MANAGED BY:
MINGGU
16 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

UTAMA

Senin, 20 Mei 2019 11:35
Kalteng Memenuhi Kriteria Jadi Ibu Kota
Sudut kota Palangkaraya, Kalteng.

PROKAL.CO, Prof Danes Jaya Negara

“Menurut saya soal pantas dan tidak pantas hanya tinggal menunggu pemerintah pusat”

 

PALANGKA RAYA-Pemerintah pusat melalui Bappenas sudah merangkum berbagai keunggulan dari kandidat calon ibu kota baru. Kalteng yang menjadi calon kuat dinilai sudah layak dan memenuhi kriteria sebagai ibu kota negara menggantikan Jakarta.

Menurut pandangan guru besar Universitas Palangka Raya (UPR) yang mengajar di program doktor bidang perencanaan lingkungan dan pengembangan wilayah, Prof Danes Jaya Negara, Kalteng pantas menjadi ibu kota negara.

“Dari sisi penentuan calon wilayah Kalteng sudah pantas, termasuk juga kajian teknisnya,” kata Prof Danes Jaya Negara saat dibincangi via ponsel, Minggu (19/5).

Berdasarkan kajian Bappenas, Kalteng memang tidak lebih unggul dari Kaltim dalam hal penyediaan infrastruktur, karena masih memiliki beberapa kekurangan, seperti masih jauhnya fasilitas pelabuhan, ketersediaan air, dan demografi penduduk yang homogen. Menyikapi hal itu, mantan wakil rektor UPR ini mengatakan, jika memang kriterianya harus memiliki infrastruktur yang bagus, kenapa pemerintah pusat tidak menetapkan kriteria tersebut dari awal.

“Jika memang ibu kota nantinya harus dekat dengan pelabuhan, maka bisa sejak awal Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mempersiapkan dan merekomendasikan wilayah barat, seperti di Kotawaringi Barat (Kobar), Lamandau, dan Sukamara, karena di sana ada pelabuhan,” ungkapnya.

Harusnya kata dia, perspektif tersebut terlebih dahulu ditegaskan pemerintah pusat. Tetapi jika nanti dasar keputusan karena melihat tidak ada infrastruktur, seperti yang dimaksud pelabuhan dan jalan tol, maka itu tidak relevan. Yang namanya infrastruktur, kata dia, dapat dibuat dari nol.

“Jika sudah komitmen maka bisa saja infrastruktur dibangun dari nol, sama halnya dengan Kota Palangka Raya yang dulunya juga dibangun dari hutan,” jelasnya kepada Kalteng Pos.

Alasan lain, terkait Kalteng yang dikenal dengan lahan gambut, padahal tambah dia, dari 16 juta hektare lahan yang ada di Kalteng, hanya tiga juta saja yang berkontur gambut. Itu pun hanya di daerah Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, serta di Taman Nasional (TN) Sebagau.

“Di daerah hulu tanahnya mineral. Jadi, bukan berarti seluruh tanah yang ada di Kalteng ini gambut,” ucapnya.

Permasalahan berikutnya, Kalteng dikatakan memiliki kelemahan demografi penduduk homogen. Menurutnya hal itu tidaklah benar. Sesunguhnya penduduk Kalteng sedari dulu sudah heterogen. Kalteng dihuni oleh penduduk yang berasal dari luar Kalteng, seperti dari Pulau Jawa dan Kota Banjarmasin.

“Bukankah Kalteng dari dulu sudah banyak di huni oleh suku Jawa Banjar. Bahkan suku Dayak hanya sekitar 30 persen saja. Kepala daerah pun banyak juga yang dari Pulau Jawa. Artinya Kalteng sudah heterogen dari dahulu,” ungkapnya.

Terkait kekurangan air, tambahnya, memang Kalteng tidak memiliki sumber daya air yang bersih, karena masih mengandalkan air sungai. Namun ke depannya bisa diolah dari sumber mata air wilayah hulu. Semua itu bisa dilakukan dengan teknologi maju untuk menciptakan air bersih.

“Menurut saya soal pantas dan tidak pantas hanya tinggal menunggu pemerintah pusat,” tegasnya.

Kemudian, lanjut dia, jika toh Kalimantan Timur (Kaltim) ditetapkan oleh pemerintah karena memiliki kelebihan seperti tersedianya infrastruktur, maka harus ada win-win solution dari pemerintah. Jangan sampai Kalteng tidak mendapat apa pun dari pemindahan ibu kota ini.

“Maksdunya, Kalteng harus mendapat sebagian infrastruktur yang dibangun itu, termasuk penetapan kantor kementerian juga harus ada di Kalteng,” kata pria yang juga sebagai guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

Misal saja, kementerian yang berkaitan dengan Sumber Daya Alam (SDA), seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) harus berkantor di Kalteng. Alasannya supaya ada redistribusi pemerintahan, agar Kalteng tidak merasa ditinggalkan. Jangan terkonsentrasi di Kaltim.

“Berbicara lingkungan, kehutanan, dan kelautan, Kalteng lebih cocok. Mengingat Kalteng ini kan kaya SDA, juga punya laut 750 km yang membentang dari ujung Sukamara sampai Katingan,” imbuhnya.

Selain itu, juga agar Kalteng mendapat akselerasi pembangunan, sehingga aktivitas ekonomi hingga penerbangan tetap ramai. Dengan demikian, orang juga akan berkumpul secara nasional di Kalteng, bukan hanya di Kaltim saja. “Dengan begitu otomatis infrastruktur di Kalteng juga terbangun,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengutarakan bahwa Kalteng dan Kaltim merupakan dua wilayah yang menjadi kandidat kuat untuk lokasi pemindahan ibu kota negara. Keduanya memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pemprov Kalteng hanya mendukung dengan mengajukan beberapa usulan kepada Presiden RI melalui Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, di Istana Negara, beberapa waktu lalu.

“Semua itu kembali kepada keputusan pemerintah pusat, karena Kalteng dan Kaltim memang memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing,” ucapnya kepada Kalteng Pos.

Terkait kelemahan Kalteng yang tidak memiliki sumber air bersih, pihaknya juga telah mengusulkan kepada presiden untuk diadakan pembangunan waduk. Selain digunakan untuk pembangkit listrik, sekaligus sebagai sumber air untuk pengairan pertanian di Kalteng.

“Termasuk peningkatan jalan menuju beberapa pelabuhan yang ada di beberapa titik,” pungkasnya. (abw/ce/ala)


BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 14:25

Arus Balik Padati Pelabuhan Bahaur

PULANG PISAU–Arus balik melalui Pelabuhan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu (15/6),…

Minggu, 16 Juni 2019 14:18

BIKIN DEG-DEGAN, Gubernur Isyaratkan Rombak Kabinetnya

PALANGKA RAYA - Gubernur Kalteng Sugianto Sabran isyaratkan dalam waktu…

Minggu, 16 Juni 2019 14:08

Tak Transparan, Pengumuman PPDB Bikin Orangtua Kecewa

PALANGKA RAYA-Berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:45

ENYAK ENYAK..!! Tak Terpilih Lagi, 13 Wakil Rakyat Katingan Bakal Dapat Pesangon

KASONGAN – Dari 25 jumlah anggota DPRD Katingan masa bakti 2014-2019,…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:32

Puluhan Rumah, Gedung Walet, dan Musala Ludes Terbakar

PURUK CAHU-Kebakaran hebat meluluhlantakkan wilayah Pasar Desa Mangkahui, Kecamatan Murung,…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:27

Dua Caleg Ajukan Gugatan ke MK

KUALA KAPUAS-Pemilihan legislatif (pileg) 2019 di Kabupaten Kapuas masih dipersoalkan.…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:19

Mereka Tak Salah, Pulihkan Perempuan dan Anak Terpapar Radikalisme

PALANGKA RAYA-Tim assessment yang di dalamnya tergabung dari berbagai unsur…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:15

Begini Kisah Anshari, Warga Palangka Raya yang Bikin Heboh dan Diduga Masuk Jaringan Terorisme JAD

PALANGKA RAYA-Nama Anshari menghebohkan publik Kalteng, warga Palangka Raya tersebut…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:10

Ada Tangisan Bayi di Semak Belukar

PURUK CAHU-Suara tangisan bayi terdengar dari semak belukar belakang Kantor…

Jumat, 14 Juni 2019 15:22

Tabrak 3 Mahasiswa Hingga Tewas, AKP M Terancam Enam Tahun

PALANGKA RAYA-Kasus kecelakaan lalu lintas (Lalu Lintas) yang menewaskan tiga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*