MANAGED BY:
KAMIS
27 JANUARI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

FEATURE

Kamis, 09 Oktober 2014 18:12
Minta Hujan, Dayak Ot Danum Kalteng Gelar Ritual Nyaluh Ondou

Ketika Kalteng Dilanda Kemarau Panjang dan Diselimuti Kabut

Beberapa pekan terakhir, masyarakat Kalteng terus berjibaku dengan asap yang berdampak buruk bagi kesehatan. Sejumlah kalangan menggelar doa hingga ritual meminta hujan. Melihat ritual meminta hujan Suku Dayak Ot Danum di Kalteng, selama satu jam setengah dilarang berbicara. Berikut ulasannya.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

OT Danum merupakan salah satu suku Dayak di Kalteng, yang disebut-sebut dekat dengan alam dan menghormati tradisi leluhur, untuk menjaga keseimbangan manusia dan alam sekitarnya. Menghadapi musim kemarau berkepanjangan tahun ini, mereka menggelar ritual minta hujan.

Ritual yang dilakukan sudah kedua kalinya ini, meminta agar hujan turun di Kalteng. Pasalnya, diyakini kabut asap berasal dari hutan, lahan, dan pekarangan yang sengaja dibakar orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Banyak pihak yang memberi perhatian khusus terhadap musim kemarau ini. Salah satunya kerukunan warga Dayak Ot Danum Kalteng. Mereka melakukan ritual meminta hujan, Rabu (8/10) sore.

Dengan dipimpin seorang Damek (pemimpin upacara, Red), seluruh peserta ritual meminta hujan yang terdiri atas sembilan orang menyeberangi Sungai Kahayan dengan kelotok (kapal kecil bermotor, Red) dan sisanya menunggu upacara selesai.

Nyaluh Ondou. Demikian masyarakat Dayak Ot Danum menyebut dalam ritual ini. Dimulai dengan mengambil air dan pasir dari tepi Sungai Kahayan oleh Damek, diiringi dengan mengucapkan beberapa kalimat doa.

Setelah itu, mereka melanjutkan lokasi ritual yang posisinya sekitar 75 meter dari tepi sungai.

Sejak awal, semua yang mengikuti upacara tersebut sudah diingatkan untuk tidak berbicara sama sekali, bahkan berbisik-bisik sekalipun.

Menurut penuturan salah satu peserta, saat dilakukan ritual, akan banyak makhluk gaib yang akan berkumpul dan berdoa Kepada Sang Pencipta dan memakan roh dari seluruh persembahan.

Secara umum tradisi Suku Dayak di Kalteng yang berupa upacara ritual dibagi menjadi menjadi dua bagian; ritual kehidupan dan kematian.

Nyalu Ondou, disebut sebagai ritual meminta hujan suku Dayak Ot Danum kepada Sang Pencipta melalui bantuan tiga rajan/malaikat penguasa hujan, yang diyakini merupakan bagian dari situs kehidupan.

Kerukunan Ot Danum Damek Adi Cahyadai selakuBudayawan atau Supra Natural, didampingi amang maroi, sebelumnya mendapat  bisikan acara adat ini berhasil menurunkan hujan sekitar 21 hari setelah acara.

“Yang mana acara tersebut meminta membasahi seluruh bumi, hewan serta alam beserta isinya untuk dapat hidup yang layak dalam menjalani kehidupan,” ujar Adi.

Saat acara selesai dilaksanakan beberapa pejabat SKPD Kalteng dan tokoh adat Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), menunggu untuk menyambut kedatangan peserta ritual dari seberang.

Pimpinan ritual selesai menyampaikan kepada Pemprov, agar dihibahkan beberapa bidang tanah diseberang sungai tempat yang berseberangan dengan Rawa Ropi tersebut dijadikan tempat situs ritual. Usulan itu disetujui pemerintah. (*aji/abe)


BACA JUGA

Selasa, 09 November 2021 10:34
Karyanya Sudah Laku 25 Item, Dibanderol Rp95 Ribu

Melihat Karya Seni String Art SLBN 2 Pangkalan Bun

Anak-anak disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) kini makin dikenal berkat…

Senin, 18 Oktober 2021 13:57

Melihat Usaha Peternakan Kelinci di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap berbagai macam usaha. Dari yang skala…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:52
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kalteng

Tak Bisa Sekolah Daring, Jangankan Internet, Telepon Pun Susah

Lurah Kameloh Baru Rulissantie saat ditemui di kantornya mengatakan, pada…

Sabtu, 09 Oktober 2021 11:50
Semangat Menggebu Pejuang Pendidikan di Kameloh Baru

Murid Tak Mengeluh karena Sudah Terbiasa Susah

Sajidin yang sudah mengabdi menjadi guru sejak 1990 ini menjabarkan,…

Rabu, 06 Oktober 2021 10:51
Dari Pemilihan Duta Tambun Bungai Kalteng 2021

Manfaatkan Kemajuan Teknologi untuk Promosikasi Budaya dan Pariwisata

Andra Pratama dan Yoan Agnes Theresia akhirnya dinobatan sebagai Duta…

Selasa, 24 Agustus 2021 11:13

Mengenal Muhamad Ridwan, Dokter yang Rutin Berbagi Berkah Tiap Jumat

Sekali dalam sepekan Muhamad Ridwan rutin menebar kebaikan. Dokter muda…

Jumat, 09 Juli 2021 11:16
Mengikuti Kegiatan Donasi Literasi di Tanjung Pusaka (2/selesai)

Desanya Hanya 400 Meter, Satu Sekolah 14 Murid

Menikmati fasilitas pendidikan yang layak merupakan hak bagi setiap anak…

Senin, 14 Juni 2021 11:05

Melihat Keberadaan Bank Sampah Jekan Mandiri, Anggota Mencapai Ratusan Orang, Hasilnya Cukup Menggiurkan

Masalah sampah menjadi persoalan klasik di kota-kota yang sedang berkembang.…

Selasa, 07 Juli 2020 12:40
Mengenal Lindu Anugraha, YouTuber Kalteng yang Mengusung Kearifan Lokal (2/selesai)

Konsisten Bikin Konten, Warga Dilibatkan sebagai Model

Menjadi salah satu peraih silver play button dari YouTube tentunya…

Selasa, 10 Maret 2020 11:56

Abdullah Gampang, Perintis Usaha Ukiran Kayu Motif Dayak

Hasil kerajinan khas Dayak semakin terkenal dan banyak peminatnya. Mulai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers