahun. Potret kemiskinan masih menjadi gambar kehidupan masyarakat bangsa kita. Setidaknya, kemegahan dan kemewahan perayaan hari jadi Kemerdekaan Republik Indonesia yang disaksikan kemarin, berbanding terbalik dengan kehidupan jutaan masyarakat yang masih harus keluar dari jurang kemiskinannya agar kelak sejahtera lahir dan batin.

Perjuangan pemerintahan Joko Widodo yang baru berjalan dua tahun ini masih terlalu panjang untuk dapat membangun berbagai infrastruktur dan fasilitas kesejahteraan yang pada akhirnya mampu memberi ruang terbuka bagi tumbuhnya akses usaha bagi kelompok masyarakat yang seharusnya dibantu.

Pertumbuhan ekonomi yang sejatinya membaik, belum sepenuhnya didukung oleh akses usaha dalam upaya membangun struktur perekonomian yang berbasis masyarakat, hingga kelompok masyarakat yang selama ini berada “di pinggir” mendapat peluang untuk bertumbuh, berusaha, dan bangkit secara ekonomi.

Badan Pusat Statistik merilis 18 Juli 2016 yang lalu jumlah penduduk miskin Indonesia mencapai 28, 01 juta jiwa (Maret 2016), atau sebesar 10,86 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah itu merupakan kelompok masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan jika didasarkan pada pengeluaran per kapita per bulan.

Menarik. Meski secara jumlah masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan mengalami penurunan, dari segi jumlah persentase penduduk miskin di perdesaan mencapai 14,21 persen (Maret 2015). Jumlah itu turun menjadi 14,09 persen (September 2015), dan naik lagi menjadi 14,11 persen (Maret 2016).

Terjadinya peningkatan jumlah penduduk miskin di perdesaan itu dianggap wajar karena usaha pertanian yang menurun, sehingga persentase kemiskinan itu pun meningkat. “Indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan daerah perdesaan dalam satu tahun terakhir ini meningkat,” kata Ketua Umum Serikat Petani Indonesiia Henry Saragih.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers