MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Senin, 20 Juni 2016 17:25
Pengakuan dari Tangis Dalam Pelukan

New HOPE 73

Dahlan Iskan

PROKAL.CO,

AWALNYA Donald Trump seperti mendapat senjata baru: seorang beragama Islam menembaki orang Amerika di sebuah nite club bernama Pulse, di Orlando. Penembakan di Minggu dini hari itu membuat 49 orang tewas. Sangat mengejutkan sekaligus wow: terbesar dalam sejarah Amerika untuk sebuah penembakan yang dilakukan satu orang.

Hanya dalam hitungan jam Trump sudah mengeluarkan pernyataan. Intinya: benar kan?

Dia pun mendukung pernyataannya sendiri: untuk melarang orang Islam datang ke AS. Bahkan capres dari Partai Republik ini langsung menuduh Presiden Obama sengaja membiarkan terorisme. Obama, katanya, bahkan tidak pernah mau menggunakan kata "ekstrimis Islam" selama ini.

Dengan kejadian ini saja, katanya,  sudah cukup alasan Obama harus turun.

Kalangan Islam Amerika sendiri tidak kalah kagetnya: baru saja ada angin sejuk dari Muhammad Ali, kok ada kejadian begini lagi.

Tapi Amerika tetap lebih rational. Ketika fakta-fakta baru menunjukkan: ini aksi gila perorangan. Dua senjata yang digunakan dia beli secara resmi. Dia kelahiran Amerika meski bapaknya pelarian dari Afganistan. Dia bekerja di perusahaan sekuriti: mula-mula penjaga penjara, lalu satpam sebuah real estate. Sekolahnya pun di collage jurusan hukum kriminal. Dia suka menghajar istrinya. Hingga sang istri hanya tahan empat bulan untuk kemudian minta cerai.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers