MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Kamis, 11 Juli 2019 11:23
Wajah Baru Penguasa PDIP, Muncul Nama Besar, Konferda Ditunda
ilustrasi

PROKAL.CO, PALANGKA RAYA-Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalteng gagal dilakukan serentak. Meski berlangsung alot, konfercab sudah memutuskan ketua DPC PDIP 14 kabupaten/kota yang dihuni mayoritas wajah baru. Konferda ditunda.

Dari 14 DPC PDIP se-Kalteng, hanya empat kursi ketua diduduki petahana; Barito Selatan Farid Yusran, Kapuas Yohanes, Pulang Pisau Pudji Rustaty Narang, dan Kobar Ahmadi Riansyah. Kota Palangka Raya dan 9 kabupaten lainnya, ketua partai dikuasai wajah baru kader terbaik banteng moncong putih (lihat tabel).

Dari analisis pemimpin 14 DPC PDIP yang baru dilantik kemarin, dipastikan konstelasi pemilihan ketua DPD PDIP Kalteng menghangat. Pasalnya, ada kepala daerah dan wakil kepala daerah menjadi ketua DPC PDIP; Perdie M Yoseph, Sakariyas, Yulhaidir, Pudji Rustaty Narang, dan Ahmadi Riansyah. Belum lagi kader lainnya yang menguasai di DPRD kabupaten/kota.

Tak pelak, konferda pemilihan ketua DPD PDIP Kalteng 2019-2024 ditunda hingga paling lambat 20 Juli mendatang. Selain alasan waktu, ada beberapa nama besar yang menduduki peringkat tertinggi usulan dari DPC untuk menjadi ketua DPD; Sugianto Sabran (gubernur Kalteng), Willy M Yoseph (anggota DPR RI terpilih), R Atu Narang (ketua DPRD Kalteng), dan Agustiar Sabran (anggota DPR RI terpilih).

“Kita bisa menggodok provinsi secara lebih baik, terutama untuk komisi program, politik, dan organisasi,” kata Ketua DPP PDIP Djarot Syafulah Hidayat usai melantik DPC se-Kalteng di Palangka Raya, Rabu (10/7).

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berdalih bahwa dirinya harus segera menuju Jakarta karena besok (hari ini) harus menuju ke Sumatera Utara. Bagi dirinya tidak menjadi masalah jika diundur. Dikatakannya konferda lebih simpel karena pesertanya hanya KSB dan DPC sehingga bisa diselenggarakan kantor DPD partai. "Ada beberapa provinsi yang juga memisahkan antara konfercab dan konferda," kata politikus yang kembali terpilih sebagai anggota DPR RI dari dapil III Sumatera Utara tersebut.

Djarot juga membantah jika penyebab penundaan tersebut lantaran adanya tarik-menarik antara sejumlah calon kuat yang beredar, seperti R Atu Narang, Sugianto Sabran, Agustiar Sabran, dan beberapa calon lainnya.

"Tidak ada tarik-menarik, karena kami didik untuk selalu berada pada spirit dan ideologi Pancasila. Kami gunakan demokrasi Pancasila yang menjunjung musyawarah untuk mencapai mufakat. Semua merupakan saudara dan tidak ada tarik-menarik," tegasnya.

Untuk menjadi calon ketua pada pelaksanaan konferda, sanagt tergantung pada pusat dan DPC. Akan ada rekomendasi tiga nama untuk menjabat sebagai ketua, sekretaris, dan bendahara.

"Ini semua berlaku di seluruh Indonesia. Kami lagi berjalan untuk melakukan konferda dari Sabang sampai Merauke. Dalam konfercab atau konferda, yang datang bukan peserta, melainkan utusan yang membawa mandat dari bawah," tuturnya.

Dirinya pun berharap kepada semua pengurus DPC di Kalteng agar memiliki kantor partai, minimal dua tahun ke depan.

"Kami berusaha untuk menjadi partai pelopor, menjadi partai yang utama di antara partai-partai lainnya. Dengan demikian menjadi partai yang kuat dan partai yang mempertahankan NKRI," tegasnya.

Karena tingkat DPC sudah menentukan struktur kepengurusan sendiri, maka hendaknya menjadi saudara dan rekan. Djarot meminta agar tak boleh ada faksi-faksi, tetapi tetap satu keluarga besar yaitu PDIP.

"Kalian harus menjadi contoh bahwa struktur personalia yang telah ditetapkan adalah struktur yang kuat, mantap, dan siap memenangkan pilgub dan pilbub 2020 mendatang," tuturnya.

Sementara itu, pemilihan dewan pendurus cabang (DPC) PDIP untuk setiap kabupaten kota se-Kalteng sudah dilakukan dan langsung disahkan oleh ketua DPP PDIP pada saat itu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh koran ini di lapangan, selain tiga nama calon ketua yang santer terdengar, juga ada nama baru yang menjadi kejutan dan disebut-sebut memiliki kemampuan untuk memajukan PDIP ke depannya.

"Orang itu cukup militan dan tidak gila dengan jabatan apa pun. Selalu rendah hati dan diyakini memiliki kemampuan untuk memajukan partai. Kita tunggu saja pasti akann ada kejutan nanti," ucap salah satu sumber yang tak ingin disebutkan namanya.

Sementara, Ketua DPC PDIP Kobar Ahmadi Riansyah yang kembali terpilih memimpin partai besutan Megawati Soekarnoputri itu mengakui, pihaknya telah merekomendasikan atau mengusulkan sebanyak delapan kader terbaik untuk menduduki jabatan sebagai ketua DPD PDIP Kalteng periode 2019-2024.

"Pertama Bapak H Sugianto Sabran, lalu ada R Atu Narang, Agustiar Sabran, Willy M Yoseph, Jubair Arifin, Rahmat Nasution Hamka, Freddy Ering, dan Artaban. Delapan nama itu kami usulkan ke DPP. Kami DPC sepenuhnya menyerahkan keputusan ke DPP. Berkaitan dengan perubahan perombakan kepengurusan baru, apa pun keputusan pusat, DPC akan mengamankan keputusan dan siap menjalankan perintah partai, " tegas Ahmadi Riansyah saat berbincang dengan Kalteng Pos via telepon, tadi malam (10/7).

Disinggung soal konfercab yang baru dilaksanakan, politikus yang juga menjabat Wakil Bupati Kobar tersebut menyebut, tidak terlalu banyak perubahan dalam kepengurusan. "Tadi (kemarin) langsung dilantik oleh Pak Djarot Syaifulah Hidayat. Saya juga ingin ucapkan selamat kepada pengurus yang baru," kata Ahmadi.

Hal senada pun disampaikan Ketua DPC PDIP Kapuas Yohanes. Menurutnya, DPC Kapuas menyerahkan sepenuhnya kepada DPP, terkait nama-nama yang telah diusulkan untuk menduduki posisi sebagai ketua DPD PDIP Kalteng. "Kami menyerahkan semua keputusan kepada DPP PDI Perjuangan," ungkap Yohanes. (nue/ala/ce/abe)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 21 Juli 2019 12:03

Kapal Bermuatan Karet dari Sampit Tenggelam, Bagaimana Nasib Awaknya..??

SAMPIT – Sebuah kapal layar motor (KLM) bermuatan karet yang berangkat…

Minggu, 21 Juli 2019 10:24

Met..Met..Ngapain Nyebur ke Sumur..?? Mau Ditolong Malah Nolak

PANGKALAN BUN – Slamet (57), membuat geger warga Desa Kumpai Batu Atas Kecamatan…

Minggu, 21 Juli 2019 10:15

Lahan Sengaja Dibakar, Belasan TKP Disegel Polisi

PALANGKA RAYA–Beberapa pekan terakhir kabut asap sudah menyelimuti Kota Palangka…

Sabtu, 20 Juli 2019 12:06

TENANG..., Karhutla Tak Pengaruhi Pemindahan Ibu Kota

PALANGKA RAYA-Hari pengumuman ibu kota negara pengganti DKI Jakarta semakin…

Sabtu, 20 Juli 2019 00:54

Dua Hal Penting yang Mesti Diperhatikan Jika Ibu Kota Pindah ke Kalteng

PALANGKA RAYA – Persiapan pemindahan ibukota negara (IKN) Republik Indonesia ke…

Sabtu, 20 Juli 2019 00:50

Yakin Jadi Ibu Kota Baru, Sugianto : Kalteng Telah Miliki Semua yang Disyaratkan

PALANGKA RAYA - Provinsi Kalimantan Tengah calon kuat lokasi Ibu…

Jumat, 19 Juli 2019 10:33

Yantenglie Menangis dalam Persidangan, Bukan Air Mata Penyesan

PALANGKA RAYA-Ruang sidang tipikor seketika hening. Bersamaan dengan itu, air…

Jumat, 19 Juli 2019 08:25

Ngaku Dapat Petunjuk Mistis, Anak Sekdes Dicabuli Pak Kades

MUARA TEWEH-Oknum Kepala Desa Narui, Puncak Mandala Putra (49) diadlili…

Jumat, 19 Juli 2019 08:23

Ini Alasan Mengapa Mantan Bupati Menangis saat Persidangan

PALANGKA RAYA – Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan…

Jumat, 19 Juli 2019 08:21

Di Persidangan, Mantan Bupati Ini Menangis

PALANGKA RAYA – Sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*