MANAGED BY:
MINGGU
29 NOVEMBER
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

ARTIKEL

Rabu, 15 Juni 2016 16:44
Ibadah Berkemajuan

RENUNGAN RAMADAN

PROKAL.CO,

DALAM sebuah diskusi tentang Islam berkemajuan, saya pernah ditanya audiens tentang konsep Islam berkemajuan. Waktu itu saya menjawab secara diplomatis tetapi juga berorientasi praktis, yakni bahwa Islam berkemajuan itu adalah Islam yang universal, menuju kepada civil society, dan mendudukkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin, dengan berdasarkan ajaran Islam yang sebenar-benarnya.

Meskipun tampaknya jawaban itu cukup memuaskan, komprehensif, saya kemudian sadar bahwa jawaban saya yang berbau akademis, telah menyebabkan  sebagian besar peserta diskusi, yang merupakan masyarakat umum, tampak mengerutkan dahi tanda kurang faham. Sadar akan keadaan, saya kemudian menambahkan jawaban saya dengan kata-kata, bahwa Islam berkemajuan itu berarti kualitas ibadah sehari-hari yang kita lakukan memiliki kemajuan setiap harinya.

Meskipun jawaban itu barangkali tidak mampu menggambarkan konsep Islam berkemajuan secara utuh, tapi paling tidak kata-kata “ibadah berkemajuan” merupakan dasar bagi tercapainya Islam berkemajuan, mengingat setiap hari kita lalui dengan aktivitas ibadah. Dengan kata lain, kualitas ibadah yang kita lakukan sehari-hari, jika itu dilakukan secara benar dan ikhlas sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah Muhammad Saw, maka hal itu akan membawa Indonesia, bahkan dunia, untuk mencapai Islam yang berkemajuan.

---------- SPLIT TEXT ----------

Pertanyaan mendasar yang harus dijawab oleh masing-masing Muslim adalah, apakah kualitas ibadah yang kita lakukan selama ini mengalami kemajuan? Karena berbicara tentang kualitas, maka ukurannya tentu ada impact atau dampak dari ibadah tersebut, bukan pada product, apalagi kuantitas semata. Selain kualitas, ibadah berkemajuan juga menunjukkan komprehensivitas (ke-kaaffah-an) dan konsistensi dalam pelaksanaannya.

Sebagai misal adalah ibadah shalat. Allah telah menegaskan dalam Alquran innas shalaata, tanha ‘anil fahsyaa’i wal munkar. yang artinya sesungguhnya shalat itu mencegah perbuatan keji dan munkar. Dalam hal ini kualitas shalat kita, diukur dari sejauhmana salat itu mampu merubah perilaku kita, sejauhmana shalat itu berdampak bagi berkurangnya perbuatan keji dan munkar yang kita lakukan sehari-hari, secara sadar ataupun tidak sadar. Bahkan jika kita telisik lebih jauh, salat mengajarkan kepada kita tentang keseimbangan hubungan, antara hubungan kita dengan Allah, dan hubungan kita dengan sesama manusia.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 17 Oktober 2013 14:22

Terdakwa Pembunuhan Berlagak Bego

<div> <div>PALANGKA RAYA-Sidang atas kasus pembunuhan yang menimpa Kokon, dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers