MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 21 Maret 2019 00:55
Selesaikan Masalah Ini, Perusahaan Wajib Hadir

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS-Mangkirnya pimpinan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) dan PT Graha Inti Jaya (GIJ) pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kapuas, membuat konflik perusahaan dengan masyarakat semakin panjang tanpa penyelesaian. Padahal, dalam pertemuan itu, perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas menyebut sertifikat tanah yang dipegang masyarakat asli.

Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Robert L Gerung menjelaskan, salah satu perusahaan PT GIJ beberapa tahun yang lalu sudah melakukan ganti rugi. Namun ada lagi laporan masyarakat tentang penyerobotan lahan. Untuk itulah pihak perusahaan harus bisa menjelaskan apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Robert meminta agar yang hadir adalah orang yang bisa menjelaskan semua permasalahan tersebut.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, ketika dilakukan klasifikasi, pihak BPN yang diwakili Simumora memastikan sertifikat milik masyarakat tersebut adalah asli. Jika ada pihak perusahaan yang hadir, maka keaslian sertifikat tersebut akan dikroscek dengan peta hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan.

"Apakah benar sertifikat itu berada di lingkup HGU yang telah keluar," ucap Robert L Gerung kepada wartawan, kemarin (19/3).  

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat dan perusahaan atau perwakilan perusahaan yang bisa menjawab terkait permasalahan, mesti hadir dalam panggilan kedua nanti. Karena di satu sisi, masyarakat menyebut bahwa tanah mereka yang sudah bersertifikat diserobot masuk dalam izin HGU.  

"Kedua hal ini yang harus kita sinkronkan. Karena itu, kedua pihak wajib hadir. Termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), Asisten I jajaran, Komisi I dan Komisi II DPRD, serta unsur pimpinan, mari kita duduk bersama,"

"Lembaga yang terhormat ini bersama eksekutif akan melakukan panggilan kedua. Sangat diharapkan kehadiran pihak perusahaan. Jika itu (lahan) memang haknya (warga), segera kembalikan. Tapi jika memang sudah ada ganti rugi dan sebagainya dari pihak perusahaan, maka harus ada penjelasan beserta lampiran bukti dan sebagainya yang mendukung," tegas politikus senior PDI Perjuangan itu.

Robert mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali kepada PT GIJ dan PT LAK dalam waktu dekat ini, setelah adanya revisi jadwal bersama dengan Badan Musyawarah (Banmus).

"Kami akan melakukan panggilan kedua. Kami berikan waktu yang cukup panjang nantinya, sesuai dengan rapat Banmus nanti. Sehingga ada waktu untuk pihak perusahaan melaporkan hal tersebut ke manajemen paling atas, agar dapat turut hadir menyelesaikan permasalahan ini," katanya sembari menyebut bahwa sesuai tata tertib, akan dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali. Jika memang tidak ada respons, maka akan ada kejutan yang menanti.

Terpisah, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas, Talinting Erik Toepak menegaskan, dua perusahaan yang mempunyai masalah dan menyengsarakan masyarakat itu harus bertanggung jawab. Karena banyak tanah warga yang dicaplok perusahaan tanpa ada pertanggungjawaban.

 "Sampai sekarang masalah belum selesai. Salah satunya di Kecamatan Dadahup. PBS terkait tidak pernah mau duduk bersama. Itu yang menjadi persoalan. Sebetulnya bisa kami selesaikan dengan baik. Misalnya, dia (perusahaan) memberikan plasma, kami siap. Permasalahannya, pihak perusahaan tidak mau datang sama sekali. Kami harapkan adanya iktikad pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat," tegasnya. (ndo/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:49

DERITA GANDA..!! Sedang Berduka, Rumah Terbakar

PANGKALAN BUN - Warga Jalan Berunai, RT 6, Kelurahan Baru,…

Rabu, 19 Juni 2019 12:47

PT LAK Dinilai Tak Kooperatif

KUALA KAPUAS-Pengupahan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) di Kabupaten Kapuas…

Minggu, 16 Juni 2019 14:24

Polisi Kesulitan Melacak Pembuang Bayi

PURUK CAHU-Kasus pembuangan bayi di semak belukar masih dilakukan penyelidikan…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:33

Cantik-Cantik Edarkan Sabu, Tiga Perempuan Ini Ditangkap

KUALA KAPUAS - Dalam sehari jajaran Satnarkoba Polres Kapuas berhasil…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:23

Penyegelan Sekolah Ganggu Proses Belajar

KUALA KAPUAS-Penyegelan terhadap SDN 1 Bulau Ngundang, rumah guru, dan…

Minggu, 09 Juni 2019 14:06

Gara-Gara Ini, Pasien dan Pengunjung Rumah Sakit Tidak Nyaman

SAMPIT-Kondisi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani…

Rabu, 05 Juni 2019 00:55

ALHAMDULILLAH..!! Ratusan Napi Terima Remisi

MUARA TEWEH- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Muara Teweh Kabupaten Batara, mengusulkan…

Rabu, 05 Juni 2019 00:47

YAELA..!! Mau Mudik Ngga Ada Duit, Minta Bantuan Pak Polisi

MESKIPUN tidak menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh para pemudik dalam…

Selasa, 04 Juni 2019 14:08
Sanksi Tegas Menanti ASN

10 Juni Wajib Masuk Kerja

KATINGAN-Bupati Katingan Sakariyas SE menegaskan, agar aparatur sipil negara (ASN)…

Selasa, 04 Juni 2019 14:04

Motor Versus Mobil, Pengendaranya Tewas

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di wilayah Kabupaten Katingan. Bertepatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*