MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
UTAMA | LINTAS KALTENG | METROPOLIS | OLAHRAGA | HIBURAN | FEATURE | NASIONAL | ARTIKEL | SERBA SERBI

LINTAS KALTENG

Kamis, 21 Maret 2019 00:55
Selesaikan Masalah Ini, Perusahaan Wajib Hadir

PROKAL.CO, KUALA KAPUAS-Mangkirnya pimpinan PT Lifere Agro Kapuas (LAK) dan PT Graha Inti Jaya (GIJ) pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kapuas, membuat konflik perusahaan dengan masyarakat semakin panjang tanpa penyelesaian. Padahal, dalam pertemuan itu, perwakilan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kapuas menyebut sertifikat tanah yang dipegang masyarakat asli.

Wakil Ketua I DPRD Kapuas, Robert L Gerung menjelaskan, salah satu perusahaan PT GIJ beberapa tahun yang lalu sudah melakukan ganti rugi. Namun ada lagi laporan masyarakat tentang penyerobotan lahan. Untuk itulah pihak perusahaan harus bisa menjelaskan apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Robert meminta agar yang hadir adalah orang yang bisa menjelaskan semua permasalahan tersebut.

Dalam pertemuan beberapa waktu lalu, ketika dilakukan klasifikasi, pihak BPN yang diwakili Simumora memastikan sertifikat milik masyarakat tersebut adalah asli. Jika ada pihak perusahaan yang hadir, maka keaslian sertifikat tersebut akan dikroscek dengan peta hak guna usaha (HGU) yang dimiliki perusahaan.

"Apakah benar sertifikat itu berada di lingkup HGU yang telah keluar," ucap Robert L Gerung kepada wartawan, kemarin (19/3).  

Oleh sebab itu, kata dia, masyarakat dan perusahaan atau perwakilan perusahaan yang bisa menjawab terkait permasalahan, mesti hadir dalam panggilan kedua nanti. Karena di satu sisi, masyarakat menyebut bahwa tanah mereka yang sudah bersertifikat diserobot masuk dalam izin HGU.  

"Kedua hal ini yang harus kita sinkronkan. Karena itu, kedua pihak wajib hadir. Termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN), Asisten I jajaran, Komisi I dan Komisi II DPRD, serta unsur pimpinan, mari kita duduk bersama,"

"Lembaga yang terhormat ini bersama eksekutif akan melakukan panggilan kedua. Sangat diharapkan kehadiran pihak perusahaan. Jika itu (lahan) memang haknya (warga), segera kembalikan. Tapi jika memang sudah ada ganti rugi dan sebagainya dari pihak perusahaan, maka harus ada penjelasan beserta lampiran bukti dan sebagainya yang mendukung," tegas politikus senior PDI Perjuangan itu.

Robert mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pemanggilan kembali kepada PT GIJ dan PT LAK dalam waktu dekat ini, setelah adanya revisi jadwal bersama dengan Badan Musyawarah (Banmus).

"Kami akan melakukan panggilan kedua. Kami berikan waktu yang cukup panjang nantinya, sesuai dengan rapat Banmus nanti. Sehingga ada waktu untuk pihak perusahaan melaporkan hal tersebut ke manajemen paling atas, agar dapat turut hadir menyelesaikan permasalahan ini," katanya sembari menyebut bahwa sesuai tata tertib, akan dilakukan pemanggilan sebanyak tiga kali. Jika memang tidak ada respons, maka akan ada kejutan yang menanti.

Terpisah, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas, Talinting Erik Toepak menegaskan, dua perusahaan yang mempunyai masalah dan menyengsarakan masyarakat itu harus bertanggung jawab. Karena banyak tanah warga yang dicaplok perusahaan tanpa ada pertanggungjawaban.

 "Sampai sekarang masalah belum selesai. Salah satunya di Kecamatan Dadahup. PBS terkait tidak pernah mau duduk bersama. Itu yang menjadi persoalan. Sebetulnya bisa kami selesaikan dengan baik. Misalnya, dia (perusahaan) memberikan plasma, kami siap. Permasalahannya, pihak perusahaan tidak mau datang sama sekali. Kami harapkan adanya iktikad pihak perusahaan untuk menyelesaikan masalah dengan masyarakat," tegasnya. (ndo/ce/ala)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 April 2019 13:18

Ratusan Pasien RSSI Tak Bisa Nyoblos

PANGKALAN BUN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)…

Jumat, 19 April 2019 13:17

Warga Ramai Coblosan, Pria Ini Malah Mabuk-Mabukan

TAMIANG LAYANG-Saat memantau TPS di Kota Tamiang Layang, Wakapolres Barito…

Kamis, 18 April 2019 11:45

Serangan Fajar Menelan Korban Jiwa, Luka Menganga di Perut

SAMPIT-Masa tenang pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tercoreng.…

Rabu, 17 April 2019 13:37

Di Kabupaten Ini, Penduduk Miskinnya Sedikit

KUALA KURUN-Angka kemiskinan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengalami penurunan…

Rabu, 17 April 2019 13:34

Main Keroyok, Korban Babak Belur, 4 Pelaku Ditangkap

PANGKALAN BUN - Diduga akibat masalah asmara, empat pemuda harus berurusan…

Selasa, 16 April 2019 10:26

Petani Menjerit, Harga Beras Hasil Panen “Dimainkan” Oknum Cukong

KUALA KAPUAS-Kunjungan kerja tim percepatan pembangunan Kalteng BERKAH (TPPKB) ke…

Minggu, 14 April 2019 13:37

Dikira Tidur Lelap, Tak Tahunya Kakek Ini Sudah di Alam Lain...

SAMPIT - Warga komplek pasar Simpang Sebabi, Desa Sebabi Kecamatan Telawang…

Minggu, 14 April 2019 13:29

Dari Trio Jambret, Pencuri Motor Diringkus

Setelah menangkap trio jambret, Buser Reskrim Polres Batara kembali berhasil…

Jumat, 12 April 2019 11:58

Astaga! Salbiah Tewas Digorok Anak Kandung

SEORANG ibu bernama Salbiah tewas dengan leher tergorok. Perempuan 68 tahun…

Minggu, 07 April 2019 12:46

Kasus Beras Oplosan, Disperindag di Sini Kena Sentil

SAMPIT - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mengapresiasi kepolisian yang membongkar beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*